<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7185873180086207103</id><updated>2011-04-21T16:57:51.591-07:00</updated><category term='fixmanius'/><category term='candice anggunadinata'/><category term='maman198'/><category term='buka'/><category term='janissary'/><category term='charlie368'/><category term='the brethren court'/><category term='andrade_silva'/><category term='elvita khairani'/><category term='lucky savitri'/><category term='tamu'/><category term='mehulika sitepu'/><category term='mje'/><category term='kania sutisnawinata'/><title type='text'>Kumpulan Cerita-Cerita Tentang The Brethren Court</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://brethrencourtstories.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7185873180086207103/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://brethrencourtstories.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>stories_of_brethren_court</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03021158763061146397</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>8</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7185873180086207103.post-6559673620585010735</id><published>2007-12-02T22:10:00.000-08:00</published><updated>2007-12-02T22:35:40.515-08:00</updated><title type='text'>Cerita #6d</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Ini adalah cerita dengan menggunakan tokoh-tokoh dari “The Brethren Court” sebagai pemeran utamanya dengan selingan anchor-anchor sebagai pemanis. Cerita ini adalah fiksi belaka, dan dengan begitu tidak bisa dikaitkan dengan kenyataan. Kepada anchor-anchor yang bersangkutan, apabila kurang berkenan di hati, penulis mohon maaf.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;==============================&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Final AnchorLiga 2007&lt;br /&gt;SCTV NewsAnchor FC vs MetroTV NewsAnchor FC&lt;br /&gt;“I Grande Classico Finale”&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Kedudukan Sementara:&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SCTV FC vs MetroTV FC: 1-3&lt;br /&gt;Gol: Anastasya Putri 10’ (SCTV); Najwa Shihab 22’, 34’; Meutya Hafid 42’ (MetroTV)&lt;br /&gt;Venue: Stadion Utama TVRI&lt;br /&gt;Attendant: 70.000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Babak II&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Penonton semakin bersemangat dan yel-yel yang mendukung kedua kesebelasan pun membahana di seluruh stadion. Pertandingan malam hari ini selain disaksikan oleh 70.000 penonton yang memadati Stadion Utama TVRI, juga oleh jutaan orang lainnya yang melihat lewat siaran langsung PBK Sport News Network.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pemain pun memasuki lapangan kembali disertai dengan pelatih masing-masing. Rona muka ringan terlihat pada wajah Sir Andy F. Noya, sementara mimik muka ketegangan menghiasi Rosianna Silalahi. Dengan keunggulan 3-1 di babak pertama, rasannya Sir Andy punya banyak sekali alasan untuk merasa senang. Namun baik Sir Andy maupun Rosi tidak/belum mengganti satupun pemainnya. Tekanan berat terasa sekali menggayut di wajah para pemain SCTV. Nasib mereka malam ini berada di ujung tanduk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wasit Valerina Daniel bersiap di tengah lapangan. Di dekatnya ada Najwa Shihab dan Frida Lidwina yang bersiap menghadapi bola kick-off. Mungkinkah pada pertandingan babak kedua ini SCTV berhasil membalikkan keadaan? Ataukah malah MetroTV yang mulus menjaga keunggulan mereka hingga akhir pertandingan? Banyak sekali kemungkinan yang bisa terjadi. Valerina Daniel lalu melihat ke arah jam tangannya, dan…PRIIIT!!! Kick-off dimulai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;46’&lt;/em&gt;       Kick-off babak kedua tadi sudah dilakukan. Kembali mengambil inisiatif serangan, MetroTV oleh Najwa Shihab. Oper kepada Frida Lidwina, lalu kepada Meutya Hafid di sana…kembali bola berhasil direbut oleh para pemain SCTV. Salah pengertian tadi antara MeutyaHafid dan Najwa Shihab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;DP&lt;/strong&gt;       Pada pertandingan babak kedua ini, tampaknya kedua tim belum melakukan pergantian pemain satupun, Bung Kus. Nampaknya Rosianna Silalahi cukup percya diri bahwa skuadnya yang sekarang mampu untuk membalikkan keadaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kus&lt;/strong&gt;      Memang siapa yang tahu apa yang dikatakan oleh Rosi pada jeda tadi di kamar ganti pemain, namun yang pasti SCTV membutukan banyak sekali perbaikan apabila ingin setidaknya mengimbangi MetroTV yang bermain cukup luar biasa malam hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;DP&lt;/strong&gt;       Apakah Rosi tengah gambling dengan kondisi fisik pemain SCTV, Bung Kus? Mengingat nampaknya berani sekali tidak melakukan penggantian dengan tenaga baru yang lebih segar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kus&lt;/strong&gt;      Siapa tahu ini juga adalah bagian dari strategi Rosi sebagai pelatih. Kita tahu betapa Rosi selalu memiliki pendekatan yang amat baik terhadap taktik. SCTV selama ini selain cukup solid dalam organisasi permainan, juga memiliki keunggulan dalam hal stamina dan ketahanan fisik. Meskipun pertandingan sebelumnya berlangsung hingga babak perpanjangan waktu, pertandingan final kali ini bakal menjadi barometer seberapa hebatkah aspek fisik yang dimiliki oleh SCTV.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;48’&lt;/em&gt;       Terjadi perebutan bola antara Ajeng Kamaratih dengan Prita Laura, berhasil tadi lewat dari hadangan Ajeng Kamaratih, Prita Laura mencoba untuk melakukan serangan, angkat saja ke tengah ke arah Najwa Shihab…terlalu dekat dengan Linda Putri Mada…dibuang saja bola ke tengah lapangan. Eva Julianti dan Rike Amru berebut bola…jetuh ke kaki Sella Wangkar. Langsung serang Sella pada Sondang Sirait namun…ah sayang…terlalu cepat arah laju bola sehingga terlebih dahulu meninggalkan lapangan permainan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;49’&lt;/em&gt;       Terjadi pergantian di kubu SCTV. Nomor punggung 15, Christina Odorus…sudah bersiap-siap di sana. Ofisial Helmi Johannes pun mengangkat papan nomor menandakan terjadinya pergantian pemain. Siapakah yang akan ditarik keluar? Rupanya nomor punggung 2, Ajeng Kamaratih. Berjalan meninggalkan lapangan permainan, Ajeng Kamaratih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;DP&lt;/strong&gt;       Sudah terjadi pergantian pemain, Bung Kus. Apakah ini berarti terjadi juga perubahan strategi dari Rosianna Silalahi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kus&lt;/strong&gt;      Saya kira bukan seperti itu yang terjadi, Bung Dian. Christina Odorus dan Ajeng Kamaratih sama-sama berposisi sebagai bek kanan, jadi mungkin ini hanya untuk penyegaran saja atau mungkin untuk mengubah gaya permainan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;DP&lt;/strong&gt;       Yak, Ajeng Kamaratih, bek kanan dari SCTV…masih tergolong berusia muda, Ajeng. Sempat mendapatkan kartu merah pada pertandingan pertama melawan Indosiar.&lt;br /&gt;Kus      Memang Ajeng ini dikenal sebagai pemain yang cukup lugas, Bung Dian, juga amat ekspresif…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;DP&lt;/strong&gt;       Digantikan oleh nomor punggung 15, Christina Odorus. Christina ini adalah pemain dari tim Primavera SCTV. Menarik sekali bahwa seorang pemain muda digantikan juga oleh seorang pemain muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kus&lt;/strong&gt;      Betul sekali, apalagi kalau mengingat bahwa sektor yang akan dipertahankan oleh Christina Odorus ini justru adalah sektor di mana terdapat salah satu sayap Metro yang paling berbahaya, yaitu Meutya Hafid. Tentunya Rosiannna Silalahi tak bakal mengambil resiko ini jika tidak yakin akan kemampuan pemainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;52’&lt;/em&gt;       Kembali serangan dilakukan oleh MetroTV…ada Meutya Hafid membawa bola…dibayang-bayangi oleh dua pemain SCTV, Dwi Anggia dan Christina Odorus…Meutya Hafid…gagal tadi melewati Dwi Anggia. Bola diambil saja oleh Christina Odorus, angkat ke depan ke arah Sella Wangkar…langsung kepada Nova Rini…lebih dekat tadi pada Zelda Savitri. Dibuang saja bola meninggalkan lapangan permainan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;56’&lt;/em&gt;       Kali ini umpan panjang dari Zelda Savitri, diterima dengan sempurna oleh Prita Laura. Prita Laura masih membawa bola. Dibayang-bayangi dengan ketat oleh Nastiti Lestari. Ada Linda Putri Mada juga di sana…Nastiti…kembali bola dibuang saja oleh Nastiti Lestari. Gagal tadi tekanan dari MetroTV.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;DP&lt;/strong&gt;       Kali ini SCTV mulai bermain dengan sangat agresif, Bung Kus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kus&lt;/strong&gt;      Memang itu harus dilakukan, Bung Dian, mengingat mereka berada dalam posisi tertinggal. Namun di sini kita lihat bagaimana organisasi pertahanan sudah kembali solid seperti SCTV yang selama ini kita kenal. Beberapa kali pemain-pemain MetroTV gagal dalam melakukan tusukan-tusukan ke depan yang pada babak pertama tadi cenderung berhasil mengobrak-abrik pertahanan SCTV.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;DP&lt;/strong&gt;       Nampaknya Pelatih Rosianna Silalahi berhasil mengangkat moral para pemainnay selama waktu istirahat tadi, Bung Kus. Kita lihat besar sekali perbedaan tim SCTV dengan pada waktu babak pertama tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kus&lt;/strong&gt;      Sayangnya kita tidak tahu apakah hal ini bakal mempengaruhi hasil akhir pertandingan atau tidak. Kalau SCTV tidak bisa membalikkan keadaan dalam waktu yang tersisa ini, kebangkitan ini rasanya sia-sia saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;60’&lt;/em&gt;       Terjadi kembali pergantian pemain. Kali ini dari kubu MetroTV. Ofisial Helmi Johannes menunjukkan papan angka. Kita lihat sudah bersiap-siap di pinggir lapangan, pemain dengan nomor punggung 19, bek tengah, Lucia Saharui. Siapakah yang akan digantikannya? Ternyata…pemain dengan nomor punggung 8, Prita Laura.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;DP&lt;/strong&gt;       Akhirnya Andy F Noya melakukan pergantian pemain, dan cukup mengejutkan bahwa yang ditarik adalah Prita Laura, seorang gelandang sayap ditarik keluar digantikan oleh Lucia Saharui, seorang bek tengah. Mungkin ini adalah siasat Andy F Noya untuk mempertahankan keunggulan dua gol yang dimiliki oleh MetroTV?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kus&lt;/strong&gt;      Memang betul seperti itu, Bung Dian. Andy F Noya tampaknya ingin memperkuat blok pertahanan MetroTV, karena sejak dari tadi, walaupun lebih jarang melakukan penetrasi, namun rata-rata serangan dari SCTV cukup telak, ditambah lagi dengan adanya Anastasya Putri yang sulit dijaga dan duet penyerang sayap Nova Rini dan Sondang Sirait.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;DP&lt;/strong&gt;       Dengan ini, MetroTV bermain dalam formasi 5-4-1. Cukup mengejutkan juga pemilihan Lucia Saharui sebagai pemain menggantikan Prita Laura.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kus&lt;/strong&gt;      Saya kira tidak, selama ini Lucia Saharui memang telah menunjukkan prestasi yang cukup mengkilap bersama tim cadangan MetroTV, sehingga pantas rasanya Sir Andy memberinya kesempatan bermain. Namun di sini kita lihat pula sisi lain dari keputusan Andy F Noya ini, Bung Dian. Pressing yang ketat dilakukan oleh Nastiti Lestari di sisi kiri lapangan berhasil untuk mematikan gerak dari Prita Laura, sehingga dengan perubahan ini diharapkan ada penyegaran terhadap variasi permainan MetroTV.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;63’&lt;/em&gt;       Serangan dari MetroTV kali ini dilakukan oleh Gadiza Fauzi…pada Eva Julianti…tarik ke belakang ada Lucia Saharui…kepada Virgie Baker…Zelda Savitri…kembali pada Gadiza Fauzi…dibayang-bayangi oleh Rike Amru…angkat ke depan jauh dari Gadiza Fauzi…dipotong saja oleh Linda Putri Mada…sekrang keadaan berbalik, Rike Amru membawa bola, oper ke kanan ada Christina Odorus…Sondang Sirait…dibayang-bayangi oleh Kania Sutisnawinata…kembali ke tengah, Sella Wangkar…umpan satu dua dengan Jasmine Valentine…masuk ke kotak penalti, Jasmine Valentine!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            AAAHAAA…..!!!! Pelanggaran…dan…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Penalti!! Jatuh tadi Jasmine Valentine akibat diganjal dengan cukup keras oleh Lucia Saharui…tergeletak kesakitan Jasmine Valentine. Wasit Valerina Daniel telah menunjuk titik putih, dan satu lagi kartu kuning untuk Lucia Saharui…kartu kuning pertama di babak kedua ini…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;DP&lt;/strong&gt;       Sementara itu Jasmine Valentine masih tergeletak di sana, dan tim medis pun memasuki lapangan. Nampaknya Jasmine Valentine mengalami cedera, Bung Kus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kus&lt;/strong&gt;      Memang, dalam pertandingan kemarin kita lihat seringnya seorang Jasmine Valentine diganjal oleh para pemain TransTV. Lagipula sebelum pertandingan ini, situasi cedera lama Jasmine Valentine juga diragukan apakah masih bagus…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;DP&lt;/strong&gt;       Nampaknya cedera yang dialami oleh Jasmine Valentine cukup parah…harus ditandu keluar Jasmine Valentine…sementara itu ofisial Helmi Johannes kembali menunjukkan pergantian pemain…yak…betul sekali, Jasmine Valentine keluar…penggantinya adalah pemain bernomor punggung 4, Juanita Wiratmaja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kus&lt;/strong&gt;      Ini mungkin kekecewaan yang amat besar bagi Jasmine Valentine, karena dia mengalami cedera dan harus mengakhiri permainan saat timnya sedang membutuhkan untuk mengejar nilai…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;65’&lt;/em&gt;       Sudah bersiap-siap di depan bola, Sella Wangkar…atau lengkapnya adalah Imelda Marselas Wangkar…spesialis tendangan penalti dari SCTV. Kiper Dian Krishna juga bersiap di bawah mistar gawang untuk mengantisipasi tendangan penalti. Cukup percaya diri nampaknya Sella Wangkar…tanpa menggunakan awalan…&lt;br /&gt;           &lt;br /&gt;PRIIT!!!&lt;br /&gt;           &lt;br /&gt;Tanpa awalan Sella Wangkar!!! &lt;strong&gt;&lt;em&gt;GOOOL!!!!&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;DP&lt;/strong&gt;       Luar biasa tendangan penalti dari Sella Wangkar ini, Bung Kus, tanpa menggunakan awalan, sehingga mengingatkan kita terhadap mantan pemain Italia, yaitu Giuseppe Signori…meskipun tanpa awalan namun cukup kencang laju bola sehingga tak sanggup diraih oleh kiper Dian Krishna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kus&lt;/strong&gt;      Nah, Bung Dian…inilah ciri dari seorang Sella Wangkar, bagaimana dia hampir selalu mengambil penalti tanpa awalan. Cukup cermat penempatan bolanya, dan tendangannya pun cukup bertenaga…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;DP&lt;/strong&gt;       Kedudukan kini SCTV berhasil menipiskan ketinggalannya menjadi 2-3…gol dari tendangan penalti Sella Wangkar…memberikan harapan hidup kepada tim SCTV dan juga para suporter fanatiknya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;67’&lt;/em&gt;       Serangan kali ini dilakukan oleh SCTV…nampaknya mereka adalah tim yang berbeda daripada babak pertama tadi…Juanita Wiratmaja..langsung saja kepada Sella Wangkar…pemain yang baru saja mencetak gol kedua SCTV dalam pertandingan ini…umpan ke belakang, ada Dwi Anggia, maju Dwi Anggia…terobosan ke depan…terlalu jauh untuk diraih Rike Amru…masih ada Nova Rini di sana, berduel dengan Rahma Sarita, Nova Rini! Jatuh tadi Nova Rini…kembali wasit Valerina Daniel memberikan kartu kuning, kali ini untuk Rahma Sarita. Agak tidak terima tadi tampaknya Rahma Sarita…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;DP&lt;/strong&gt;       Hal yang menarik adalah bahwa Valerina Daniel di sini pernah bermain bersama baik dengan Rike Amru maupun Rahma Sarita…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;70’&lt;/em&gt;       Kali ini serangan balik dari MetroTV, Zelda Savitri membawa bola…masih Zelda Savitri, cukup lincah dia melewati beberapa pemain lawan…oper pendek saja kepada Eva Julianti…Gadiza Fauzi…dikembalikan ke sisi kanan lapangan, ada Frida Lidwina di sana…Oh…pelanggaran tadi terhadap Frida Lidwina…dilakukan oleh Christina Odorus. Kembali satu kartu kuning bagi Christina Odorus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;DP&lt;/strong&gt;       Tempo permainan kali ini bertambah panas saja, Bung Kus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kus&lt;/strong&gt;      Setelah tadi Sella Wangkar berhasil mencetak gol, kedudukan kali ini cukup riskan, karena baik MetroTV maupun SCTV sama-sama memiliki peluang untuk menang, dan nampaknya mereka hendak benar-benar memanfaatkan 20 menit waktu yang tersisa untuk meraih kemenangan, Bung Dian…akibatnya kini mulai sering kita lihat permainan yang menjurus kasar, tidak hanya dari SCTV, namun juga dari MetroTV juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;DP&lt;/strong&gt;       Kita juga lihat serangan SCTV kali ini sudah mulai menggigit, Bung Kus…kerjasama yang di babak pertama tadi masih agak berantakan kini sudah semakin solid, betul-betul pertandingan yang amat menarik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;71’&lt;/em&gt;       Tendangan bebas di luar kotak penalti dari SCTV. Pelanggaran tadi dilakukan oleh Linda Putri Mada kepada Najwa Shihab…tendangan bebas akan diambil oleh Meutya Hafid. Kembali, sudut yang amat ideal bagi Meutya Hafid..sudah dilakukan dan…Ooh…hanya membentur tembok pertahanan…bola memantul kembali, diamankan oleh Juanita Wiratmaja…Gadiza Fauzi! Cermat sekali merebut bola tadi Gadiza Fauzi dari kaki Juanita Wiratmaja…bukan merupakan pelanggaran…terobosan ke depan, ada Zelda Savitri di sana…tendangan melengkung dari luar kotak penalti…Zelda Savitri!! Dan &lt;strong&gt;&lt;em&gt;GOOOL!!!!!&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;DP&lt;/strong&gt;       Luar biasa! Satu lagi gol indah tercipta! Dari luar kotak penalti, Zelda Savitri…memberikan sebuah tendangan langsung yang melengkung…tidak terjangkau oleh pemain belakang SCTV…langsung menukik melengkung…masuk ke sudut yang tak terjangkau oleh kiper Winny Arnold!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kus&lt;/strong&gt;      Memang indah sekali, sedikit mengingatkan pada tendangan pisang a la Roberto Carlos! Hanya saja kali ini tendangan dilakukan dari permainan terbuka..dan bukan dari tendangan bebas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;DP&lt;/strong&gt;       Zelda Savitri…cukup tenang tadi dalam melakukan tembakan…memang jarang sekali Zelda Savitri mencetak gol, namun biasanya gol-golnya selalu tergolong “gol indah”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kus&lt;/strong&gt;      Dan inilah gol pertama Zelda Savitri, Bung Dian, semenjak dia kembali dari istirahat panjangnya selama ini…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;DP&lt;/strong&gt;       Kedudukan sementara, 4-2 untuk keunggulan MetroTV…pastinya SCTV akan sangat kesulitan untuk mengejar defisit dua gol!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;74’&lt;/em&gt;       Kembali terjadi pergantian pemain…kali ini dari pihak MetroTV. Nomor punggung 18, Elvita Khairani, sudah bersiap-siap…siapa yang akan digantikannya. Yak…ternyata Najwa Shihab yang keluar…diiringi oleh standing ovation dari para pendukung MetroTV.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kus&lt;/strong&gt;      Ini sedikit banyak lebih berupa pertimbangan taktis saja, Bung Dian, sering sekali Najwa Shihab dilanggar, dan beberapa pelanggaran terhadap Najwa Shihab pun beberapa kali terlihat cukup berbahaya. Terlalu beresiko bagi Andy F Noya, mungkin, untuk membiarkan Najwa Shihab cedera…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;DP&lt;/strong&gt;       Lalu apakah kira-kira keluarnya Najwa Shihab dan masuknya Elvita Khairani ini akan mempengaruhi daya gedor MetroTV, Bung Kus?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kus&lt;/strong&gt;      Belum bisa dipastikan, Bung Dian, namun Elvita Khairani sudah pernah mencetak satu gol waktu melawan Trans7 di pertandingan awal, juga Elvita Khairani sudah beberapa kali menggantikan Najwa Shihab…meskipun tidak mencetak gol lagi, namun permainannya sudah cukup bagus…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;DP&lt;/strong&gt;       Pendukung MetroTV sudah mulai menyanyikan yel-yel kemenangan, sementara itu para pendukung SCTV terbungkam…Elvita Khairani sudah memasuki lapangan…mantan pemain SCTV juga, Elvita Khairani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;77’&lt;/em&gt;       Belum berubah kedudukan, masih 4-2 untuk keunggulan MetroTV. Rosianna Silalahi tampak terdiam di bangku cadangan, berdoa. Sementara itu di pinggir lapangan kembali ofisial Helmi Johannes menunjuk papan digital…pergantian pemain lagi dari SCTV, kali ini untuk yang terakhir kalinya. Sudah siap di sana…nomor punggung 19, Gadis Parengkuan. Siapa yang akan meninggalkan lapangan? Rupanya nomor punggung 8, Nova Rini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;DP&lt;/strong&gt;       Inikah, Bung Kus? &lt;em&gt;Gambling&lt;/em&gt; terakhir yang dilakukan oleh Rosianna Silalahi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kus&lt;/strong&gt;      Di tengah-tengah suasana tertinggal seperti ini justru sebenarnya semua cara harus dilakukan untuk bisa memenangkan permainan. Namun kita bisa lihat juga bahwa gerakan Nova Rini sudah tidak segesit waktu babak pertama tadi…mungkin saja cedera hamstring-nya kambuh lagi akibat tadi juga beberapa kali dilanggar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;78’&lt;/em&gt;       Nastiti Lestari membawa bola…umpan ke depan kepada Gadis Parengkuan…main satu dua sentuhan dengan Rike Amru..masih Gadis Parengkuan…langsung saja umpan menyilang…ada Sondang Sirait di sana!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Tendang langsung Sondang Sirait!!! Berhasil di-blok tadi oleh Dian Krishna…bola muntah menjadi liar di depan gawang…Anastasya Putri masuk…mengambil bola…ANASTASYA PUTRI!!!! Dan &lt;strong&gt;&lt;em&gt;GOOOL!!!!!&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;DP&lt;/strong&gt;       Hebat sekali, Bung Kus! Cepat sekali Anastasya Putri mengambil bola liar yang tidak berhasil ditangkap sempurna oleh Dian Krishna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kus&lt;/strong&gt;      Meskipun Anastasya Putri cukup semampai, namun dia bisa bergerak cepat, dan gol ini, Bung Dian, adalah gabungan dari kecepatan, intelijensi, dan kecermatan gerak dari Anastasya Putri. Selain itu kembali kita bisa lihat juga bagaimana koordinasi yang amat bagus dari Sondang Sirait dan Anastasya Putri…tak langsung masuk ke dalam kotak penalti, Anastasya Putri, namun cukup cepat dalam menyambar bola tadi meskipun dijaga oleh Virgie Baker…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;DP&lt;/strong&gt;       Anastasya Putri…membuat SCTV memperkecil ketertinggalan dari MetroTV menjadi 3-4. Masih ada 10 menit lagi sisa waktu permainan…akankah SCTV berhasil menyamakan kedudukan, ataukah malah MetroTV yang akan berhasil mempertahankan kemenangan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;82’&lt;/em&gt;       Kembali serangan dari SCTV, Sondang Sirait…oh…dikawal dengan begitu ketat oleh Kania Sutisnawinata…gagal memasukkan bola kedalam kotak penalti, Sondang Sirait…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;84’&lt;/em&gt;       Rike Amru membawa bola, angkat ke depan ke arah Juanita Wiratmaja…dihadang tadi oleh Gadiza Fauzi…bola jatuh ke arah Sella Wangkar…dilanggar Sella Wangkar oleh Eva Julianti…peringatan diberikan kepada Eva Julianti oleh Valerina Daniel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;DP&lt;/strong&gt;       Mulai bermain keras kedua pihak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kus&lt;/strong&gt;      Dengan waktu yang semakin menyempit ini, SCTV mulai meningkatkan serangan secara signifikan, Bung Dian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;DP&lt;/strong&gt;       MetroTV juga mulai mengambil posisi bertahan, harus menghadapi gempuran bertubi-tubi dari SCTV…bahkan Meutya Hafid dan Frida Lidwina pun mulai bermain agak ke belakang, Bung Kus…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kus&lt;/strong&gt;      Fokus MetroTV sekarang adalah bagaimana supaya dalam sisa waktu yang tersisa jangan sampai kebobolan lagi, oleh karena itu semua pemain pun diinstruksikan untuk bermain bertahan, membuang waktu, dan mempertahankan keunggulan. Akibatnya, hanya Elvita Khairani sendirian yang ditinggal di depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;88’&lt;/em&gt;       Semakin membahana teriakan lagu kemenangan dari para pendukung MetroTV. Mendapat bola kali ini Frida Lidwina, langsung saja dioper jauh ke depan kepada Elvita Khairani…Elvita Khairani…sendirian saja di depan…dengan mudah bola direbut oleh Linda Putri Mada…kembali serangan dari SCTV…Sella Wangkar…dibuang saja oleh Frida Lidwina keluar lapangan…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;90’&lt;/em&gt;       Semakin mendekati detik-detik akhir pertandingan…ofisial Helmi Johanes memberikan tambahan waktu…3 menit…menit-menit yang amat krusial dan amat rawan…sorak sorai kemenangan sudah dinyanyikan oleh para pendukung MetroTV di seluruh dunia…tersenyum lebar, Andy F Noya…nampaknya MetroTV akan memenangkan pertandingan malam hari ini dan menjuarai AnchorLiga 2007. Di bangku cadangan MetroTV, semua pemain cadangan sudah berdiri, bersiap untuk menyambut kemenangan yang sudah di depan mata…Fiona Yuan, Sumi Yang, Amelia Ardan, Catherine Keng, dan Fifi Aleyda Yahya…sudah melompat-lompat memberikan semangat…tersenyum lebar pula Surya Paloh dalam detik-detik terakhir pertandingan ini…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;91’&lt;/em&gt;       Pelatih SCTV, Rosianna Silalahi…tertunduk diam…masih berdoa dengan amat khusyuk, Rosi…begitu juga semua pemain dan ofisial SCTV terlihat amat sangat tegang…di bangku cadangan, Dian Ardianti, Sufiani Tanjung, Ajeng Kamaratih…nampak tak mampu menyaksikan pertandingan…lalu Yenny Rosalinda…sudah tertunduk pasrah…Asisten Pelatih Eko Wahyu Tawantoro dan pelatih fisik, Joy Astro…mondar-mandir tak tentu arah..cukup guram keadaan di SCTV.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;92’&lt;/em&gt;       Serangan terakhir dari SCTV…betul-betul terakhir kali ini…Sella Wangkar membawa bola…langsung angkat saja ke depan…ada Anastasya Putri…dikawal dengan ketat Anastasya Putri oleh Virgie Baker dan Lucia Saharui…dibuang saja bola tadi oleh Lucia Saharui…jatuh Anastasya Putri, bukan merupakan pelanggaran, Rahma Sarita membawa bola…hendak dibuang ke depan…Sondang Sirait mengeblok bola…bola memantul kembali ke wilayah pertahanan MetroTV…Anastasya Putri bersiap menangkap bola…dijaga ketat sekali oleh Virgie Baker dan Lucia Saharui…bola jatuh ke tanah…kiper Dian Krishna keluar untuk mengamankan…tapi..oh…siapa di sana…MASUK DARI LUAR KOTAK PENALTI…langsung mengambil bola…pemain dengan nomor punggung 19…Gadis Parengkuan…angkat saja bola ke arah gawang…terlanjur keluar Dian Krishna!! &lt;strong&gt;&lt;em&gt;GOOOLL!!!!!!!!!!!! GOOOOL!!!!!!! GOOOLL!!!!!&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            GADIS PARENGKUAN!!!! Dengan cepat masuk ke dalam kotak penalti untuk mengambil bola liar…cepat sekali…tanpa pengawalan…dan dengan dingin memasukkan bola ke arah gawang yang sudah kosong akibat kiper Dian Krishna sudah terlanjur keluar! Langsung diserbu dia oleh para pemain dari SCTV…kegembiraan meledak di kubu SCTV…Artika Gadis Parengkuan…memperpanjang hidup SCTV dengan golnya di injury time!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;DP&lt;/strong&gt;       Akhirnya, Bung Kus…serangan yang tak kenal menyerah dari SCTV berhasil membuat SCTV menyamakan kedudukan…tepat ketika pertandingan akan berakhir…Gadis Parengkuan…pemain asal Manado ini…betul-betul luar biasa…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kus&lt;/strong&gt;      Memang sebuah blunder dari para pemain bertahan MetroTV…terlalu fokus mereka pada Anastasya Putri yang sudah mencetak 2 gol di pertandingan ini, oleh karena itu kita lihat bagaimana Gadis Parengkuan bisa dengan leluasa memasuki wilayah pertahanan MetroTV, apalagi rupanya kiper Dian Krishna sudah terlanjur keluar meninggalkan gawangnya…keputusan yang amat fatal dari Dian Krishna…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;DP&lt;/strong&gt;       Ini adalah gol pertama dari Gadis Parengkuan…gol yang memperpanjang hidup SCTV…dalam sebuah pertandingan hidup-mati yang amat sangat luar biasa pada malam hari ini…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;93’&lt;/em&gt;       Rosianna Silalahi pun melompat kegirangan menyambut gol Gadis Parengkuan…langsung saja berlari dia dan memeluk Gadis Parengkuan…kegembiraan luar biasa terjadi di kubu SCTV…sementara itu Andy F Noya balik terdiam…kemenangan yang sudah di depan mata kini sirna!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Kick-off untuk MetroTV…dan wasit Valerina Daniel meniup peluit tanda berakhirnya pertandingan…perpanjangan waktu…skor 4-4 SCTV dan MetroTV dan perpanjangan waktu akan segera dimulai…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; =============&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;DP&lt;/strong&gt;       Bung Kus…luar biasa sekali pertandingan pada malam hari ini…sebuah pertandingan yang amat pantas untuk sebuah final…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kus&lt;/strong&gt;      Memang, kalau kita lihat SCTV di babak kedua ini bermain lebih ngotot dan sedikit lebih agresif, ditambah lagi mungkin dengan mulai menurunnya permainan MetroTV akibat sudah unggul hingga dua gol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;DP&lt;/strong&gt;       Terjadi kejar mengejar gol yang cukup bagus malam hari ini, ada Sella Wangkar, lalu Zelda Savitri, kemudian Anastasya Putri mencetak gol kedua, kemudian baru Gadis Parengkuan…apakah ini dikarenakan dari ditarik keluarnya Prita Laura dan Najwa Shihab, Bung?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kus&lt;/strong&gt;      Sedikit blunder memang apabila kita pikirkan penggantian dari Andy F Noya tadi bahwa mungkin seharusnya Prita Laura bisa diganti nanti ketika pertandingan sudah berlangsung lebih lama, karena memang seharusnya ketika baru menit ke 60, tekanan dari lini tengah tidak boleh dikendurkan. Memang bahwa Frida Lidwina cukup kapabel dalam mengisi posisi Prita Laura, namun ketika pemain di lini tengah dikurangi dari 5 menjadi 4 orang, hal inilah yang dimanfaatkan oleh SCTV untuk berbalik menguasai tempo permainan…apalagi kemudian sering sekali Nova Rini dan Sondang Sirait mundur ke belakang sehingga seolah-olah SCTV bermain dengan pola 4-5-1, Bung Dian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;DP&lt;/strong&gt;       Lalu bagaimana dengan Najwa Shihab?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kus&lt;/strong&gt;      Mungkin satu lagi blunder bahwa Andy F Noya lupa kalau ini adalah pertandingan final, dan di sini sudah seharusnya pemain bermain habis-habisan. Menarik keluar Najwa Shihab hanya karena khawatir dia cedera, rasanya bukan sebuah alasan yang cukup bisa diterima. Meskipun nanti Najwa Shihab tidak mencetak gol lagi, tapi kehadirannya setidaknya bakal membuat SCTV berpikir ulang untuk keluar menyerang. Bukan saya bilang bahwa Elvita Khairani kurang bagus…Elvita adalah pemain yang cukup bagus, hanya saja reputasinya mungkin belum sehebat Najwa Shihab untuk menjadi sebuah faktor deterrent.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;DP&lt;/strong&gt;       Kalau begitu, dari hasil ini bisa kita simpulkan bahwa pergantian yang dilakukan oleh Rosianna Silalahi lebih berhasil, Bung Kus?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kus&lt;/strong&gt;      Saya kira pergantian pemain yang dilakukan oleh Rosianna Silalahi malah lebih kental unsur gambling-nya. Pemain-pemain cadangan SCTV masih muda, dan secara reputasi belum bisa menyamai skuad MetroTV…hanya mungkin saja Rosianna Silalahi memanfaatkan faktor jiwa muda ini sebagai pertimbangan…lagipula Rosi, sebagai playing manager, amat sangat mengenal para pemainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;DP&lt;/strong&gt;       Gambling yang cukup berhasil kalau begitu…nah, ada lagi fenomena yang menarik bahwa MetroTV mengandalkan pemain-pemain eks SCTV, yaitu Kania Sutisnawinata, Eva Julianti, juga Elvita Khairani, sementara SCTV malah memainkan para pemain eks Trans7 seperti Gadis Parengkuan dan Juanita Wiratmaja, Bung…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kus&lt;/strong&gt;      Memang sebuah paradoks yang aneh, namun secara profesional keputusan itu harus bisa diterima...sayangnya Jasmine Valentine ditarik keluar tadi, kalau tidak kita bisa melihat seluruh mantan Trans7 di SCTV akan bertarung dengan mantan SCTV di MetroTV.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;DP&lt;/strong&gt;       Baiklah, Bung Kus…bagaimana peluang kedua tim di babak pertambahan waktu nanti? Adakah kesempatan salah satu akan memenangkan pertandingan, atau malah permainan akan berlanjut hingga adu penalti?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kus&lt;/strong&gt;      Jika kedua tim bermain terbuka seperti di babak kedua tadi, besar sekali kemungkinan bahwa kemenangan bisa tercapai di babak perpanjangan waktu, namun jika kedua tim bermain hati-hati, sangat mungkin berlanjut hingga adu penalti…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;DP&lt;/strong&gt;       Kalau sampai terjadi adu penalti, bagaimana kans kedua tim?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kus&lt;/strong&gt;      Di sini kedudukan cukup berimbang, karena kita tahu bahwa kiper Winny Arnold memiliki ketenangan dan skill yang cukup hebat untuk mengatasi tendangan penalti, namun MetroTV punya banyak sekali algojo-algojo tendangan penalti yang cukup handal.&lt;br /&gt; =================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Extra Time babak I&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;DP&lt;/strong&gt;       Yak, kali ini kedua tim sudah kembali memasuki lapangan pertandingan. Sudah mulai tenang mereka untuk menjalani babak perpanjangan waktu yang cukup signifikan. Rupanya telah terjadi pergantian, pergantian akhir di kubu MetroTV, nomor punggung 5, Virgie Baker, ditarik keluar, digantikan oleh nomor punggung 11, Fiona Yuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kus&lt;/strong&gt;      Fiona Yuan ini adalah pemain yang cukup serba bisa, jadi nampaknya Andy F Noya ingin memperkuat kembali lini tengahnya, kembali ke formasi 4-2-3-1.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;DP&lt;/strong&gt;       Fiona Yuan, pemain kelahiran Jiangxi, China…pemain “impor” MetroTV dari China, Bung Kus…kalau kita ingat, China memiliki SDM atlit yang amat bagus, terutama dalam atlet putrinya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kus&lt;/strong&gt;      Betul sekali, dan lagi kalau kita ingat tim sepakbola putri China sudah dua kali menjadi runner-up Piala Dunia Wanita…meskipun tidak sampai juara, tapi hal ini telah cukup membuktikan kualitas China. Fiona Yuan pun sebenarnya adalah pemain yang cukup bagus, dan memiliki skill yang cukup istimewa…sering sekali dia dirotasikan dengan Frida Lidwina, dan sekarang mereka dimainkan secara bersamaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;DP&lt;/strong&gt;       Kembali saling berhadapan kedua kapten, Rike Amru dari SCTV dan Rahma Sarita dari MetroTV, pengundian kembali oleh wasit Valerina Daniel…penonton bersorak sorai menyemangati jagoan mereka masing-masing. Tampaknya MetroTV mendapat giliran kick-off lebih dulu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;91’&lt;/em&gt;       Kick-off MetroTV, kali ini oleh Fiona Yuan dan Elvita Khairani. Elvita Khairani…langsung menyerang para pemain MetroTV…bola diberikan kepada Meutya Hafid…kembali oper kepada Frida Lidwina…maju Frida Lidwina, angkat ke kanan ada Fiona Yuan…Elvita Khairani bersiap menyongsong bola…lebih dekat tadi kepada Linda Putri Mada, dibuang saja…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;95’&lt;/em&gt;       Serangan balik kali ini kembali dilakukan oleh MetroTV…Gadiza Fauzi…kepada Frida Lidwina…diberikan oleh Frida Lidwina kepada Fiona Yuan…melaju ke depan, Fiona Yuan…mendekati kotak penalti…Dwi Anggia dan Nastiti Lestari menghadang…umpan terobosan masuk ke dalam kotak penalti…langsung saja diterima oleh Elvita Khairani…tembak Elvita dan…MASUK!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Tapi…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Dianulir tadi gol dari Elvita Khairani…Monica Desideria, memberikan tanda off-side…agak kecewa tadi Elvita Khairani…dalam tayangan lambat kita saksikan…benar sekali, terlalu cepat masuk tadi Elvita Khairani sehingga terperangkap off-side…hilang satu kesempatan emas untuk membuat MetroTV unggul…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;99’&lt;/em&gt;       Serangan kali ini dibangun oleh SCTV…Gadis Parengkuan kepada Rike Amru…langsung diarahkan kepada Juanita Wiratmaja….Juanita, umpan satu dua dengan Sondang Sirait…Ooh…koordinasi yang amat buruk tadi antara Juanita Wiratmaja dan Sondang Sirait…bola menggelinding keluar lapangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;104’&lt;/em&gt;     Tendangan bebas untuk SCTV dilakukan oleh Sella Wangkar…tembak langsung Sella Wangkar!! Masih melambung jauh di atas mistar gawang. Tendangan gawang untuk MetroTV…dilakukan oleh Dian Krishna dan…oh…peluit tanda berakhirnya babak pertama babak perpanjangan waktu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Extra Time babak II.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;106’&lt;/em&gt;     Kick-off, kali ini oleh SCTV…Anastasya Putri…langsung kepada Sondang Sirait…tarik ke belakang ada Juanita Wiratmaja…Sella Wangkar…kembali pada Sondang Sirait…dioper langsung saja kepada Anastasya Putri…masih Anastasya Putri…chip kepada Gadis Parengkuan…coba dihadang oleh Lucia Saharui…Gadis Parengkuan…tembakan langsung dan…MASUK!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Tapi…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Kembali gol dianulir oleh Valerina Daniel…rupanya telah terjadi pelanggaran tadi, Gadis Parengkuan menyikut Lucia Saharui hingga jatuh…kartu kuning diberikan oleh wasit Valerina Daniel kepada Gadis Parengkuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;112’&lt;/em&gt;     Kita lihat kali ini di kubu MetroTV, Andy F Noya tengah berdiskusi serius dengan kedua asistennya, Makroen Sanjaya dan Retno Shanti Ruwyastuti..nampaknya tengah menyiapkan sebuah daftar, Andy F Noya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;114’&lt;/em&gt;     Sementara itu, di kubu SCTV, masih kegiatan yang sama, Rosianna Silalahi dan asistennya, Eko Wahyu Tawantoro, tampaknya mereka juga tengah menyusun sebuah daftar…teralihkan sejenak perhatian mereka dari lapangan…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;118’&lt;/em&gt;     Kurang begitu bersemangat kali ini permainan dari kedua tim. Kembali serangan dari SCTV kembali gagal akibat dibuang saja bola tadi…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;DP&lt;/strong&gt;       Nampaknya para pemain kedua kesebelasan bermain sangat hati-hati…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kus&lt;/strong&gt;      Ya, mereka mengharapkan untuk menuju ke adu penalti…selain itu mungkin baik SCTV maupun MetroTV takut kembali kebobolan, karena ini adalah tahap yang amat krusial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;DP&lt;/strong&gt;       Baik Andy F Noya maupun Rosianna Silalahi masing-masing membuat sebuah daftar…apakah daftar pengambil penalti?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kus&lt;/strong&gt;      Pastinya, karena dengan laju permainan yang mulai stagnan, kemungkinan untuk ke adu penalti amat sangat besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;120’&lt;/em&gt;     Akhirnya…peluit panjang pun dibunyikan…tanda berakhirnya babak perpanjangan waktu…sekarang kedua tim akan bersiap-siap melaksanakan adu penalti…Semua pemain tampak berkumpul di sisi lapangan kubu masing-masing. Pelatih dan kapten saling mengobrol dan berdiskusi…sementara pemain yang lain mendapatkan perawatan dari para masseur tim. Para penendang juga mulai disiapkan mentalnya untuk menghadapi adu penalti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Daftar pengambil tendangan penalti akhirnya diserahkan kepada wasit Valerina Daniel…kapten Rike Amru dan kiper Winny Arnold maju disertai juga dengan kapten Rahma Sarita dan kiper Dian Krishna untuk pengundian memilih sisi gawang dan siapa yang bakal menendang duluan. MetroTV menang…mereka akan menembak duluan. Masih ada beberapa waktu sebelum mulai…kedua kiper pun menenangkan diri dan duduk bersimpuh untuk berdoa. Situasi pun mejadi cukup tegang…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Bersiap-siap…para pemain pun menuju ke tengah lapangan, mereka saling berangkulan membentuk rantai…dengan ekspresi muka yang amat tegang. Sementara kiper bersiap di sisi gawang yang ditentukan untuk penembakan…di sana, kembali mereka berdoa sambil menghadap tiang gawang. Winny Arnold bahkan sampai mencium tiang gawang untuk keberuntungan…Valerina Daniel memberi aba-aba…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Adu Tendangan Penalti…&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;M1&lt;/strong&gt;       Sudah bersiap-siap di bawah mistar gawang, kiper Winny Arnold…yang akan maju pertama dari pihak MetroTV adalah Meutya Hafid, eksekutor bola mati terbaik dari MetroTV. Tajam sekali Meutya Hafid menatap ke arah Winny Arnold. Peluit berbunyi…Winny Arnold merentangkan tangannya dan melompat-lompat…Meutya Hafid mengambil ancang-ancang…menendang dan…MASUK!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Dingin dan mantap sekali Meuty Hafid…bola melaju kencang tanpa bisa dipertahankan oleh Winny Arnold…sekarang penendang berikutnya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;S1&lt;/strong&gt;        Berganti Dian Krishna yang bersiap di lapangan…kali ini eksekutor pertama SCTV adalah Sella Wangkar. Tidak terbebani nampaknya Sella Wangkar dengan keberhasilan Meutya Hafid tadi…masih dengan gaya khasnya…tanpa awalan..peluit berbunyi dan..MASUK!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Cepat sekali Sella Wangkar dalam menendang sehingga kiper Dian Krishna tak sempat bereaksi. Gol penalti kedua dalam pertandingan ini, Sella Wangkar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;M2&lt;/strong&gt;       Kedudukan 1-1 dalam adu penalti…kali ini dari MetroTV, eksekutor kedua adalah Frida Lidwina. Sama seperti Meutya Hafid, Frida Lidwina adalah salah satu eksekutor bola mati terbaik di MetroTV. Bersiap-siap Winny Arnold…sejenak saja melihat, Frida Lidwina….peluit berbunyi…Frida mulai menendang dan…MASUK!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Kali ini bola tidak begitu kencang, namun melintir, sehingga mengecoh Winny Arnold.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;S2&lt;/strong&gt;        Penendang kedua SCTV, pemain yang baru saja masuk dari Amerika Serikat, ini dia, Sondang Sirait. Agak gugup Dian Krishna tampaknya menghadapi Sondang Sirait…memperbaiki dulu posisi bola…peluit berbunyi…tidak segera dilakukan…langsung saja Sondang dan…MASUK!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Kiper Dian Krishan menebak arah yang salah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;M3&lt;/strong&gt;       Kedudukan imbang 2-2, dan penendang berikutnya adalah Zelda Savitri. Cukup lama Zelda absen dari tim inti, dan kini kembali dengan memberikan kontribusi yang cukup besar dalam langkah MetroTV hingga sampai sejauh ini…tajam sekali mata Zelda Savitri menusuk ke arah Winny Arnold seolah hendak menghipnotisnya…peluit berbunyi…MASUK!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Hampir saja, Winny Arnold tidak bisa bergerak untuk menghentikannya…applause diberikan kepada Zelda Savitri oleh penonton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;S3&lt;/strong&gt;        Dian Krishan kembali bersiap-siap, dan kali ini yang ia hadapi adalah orang yang dalam pertandingan ini sudah 2 kali membobol gawangnya, yaitu Anastasya Putri. Penuh percaya diri, Anastasya Putri…peluit berbunyi…langsung saja menendang dan…MASUK!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Tidak terlalu keras tadi tendangan Anastasya Putri, namun menyusur tanah dan tak terjangkau oleh Dian Krisha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;M4&lt;/strong&gt;       Kali ini maju ke depan, penendang berikutnya dari MetroTV, Gadiza Fauzi, dalam kedudukan 3-3. Bermain cukup cemerlang tadi Gadiza Fauzi, dalam berjibaku dengan para pemain SCTV…bisakah kali ini dia menyempurnakan penampilannya? Peluit berbunyi…ambil saja Gadiza Fauzi dan…GAGAL!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Melenceng jauh tinggi tadi tendangan penalti dari Gadiza Fauzi…para pemain dan suporter SCTV pun berteriak gembira menyambut ini…agak kecewa dan sedih sekali Gadiza Fauzi…menangis sepertinya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;S4&lt;/strong&gt;        Nastiti Lestari maju sebagai eksekutor keempat dari SCTV, kesempatan baginya untuk mencetak gol dan membawa SCTV menjadi juara…mampukah ia? Peluit berbunyi…Nastiti mengambil bola dan…GAGAL!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Hanya membentur tiang gawang dan memantul keluar! Masih ada harapan hidup bagi MetroTV! Nampaknya Nastiti tidak habis pikir bagaimana dia bisa gagal…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;M5&lt;/strong&gt;       Kedudukan sementara masih 3-3 setelah Gadiza Fauzi dan Nastiti Lestari tadi gagal. Siapakah yang akan maju dari MetroTV? Rupanya sang kapten sendiri, Rahma Sarita…Rahma Sarita selama ini dikenal sebagai kapten yang amat lugas, namun terkadang bisa agak emosional…persis seperti Roy Keane dulu…. Sudah bersiap Rahma Sarita…mundur sebentar dan membetulkan posisi bola…peluit ditiup…langsung ditendang saja Rahma Sarita! GAGAL!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Kembali pemain dan suporter SCTV bersorak-sorai! Berhasil ditebak dan dtangkap tadi bola tendangan Rahma Sarita oleh Winny Arnold…ia tampak memegangi kepalanya…apakah ini akhirnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;S5&lt;/strong&gt;        Penendang kelima dalam skor masih 3-3…inilah dia pemain pengganti…Juanita Wiratmaja…pemain yang tadi menggantikan Jasmine Valentine yang cedera. Melangkah pasti, Juanita Wiratmaja…semua orang pun berdoa…jika tendangan Juanita Wiratmaja nanti masuk, maka SCTV akan memenangkan pertandingan yang amat menegangkan malam hari ini…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Peluit berbunyi….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Juanita Wiratmaja mulai menembak…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Dan….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            &lt;strong&gt;&lt;em&gt;MASUK!!!!&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;            Langsung meledak kegembiraan di kubu SCTV!! Pelatih Rosianna Silalahi pun berlari masuk ke dalam lapangan untuk menyambut sang pahlawan, Juanita Wiratmaja dan Winny Arnold…berteriak-teriak kegirangan para pemain dan ofisial SCTV…SCTV telah menjuarai AnchorLiga 2007!!! Sementara itu tertunduk lesu para pemain dan ofisial MetroTV. Masih tidak percaya nampaknya, mereka telah kalah…kapten Rahma Sarita pun menangis tersedu-sedu di lapangan…diiringi oleh tangisan kekecewaan para pemain, ofisial, dan pendukung MetroTV di manapun…mereka telah kalah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; =======================&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;DP&lt;/strong&gt;       Yah, pemirsa, sudah kita saksikan tadi pertandingan final AnchorLiga 2007 antara SCTV melawan MetroTV yang dimenangkan oleh SCTV dengan skor 4-4 adu penalti 4-3. Bung Kus, betul-betul final yang luar biasa dengan kejar-mengejar angka ini…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kus&lt;/strong&gt;      Betul sekali, Bung Dian. SCTV yang walaupun tertinggal pada awalnya ternyata lalu bangkit dan memberikan perlawanan yang amat gigih hingga akhirnya berhasil memaksakan keadaan adu penalti…&lt;br /&gt; =======================&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Live&lt;/strong&gt;      Kita lihat sejenak di layar televisi, para pemain SCTV bersuka cita dan berpesta di lapangan…sementara itu masing-masing saling menghibur juga pemain MetroTV yang masih lesu akibat kalah…sebuah sportivitas yang patut dipuji. Andy F Noya, memberikan selamat kepada Rosianna Silalahi. Para suporter pun menyanyikan yel-yel kemenangan untuk SCTV.&lt;br /&gt;           &lt;br /&gt;Podium sudah disiapkan di lapangan…para pemain dan ofisial MetroTV berjajar untuk menerima pengalungan medali perak…masih ada lagi musim depan bagi mereka…medali perak dikalungkan oleh ketua NAFFA, Ira Koesno…Najwa Shihab, striker yang gagal mempersembahkan gelar juara kepada MetroTV sebelum dia absen untuk ke Australia musim depan…cukup kecewa, namun dia tetap tegar; lagipula sudah dikukuhkan Najwa Shihab sebagai capocannonieri AnchorLiga musim ini dengan 12 gol…lalu kapten Rahma Sarita yang gagal mengeksekusi penalti…cukup tabah Rahma Sarita…setelah Andy F Noya menerima pengalungan medali perak, rombongan MetroTV pun meninggalkan podium…kalah, tetapi mereka telah memberikan sebuah tontonan yang amat luar biasa.&lt;br /&gt;           &lt;br /&gt;Pemain SCTV pun akhirnya mulai naik ke atas podium untuk menerima pengalungan medali emas dan penyerahan piala. Kiper Winny Arnold, pahlawan ketika adu penalti…lalu Nastiti Lestari, SellaWangkar; sang pemain bintang…Juanita Wiratmaja; satu lagi pahlawan adu penalti,  Sondang Sirait, Nova Rini, Ajeng Kamaratih, Linda Putri Mada dan Dwi Anggia, duet palang pintu yang cukup solid terutama dalam babak-babak akhir…Sufiani Tanjung, Dian Ardianti, Inka Prawirasasra, Gadis Parengkuan; yang menyelamatkan SCTV dari kekalahan, Yenny Rosalinda, Christina Odorus, Anastasya Putri; striker yang bersama Najwa Shihab mencetak dua gol. Tampak Ira Koesno juga ikut gembira dengan kemenangan SCTV ini…semua pemain membelai piala AnchorLiga…pelatih Rosianna Silalahi, asisten pelatih Eko Wahyu Tawantoro, tim pelatih, Joy Astro, Nunung Setiyani, Ariyo Ardi…cukup sukses Rosianna Silalahi..pelatih yang disebut-sebut mirip dengan Jose Mourinho…dan terakhir adalah sang kapten, Rike Amru…menerima pengalungan medali emas dan penyerahan piala…terompet pun berbunyi kencang disertai hembusan kertas warna-warni dan pertunjukan kembang api…Rike Amru memngangkat piala tinggi-tinggi….&lt;br /&gt; =========================&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;DP&lt;/strong&gt;       Lalu di mana letak kunci kemenangan SCTV malam hari ini, Bung Kus?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kus&lt;/strong&gt;      Terlepas dari semua blunder yang dibuat oleh MetroTV, namun SCTV telah menunjukkan permainan yang solid, cepat, serta berani…meskipun nama-nama para pemain MetroTV lebih mentereng, tapi bahkan para pemain muda SCTV tetap tidak takut menghadapinya…ini adalah hal yang patut kita puji, yang mana seharusnya semua tim berbuat hal yang sama…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;DP&lt;/strong&gt;       Baiklah, Bung Kus…terima kasih telah menemani dan berkomentar dalam pertandingan malam hari ini…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kus&lt;/strong&gt;      Sama-sama, Bung Dian…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;DP&lt;/strong&gt;       Nah, pemirsa…sampai di sini dulu perjumpaankita dalam final AnchorLiga, kita akan bertemu kembali di lain kesempatan…saya Dian Purba dan rekan saya M. Kusnaeni undur diri…Salam Olahraga!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;==THE END==&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Review Pertandingan&lt;br /&gt;Final AnchorLiga 2007:&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SCTV NaFC vs MetroTV NaFC: 4-4 (pen 4-3)&lt;br /&gt;Gol: Anastasya Putri 10’, 79’; Sella Wangkar 65’; Gadis Parengkuan 92’ (SCTV); Najwa Shihab 22’, 34’; Meutya Hafid 42’; Zelda Savitri 72’(MetroTV)&lt;br /&gt;Adu penalti:&lt;br /&gt;MetroTV: Meutya Hafid (O), Frida Lidwina (O), Zelda Savitri (O), Gadiza Fauzi (X), Rahma Sarita (X)&lt;br /&gt;SCTV: Sella Wangkar (O), Sondang Sirait (O), Anastasya Putri (O), Nastiti Lestari (X), Juanita Wiratmaja (O).&lt;br /&gt;Venue: Stadion Utama TVRI (70.000 penonton)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7185873180086207103-6559673620585010735?l=brethrencourtstories.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://brethrencourtstories.blogspot.com/feeds/6559673620585010735/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7185873180086207103&amp;postID=6559673620585010735' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7185873180086207103/posts/default/6559673620585010735'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7185873180086207103/posts/default/6559673620585010735'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://brethrencourtstories.blogspot.com/2007/12/cerita-6d.html' title='Cerita #6d'/><author><name>stories_of_brethren_court</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03021158763061146397</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7185873180086207103.post-5418600760892066078</id><published>2007-12-02T21:50:00.000-08:00</published><updated>2007-12-02T22:08:44.080-08:00</updated><title type='text'>Cerita #6c</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Ini adalah cerita dengan menggunakan tokoh-tokoh dari “The Brethren Court” sebagai pemeran utamanya dengan selingan anchor-anchor sebagai pemanis. Cerita ini adalah fiksi belaka, dan dengan begitu tidak bisa dikaitkan dengan kenyataan. Kepada anchor-anchor yang bersangkutan, apabila kurang berkenan di hati, penulis mohon maaf.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;=================================&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;Final AnchorLiga 2007&lt;br /&gt;SCTV NewsAnchor FC vs MetroTV NewsAnchor FC&lt;br /&gt;“I Grande Classico Finale”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;Venue: Stadion Utama TVRI&lt;br /&gt;Kapasitas: 72.800 penonton (58.000 seaters)&lt;br /&gt;Fasilitas: &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;=World Class Pitch (Rumput Asli + Sintetis) dengan sistem drainase dan under-soil heating.&lt;br /&gt;=Dua layar videotron raksasa di Curva Nord dan Curva Sud plus pengatur waktu dan papan =digital penunjuk skor.&lt;br /&gt;=Kamar ganti pemain dengan dilengkapi semprotan air hangat dan jacuzzi.&lt;br /&gt;=Kafetaria untuk menampung lebih dari 5.000 orang dalam waktu yang bersamaan.&lt;br /&gt;=Retractable Roof yang bisa ditutup waktu hujan.&lt;br /&gt;=Lebih dari 14 spot untuk sudut pandang kamera.&lt;br /&gt;=Pagar pengaman yang terbuat dari fiberglass.&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Wasit:&lt;/strong&gt; Valerina Daniel&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Hakim garis:&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;-Monica Desideria&lt;br /&gt;-Tengku Malinda&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Fourth Official:&lt;/strong&gt; Helmi Johanes&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;IP:&lt;/strong&gt; Max Sopacua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Komentator:&lt;br /&gt;Indonesia:&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;-Dian Purba&lt;br /&gt;-M. Kusnaeni&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;International:&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;-Dalton Tanonaka&lt;br /&gt;-Jeremias Tetty&lt;br /&gt;-Yuni Wilcox&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Prediksi&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Bet Brain: 1 (3,82) X (3,00) 2 (1,25)&lt;br /&gt;Soccerstats: 1 (27%) X (22%) 2 (51%)&lt;br /&gt;BOLA: 45-55&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;DP&lt;/strong&gt;: Pemirsa, sekarang kita mengikuti pertandingan antara tim SCTV melawan MetroTV. Kedua tim kini tengah berjalan memasuki lapangan…MetroTV memakai seragam kebanggaan mereka, yaitu putih-putih, sementara SCTV memakai seragam kedua mereka yaitu biru gelap-biru langit. Memang pasar taruhan lebih condong ke arah MetroTV pada malam hari ini…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kus&lt;/strong&gt;: Saya kira itu hal yang wajar, Bung Dian mengingat impresif-nya permainan MetroTV musim ini, sehingga prediksi pun lebih condong kepada MetroTV.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;DP&lt;/strong&gt;: Yak, kita lihat siapa saja yang ada di bangku VIP pada malam hari ini, Bung Kus. Pada row I ada, para petinggi negara dan Otoritas Sepakbola Internasional: Menpora Adhyaksa Dault, Menkominfo Muhammad Nuh, Wapres Yusuf Kalla,  Ketua Umum INAFFA (Indonesia News Anchor Female Football Association) Ira Koesno, Ketua ALBB (AnchorLiga Bundes Bund) Zsa Zsa Yusaryahya, Presiden FIFA Sepp Blatter, Presiden UEFA Michel Platini, Presiden AFC, Mohammed Bin Hammam, dan ketua AFF, Dato Peter Velappan.&lt;br /&gt;Pda row II ada petinggi dari tim: Michael dan William Suriatmaja (SCTV), Surya Paloh (MetroTV), Harry Tanoesodibjo (MNC-RCTI), Chaerul Tanjung (TransCorp) serta Nirwan Darmawan Bakrie (ANTV).&lt;br /&gt;Pada row III ada para pelatih dari semua tim yang berlaga di Liga musim ini: Arief Suditomo (RCTI), Gatot Triyanto (TransTV), Titin Rosmasari (Trans7), dan Karni Ilyas (ANTV).&lt;br /&gt;Pada row IV adalah tamu kehormatan, yaitu para anggota Brethren Court: Maman198, Charlie368, didot10, Mje, Janissary, Aschu, Reds &amp;amp; Black, me_almost_here, Andrade_Silva, ShadowX, Fixmanius, Jhariman, Jawe, Don Nicho, Idrakha, ad1keren, Fabeilo, dan Gangsaraji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu kedua tim sudah berjajar di lapangan, bersiap untuk mendengarkan lagu kebangsaan Indonesia Raya. SCTV ada di sebelah utara, sementara MetroTV berada di sebelah selatan, dan dari paling ujung utara ke selatan adalah: Sondang Sirait, Dwi Anggia, Ajeng Kamaratih, Jasmine Valentine, Linda Putri Mada, Nova Rini, Nastiti Lestari, Anastasya Putri, Sella Wangkar, kiper Winny Arnold, dan kapten Rike Amru, lineswoman I Tengku Malinda, wasit Valerina Daniel, lineswoman II Monica Desideria, kapten Rahma Sarita, kiper Dian Krishna, Najwa Shihab, Gadiza Fauzi, Virgie Baker, Prita Laura, Eva Julianti, Zelda Savitri, Meutya Hafid, Kania Sutisnawinata, dan Frida Lidwina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah lagu kebangsaan Indonesia Raya selesai dikumandangkan, kapten Rike Amru dan Rahma Sarita tos-tosan koin, dan hasilnya Rike Amru menang. SCTV akan kick-off terlebih dahulu dan memilih sisi gawang sebelah utara. Para pendukung yang memadati stadion pun menggemuruhkan yel-yel untuk mendukung kesebelasan favoritnya masing-masing. Kembang api menyala di beberapa sudut stadion. Anastasya Putri dan Sondang Sirait maju ke lapangan tengah untuk mengambil kick-off. Wasit Valerina Daniel akhirnya mendapatkan isyarat “OK” dari kedua asisten wasitnya yang telah memeriksa gawang dan tetek bengek lainnya. Val lalu melihat jamnya dan menaruh peluit di mulutnya. Semua orang menunggu dengan tegang…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PRIIIT!!!!...dan pertandingan pun dimulai…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;1’&lt;/em&gt;         Kick-off sudah dilakukan…Anastasya Putri kepada Sondang Sirait…langsung saja diberikan kepada Nova Rini…maju ke depan Nova Rini, dibayang-bayangi saja oleh Meutya Hafid dan Gadiza Fauzi, Anastasya Putri sudah bersiap menyambut umpan, dilepaskan Nova Rini pada Anastasya Putri dan…berhasil dipotong tadi umpan oleh Eva Julianti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;5’&lt;/em&gt;         Pelanggaran dilakukan oleh Jasmine Valentine terhadap Prita Laura, tendangan bebas pertama dalam pertandingan kali ini, akan diambil saja oleh Meutya Hafid. Cukup berbahaya, jarak 20 meter dari gawang. Ada Najwa Shihab di sana, ada Frida Lidwina di sana, ada Eva Julianti di sana. Tendang langsung saja Meutya Hafid dan..membentur kepala dari Linda Putri Mada dan keluar dari garis gawang. Tendangan sudut pertama dalam pertandingan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;8’&lt;/em&gt;         Tendangan penjuru kembali dilakukan oleh Frida Lidwina, ada beberapa pemain MetroTV di area gawang, Najwa Shihab dibayang-bayangi dengan ketat oleh Dwi Anggia, Meutya Hafid, Prita Laura, Gadiza Fauzi, dan Virgie Baker.&lt;br /&gt;Sudah dilakukan, Frida Lidwina. Dipukul saja oleh kiper Winny Arnold bola jatuh ke kaki Rike Amru, langsung dioper ke kanan kepada Ajeng Kamaratih…serangan balik dari SCTV&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;9’&lt;/em&gt;         Ajeng Kamaratih membawa bola, hampir mencapai tengah lapangan, dioperkan bola ke tengah kepada Marsella Wangkar…terlambat turun para pemain MetroTV, cuma ada Rahma Sarita dan Kania Sutisnawinata di sana, cukup berbahaya, Sella Wangkar coba ditahan oleh Gadiza Fauzi…umpan satu dua antara Sella Wangkar dengan Jasmine Valentine, kembali pada Sella Wangkar…umpan tarik ke sayap ada Sondang Sirait, cukup leluasa Sondang Sirait, crossing langsung ke tengah! Ada Anastasya Putri di sana!! Langsung sundul saja oleh Anastasya Putri dan..&lt;strong&gt;&lt;em&gt;GOOOOLLL!!!!&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;DP&lt;/strong&gt;       Luar biasa tadi kita lihat Bung Kus!! Sebuah serangan balik yang amat cepat dari SCTV, dan diselesaikan dengan amat manis oleh Anastasya Putri. Mengubah kedudukan sementara menjadi 1-0 untuk keunggulan SCTV!&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kus&lt;/strong&gt;      Betul…terlambat tadi para pemain MetroTV dalam mengantisipasi serangan balik dari SCTV inilah yang selama ini dikhawatirkan oleh Andy F Noya, bahwa pemain belakangnya terlalu sering melakukan overlap sehingga lupa menjaga wilayahnya sendiri.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;DP&lt;/strong&gt;       Kita lihat dari tayangan ulang, sebuah kerjasama yang manis tadi dari Sondang Sirait dan Anastasya Putri yang diselesaikan dengan amat dingin. Rahma Sarita berusaha memotong umpan namun rupanya lebih cepat Anastasya Putri. Bola sundulan mengarah ke sudut tak terjangkau oleh kiper Dian Krishna.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kus&lt;/strong&gt;      Memang seperti diduga, susah untuk menebak pergerakan seorang Anastasya Putri, karena meskipun terlihat hanya menunggu di sana, reaksi yang ditunjukkannya cukup untuk mengirimkan sengatan mematikan kepada MetroTV. Kita juga bisa lihat bagaimana seorang Sondang Sirait bisa sebegitu akuratnya memberikan umpan kepada Anastasya Putri, padahal Sondang dalam keadaan berlari cepat. Kerjasama macam inilah yang sering kita lihat dahulu seperti antara Eric Cantona dan Ole-Gunnar Solskjaer atau antara David Beckham dan Dwight Yorke, Bung Dian. Telah tercipta semacam ikatan batin sehingga bahkan tanpa melihat pun masing-masing pemain mampu mengirimkan umpan yang amat akurat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;DP&lt;/strong&gt;       Inilah Anastasya Putri, pemain kelahiran Semarang, tanggal 2 Februari…yang baru saja memberikan keunggulan sementara SCTV atas MetroTV dengan 1-0. Mendapat sambutan yang amat meriah tadi dari rekan-rekannya, juga penonton. Inilah gol keempat Anastasya Putri di musim ini. Sekali lagi lewat sunduluan kepalanya yang memang cukup berbahaya. Mengingatkan kita pada mntan striker Jerman dan AC Milan, Oliver Bierhoff. Kick-of untuk MetroTV&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;11’&lt;/em&gt;       Kick-off untuk MetroTV, dilakukan oleh Najwa Shihab dan Frida Lidwina. Dari Frida Lidwina, bola diberikan ke belakang kepada Eva Julianti. Eva memberikan bola kepada Zelda Savitri. Berlari ke depan, Zelda Savitri. Dibayang-bayangi oleh Nova Rini…masih Zelda Savitri…segera oper kepada Frida Lidwina. Ada Rike Amru di sana, dan…oh…pelanggaran. Dijatuhkan tadi Frida Lidwina oleh Rike Amru, tendangan bebas untuk MetroTV.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;12’&lt;/em&gt;       Bola dikuasai dari sayap kiri oleh Kania Sutisnawinata, bawa ke depan Kania. SCTV mulai membentuk blok pertahanan. Angkat ke depan Kania Sutisnawinata, maksudnya kepada Frida Lidwina…namun berhasil tadi dibuang oleh Rike Amru. Lemparan ke dalam untuk MetroTV.&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;DP&lt;/strong&gt;       Bung Kus, kalau kita lihat, sepertinya selepas mencetak gol pertama tadi, SCTV mulai bermain agak ke belakang ini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kus&lt;/strong&gt;      Memang benar, Bung Dian. Nampaknya SCTV bersiap untuk melakukan permainan secara defensif untuk mempertahankan keunggulan. Seperti kita tahu, susah untuk bisa melawan MetroTV dalam posisi sama-sama ofensif.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;DP&lt;/strong&gt;       Namun bukankah waktu masih cukup panjang, Bung Kus? Apakah kira-kira yang akan terjadi?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kus&lt;/strong&gt;      Di sinilah mungkin kesalahan dari SCTV, Bung Dian. Seharusnya, ketika waktu masih panjang, jangan dulu langsung bertahan, melainkan tetaplah bermain normal sambil sesekali mencuri kesempatan untuk bisa mencetak gol. Apalagi keunggulan hanya satu gol dengan waktu tersisa masih 80 menitan lagi ini cukup riskan sekali untuk kembali kebobolan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;14’&lt;/em&gt;       Pelanggaran tadi dilakukan oleh Dwi Anggia terhadap Najwa Shihab. Cukup ideal posisinya, berada di luar kotak penalti dari jarak 20 meter. Frida Lidwina akan mengambil tendangan bebas. Para pemain SCTV membentuk pagar betis. Kartu kuning tadi dihadiahkan dari wasit Valerina Daniel kepada Dwi Anggia…ini kartu kuning kedua yang diterima oleh Anggi dalam musim kompetisi ini. Frida Lidwina, sudah dilakukan! Masih melambung jauh di atas mistar gawang…tendangan gawang kepada SCTV, kiper Winny Arnold di depan bola.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;16’&lt;/em&gt;       Kembali serangan dari MetroTV, Najwa Shihab membawa bola, meliuk-liuk Najwa Shihab menghindari kawalan Dwi Anggia. Oper ke belakang kanan kepada Meutya Hafid, kerja sama satu dua, kembali kepada Najwa Shihab. Masih Najwa Shihab, kembali pemain belakang SCTV mundur ke belakang, menutup ruang gerak dari Najwa Shihab. Mencoba menerobos Najwa Shihab…oh…gagal Najwa Shihab. Bola melaju meninggalkan lapangan, kembali tendagan gawang untuk SCTV.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;18’&lt;/em&gt;       Berhasil dipatahkan tadi serangan balik SCTV, kini bola kembali dikuasai oleh MetroTV, Gadiza Fauzi membawa bola, umpan terobosan kepada Eva Julianti, masih Eva Julianti, sekarang kepada Zelda Savitri, dibayang-bayangi Zelda oleh Sella Wangkar, Zelda umpan kembali kepada Gadiza Fauzi. Frida Lidwina…berusaha melepaskan diri dari kawalan Jasmine Valentine, Frida Lidwina. Bola kepada Najwa Shihab, tembak langsung! Masih bisa ditangkap oleh kiper Winny Arnold.&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;DP&lt;/strong&gt;       Yak, Bung Kus, serangan bertubi-tubi ditunjukkan oleh para pemain MetroTV, menekan sekuat tenaga pertahanan SCTV. Bagaimana anda melihat ini, Bung Kus?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kus&lt;/strong&gt;      Secara normal memang hal itu harus dilakukan oleh MetroTV. Mereka dalam posisi tertinggal, Bung Dian, dan kita lihat betapa beberapa kali serangan MetroTV amat efektif hingga menembus lini pertahanan SCTV, namun emang belum ada yang membuahkan gol balasan.&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;21’&lt;/em&gt;       Sekali lagi serangan dari MetroTV, kali ini bola kembali dikuasai oleh Gadiza Fauzi, ada Frida Lidwina di depan, Meutya Hafid di depan, Najwa Shihab, dan dari belakang Zelda Savitri dan Virgie Baker juga siap mendukung. Kembali SCTV menumpuk pemainnya di belakang. Terobosan Gadiza Fauzi kepada Najwa Shihab…Najwa Shihab masih membawa bola, memasuki kotak penalti, langsung tadi Linda Putri Mada untuk menghentikan Najwa Shihab…tendangan menyilang dari Najwa Shihab dan…&lt;strong&gt;&lt;em&gt;GOOOL!!!!&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;DP&lt;/strong&gt;       Luar biasa! Melewati kawalan dan hadangan pemain belakang SCTV, Najwa Shihab, striker paling berbahaya dari MetroTV melepaskan tembakan menyilang ke arah gawang! Bola melewati hadangan para pemain belakang SCTV dan masuk ke sudut gawang yang tidak bisa dijangkau oleh kiper Winny Arnold! Najwa Shihab, menyamakan kedudukan menjadi 1-1 gol tepat di menit ke-22, ini gol ke-11 bagi Najwa Shihab musim ini…&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kus&lt;/strong&gt;      Memang luar biasa sekali Najwa Shihab ini, dan inilah yang selalu ditakuti oleh lawan-lawannya, bagaimana kemampuan Najwa Shihab untuk bisa melihat celah dalam pertahanan dan mencetak gol. Kita lihat tadi bagaimana tendangan Najwa Shihab memang tidak begitu kencang, namun tepat sekali diarahkan kepada celah yang tidak dapat dijangkau oleh Winny Arnold.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;DP&lt;/strong&gt;       Dalam tayangan lambat kita lihat, jeli sekali Najwa Shihab, bisa melihat celah di dalam tembok pertahanan SCTV, dan meskipun dia sudah dibayang-bayangi oleh dua pemain SCTV, namun dengan amat manis Najwa Shihab bisa melepaskan tembakan yang menghasilkan gol. Dan gol ini mengukuhkan kedudukan Najwa Shihab sebagai calon capocannonieri musim ini. Gol kesebelas Najwa Shihab, menyamakan kedudukan menjadi 1-1.&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;23’&lt;/em&gt;       Kic-off untuk SCTV dalam kedudukan sementara 1-1. Anastasya Putri, langsung ke belakang kepada Jasmine Valentine. Berupaya untuk membangun serangan Jasmine Valentine, oper kepada Marsella Wangkar dan…oh…dipotong tadi oleh Gadiza Fauzi, inisiatif beralih ke MetroTV sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;25’&lt;/em&gt;       Meutya Hafid membawa bola…dilanggar saja oleh Rike Amru. Kartu kuning diberikan oleh wasit Valerina Daniel.&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;DP&lt;/strong&gt;       Sepertniya MetroTV sekarang mulai mengguebu-gebu dalam melaksanakan serangan, Bung Kus.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kus&lt;/strong&gt;      Betul sekali, Bung Dian, MetroTV memang sejak awal sudah menargetkan kemenangan, oleh karena itu mereka selalu berusaha untuk mengambil inisiatif penyerangan. Satu hal yang saya lihat adalah bagaimana para pemain MetroTV tidak mudah panik ketika tadi ketinggalan 0-1, dan dengan tenangnya mereka bermain menyerang sesuai dengan pola dan organisasi penyerangan yang cukup rapi.&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;28’&lt;/em&gt;       Pelanggaran kembali terjadi kali ini dilakukan oleh Jasmine Valentine kepada Eva Julianti. Terjadi ketegangan antara Jasmine dan Eva. Untunglah wasit Valerina Daniel segera cepat datang. Kedua kapten, Rike Amru dan Rahma Sarita maju di depan wasit, nampaknya berusaha untuk membela masing-masing anak buahnya. Yak…kartu kuning diberikan untuk Jasmine Valentine dan Eva Julianti.&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;DP&lt;/strong&gt;       Nampaknya frekuensi pelanggaran juga sudah mulai meningkat, Bung Kus, pertanda bahwa tensi permainan pada malam hari ini sudah semakin memanas.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kus&lt;/strong&gt;      Ini karena mungkin SCTV mengalami kesulitan untuk membendung permainan menyerang dari MetroTV, sehingga terpaksa melakukan pelanggaran-pelanggaran yang (sebenarnya) tidak perlu, Bung Dian.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;DP&lt;/strong&gt;       Belum terlihat bagaimana rapi dan solidnya kerjasama antar lini yang ditunjukkan dalam beberapa pertandingan lalu. Masih mudah tercerai-berai organisasi permainan dari SCTV kali ini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kus&lt;/strong&gt;      Ini akan mempermudah sama sekali bagi MetroTV untuk lebih leluasa menembus lini pertahanan SCTV, Bung Dian, nah para pemain SCTV harus mulai mengendalikan emosi, karena MetroTV bukanlah tim yang bisa dilawan dengan setengah-setengah.&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;30’&lt;/em&gt;       Bola lambung ke depan dari Kania Sutisnawinata, diterima oleh Prita Laura dan…handsball. Dibayang-bayangi tadi Prita Laura oleh Ajeng Kamaratih, agak kesulitan rupanya Prita Laura untuk mengalahkan Ajeng Kamaratih dalam duel udara. Kapten Rahma Sarita mengajukan protes, tapi nampaknya wasit Valerina Daniel tetap pada keputusannya. Kartu kuning bagi Prita Laura.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;33’&lt;/em&gt;       Kali ini serangan dari SCTV oleh  Nastiti Lestari…umpan ke depan oleh Nastiti Lestari, maksudnya pada Sella Wangkara tapi…oh…berhasil dipotong saja umpan oleh Eva Julianti…langsung oper ke depan Eva Julianti kepada Frida Lidwina dan dari Frida Lidwina langsung kepada najwa Shihab. Berlari dari tengah lapangan, Najwa Shihab.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;            Jasmine Valentine mencoba menghadang…LOLOS!&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;            Cepat sekali Najwa Shihab berlari sambil membawa bola…kali ini Rike Amru mencoba menahan…kembali LOLOS! Najwa Shihab! Meliuk-liuk tadi Najwa Shihab, melewati Rike Amru…masih Najwa Shihab, kali ini hadangan dari Nastiti Lestari, masih LOLOS! Semakin mendekati daerah gawang Najwa Shihab. Hadangan coba dilakukan oleh Dwi Anggia…tak sanggup Dwi Anggia menghentikan Najwa Shihab…Linda Putri Mada maju… Ohh…dilewati saja oleh Najwa Shihab…berhadap-hadapan dengan kiper Winny Arnold, langsung tembak NAJWA SHIHAB dan…&lt;strong&gt;&lt;em&gt;GOOOLL!!!!&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;DP&lt;/strong&gt;       Luar biasa!! Betul-betul gol yang luar biasa dari Najwa Shihab!! Satu pemain dilewati, dua pemain dilewati, tiga pemain dilewati, EMPAT pemain dilewati dan LIMA pemain tidak berhasil menghentikan Najwa Shihab! Melewati LIMA pemain Najwa Shihab sebelum akhirnya menaklukkan kiper Winny Arnold! Najwa Shihab, gol kedua belas untuk musim ini dan pastinya sekarang posisi Najwa Shihab di puncak pencetak gol terbanyak tidak akan tergoyahkan lagi!&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kus&lt;/strong&gt;      Ini memang kembali salah satu kelebihan dari seorang Najwa Shihab, dengan dribbling dan kecepatan serta kelincahan yang luar biasa, berhasil mengecoh hingga LIMA pemain SCTV sebelum akhirnya mencetak gol…ini sungguh sebuah gol yang luar biasa dari seorang Najwa Shihab dan pastinya adalah gol terbaik dalam musim ini, juga dalam sejarah AnchorLiga.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;DP&lt;/strong&gt;       Mirip sekali dengan gol seorang Diego Armando Maradona ke gawang Inggris,  Piala Dunia 1986 di Mexico! Maradona melewati 5 pemain belakang Inggris sebelum akhirnya menaklukkan kiper Peter Shilton…merupakan gol terbaik sepanjang masa dalam sejarah pelaksanaan Piala Dunia.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kus&lt;/strong&gt;      Jangan lupa bahwa di tahun 1994, gol serupa juga pernah diulang oleh pemain Arab Saudi, yaitu Saeed Owairan ke gawang Bulgaria di Piala Dunia 1994, dan kali ini pun gol serupa berhasil dibuat oleh Najwa Shihab.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;DP&lt;/strong&gt;       Yak, Najwa Shihab,…striker terbaik MetroTV, dan mungkin juga striker terbaik di AnchorLiga, mencetak gol yang amat spektakuler…membawa MetroTV unggul 2-1, dan para suporter fanatik MetroTV saling bersorak sorai menyambut gol dari Najwa Shihab ini…nampaknya mereka amat yakin kalau MetroTV akan meraih kemenangan hari ini.&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;35’&lt;/em&gt;       Kick off kembali dilakukan oleh SCTV. Keadaan sekarang berbalik setelah MetroTV berhasil unggul setelah sebelumnya ketinggalan 0-1. Mencoba membangun serangan, kali ini oleh Sondang Sirait, langsung kepada Nova Rini tapi…ah…terlalu deras umpan dari Sondang Sirait, tak terjangkau oleh Nova Rini. Hanya menghasilkan lemparan ke dalam untuk MetroTV.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;39’&lt;/em&gt;       SCTV kembali mencoba untuk melakukan serangan dari arah sayap oleh Sondang Sirait. Masih Sondang Sirait, digagalkan saja oleh Kania Sutisnawinata. Tendangan pojok bagi SCTV…akan diambil oleh Sella Wangkar. Sudah dilakukan, melambung Sella Wangkar! Anastasya Putri melompat!! Ah..masih terlalu dekat dengan kiper Dian Krishna. Ditangkap saja bola lambung tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;41’&lt;/em&gt;       Serangan kembali, kali ini dilakukan oleh MetroTV, masih Gadiza Fauzi di sana…kerjasama yang amat manis sekali dengan Eva Julianti…angkat ke depan ada Frida Lidwina…Prita Laura…sekarang langsung ke Najwa Shihab! Memasuki kotak penalti, Najwa Shihab! OOH!! Dilanggar saja dengan cukup keras, Najwa Shihab oleh Nastiti Lestari…kartu kuning diberikan oleh wasit Valerina Daniel kepada Nastiti Lestari…tendangan bebas bagi MetroTV tepat di luar kotak penalti…ada Frida Lidwina di sana…Meutya Hafid di sana…siapa yang akan mengambilnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;DP&lt;/strong&gt;       Mulai berjatuhan kartu kuning dari wasit Valerina Daniel.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kus&lt;/strong&gt;      Betul sekali, Bung Dian. Memang tensi permainan dalam pertandingan kali ini luar biasa, dan menjelang jeda ini, emosi pun juga sudah berperan, sehingga memang dibutuhkan ketegasan wasit agar situasi panas tidak berlarut-larut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;DP&lt;/strong&gt;       Kalau kita lihat, menarik sekali bahwa Valerina Daniel adalah dulu mantan pemain dari kedua kesebelasan…sebelum akhirnya pindah ke ANTV dan kini sudah pensiun dini…hanya menjadi wasit saja Valerina Daniel.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kus&lt;/strong&gt;      Dengan posisi seperti itu, diharapkan Valerina Daniel mampu memberikan keputusan yang benar, karena dia memang sudah mengenal kedua tim dengan baik…&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;42’&lt;/em&gt;       Bersiap-siap para pemain SCTV membentuk pagar betis…Nastiti Lestari, Sella Wangkar, Anastasya Putri…sementara di depan bola ada Frida Lidwina dan Meutya Hafid, masing-masing siap untuk melakukan tembakan, namun siapa yang akan mengambilnya? Peluit berbunyi…Frida Lidwina maju…dilewati saja bolanya..MEUTYA HAFID mengambil bola! Meluncur deras dan &lt;strong&gt;&lt;em&gt;GOOOL!!!!&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;DP&lt;/strong&gt;       Tendangan bebas yang amat akurat tadi kita lihat, Bung Kus…bola meluncur dengan sangat manis melewati kepala para pemain dari SCTV lalu masuk ke sudut yang…meskipun bisa ditebak oleh Winny Arnold, namun kurang cepat Winny Arnold untuk mengamankan gawangnya!&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kus&lt;/strong&gt;      Di sini kita lihat bagaimana Meutya Hafid mampu menembakkan bolanya justru melewati sudut yang sempit, karena justru di sudut sempit itulah sudut yang amat sangat susah untuk diantisipasi kiper Winny Arnold.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;DP&lt;/strong&gt;       Meutya Hafid…musim lalu menjadi penyerang utama, namun seiring dengan kepergian Chantal maka Meutya Hafid beralih posisi sebagai gelandang serang…banyak sekali gol-gol MetroTV yang lahir dari assist-nya. Selain itu, kemampuannya mengambil bola mati juga cukup luar biasa…seperti yang kita baru saja saksikan bersama. Skor sementara 3-1 untuk keunggulan MetroTV. Semakin dekat nampaknya MetroTV dalam meraih trofi juara musim ini. Pelatih Andy F Noya tampak tersenyum lebar…sementara pelatih Rosianna Silalahi masih belum lepas dari muka tegangnya…&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;43’&lt;/em&gt;       Kick-off dari SCTV…cukup berat perjuangan SCTV setelah tertinggal 1-3 dari MetroTV. Berhasil dipatahkan tadi serangan dari SCTV, kali ini kembali pada MetroTV. Kanai Sutisnawinata..umpan ke depan langsung kepada Meutya Hafid…Najwa Shihab…OOH…kembali jatuh tadi dilanggar Najwa Shihab oleh Ajeng Kamaratih…kembali kartu kuning kali ini dihadiahkan oleh Valerina Daniel kepada Ajeng Kamaratih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;44’&lt;/em&gt;       Tim medis memasuki lapangan…masih tergeletak di dalam lapangan tadi Najwa Shihab akibat dilanggar dengan cukup keras oleh Ajeng Kamaratih. Najwa Shihab pun ditandu keluar dari lapangan…&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;DP&lt;/strong&gt;       Sepertinya Najwa Shihab mulai cedera, Bung Kus.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kus&lt;/strong&gt;      Betul sekali…dari catatan saya, Najwa Shihab ini paling sering dilanggar oleh pemain lain…cukup berbahaya untuk ukuran seorang pesepakbola. Seperti kita ketahui, Bung Dian, Marco Van Basten dulu mengalami cedera permanen karena dia sering sekali dilanggar oleh musuh.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;DP&lt;/strong&gt;       Bagaimana seandainya kalau Najwa Shihab tidak dapat melanjutkan permainan, Bung Kus?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kus&lt;/strong&gt;      Pastinya ini adalah kerugian besar, karena jarang ada pemain yang bisa menggantikan Najwa Shihab. Namun nampaknya dengan keunggulan selisih gol ini, besar kemungkinan Pelatih Andy F Noya tak akan terlalu banyak mengambil resiko.&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;45’&lt;/em&gt;       Tendangan bebas tadi diambil oleh Meutya Hafid…kali ini membentur tembok pertahanan SCTV. Najwa Shihab sudah kembali masuk ke lapangan setelah memakai semprotan  penahan sakit. Asisten keempat, Helmi Johanes menunjukkan angka…tambahan waktu satu menit lagi. SCTV mencoba untuk mengejar ketinggalan di waktu yang tersisa sebelum babak pertama berakhir…kali ini lewat Jasmine Valentine…Ajeng Kamaratih…Sella Wangkar…masih Sella Wangkar…dibawa ke depan ke arah Anastasya Putri…dan OOH…dilanggar tadi Anastasya Putri oleh Zelda Savitri…tendangan bebas untuk SCTV, dan kembali satu kartu kuning dikeluarkan untuk Zelda Savitri. Sondang Sirait menghadapi bola…langsung saja Sondang Sirait…berhasil dibuang tadi oleh Rahma Sarita…dan…yak…&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;            Wasit Valerina Daniel meniup peluit panjang…tanda berakhirnya 45 menit babak pertama. Kedudukan sementara 3-1 untuk keunggulan MetroTV. Najwa Shihab mencetak dua gol, ditambah dengan gol tendangan bebas dari Meutya Hafid, sementara gol balasan SCTV dicetak oleh striker mereka, Anastasya Putri. Kita kembali ke studio…&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Komentar Jeda Pertandingan:&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;DP&lt;/strong&gt;       Mitra olahraga, demikianlah tadi telah kita saksikan 45 menit babak pertama pertandingan final AnchorLiga antara SCTV melawan MetroTV, yang berakhir dengan kedudukan 3-1 untuk keunggulan MetroTV. Tiga gol MetroTV dicetak oleh Njawa Shihab masing-masing pada menit ke-22 dan ke-34, ditambah oleh Meutya Hafid melalui tendangan bebas pada menit ke-42. Sementara satu-satunya gol SCTV dalam babak pertama ini diciptakan oleh tandukan kepala Anastasya Putri pada menit ke-10. Bung Kus, MetroTV bermain dengan impresif sekali pada malam hari ini, walaupun sudah tertinggal lebih dahulu, namun mereka bisa membalikkan keadaan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kus&lt;/strong&gt;      Yah, memang kita lihat bagaimana kualitas permainan MetroTV yang semenjak awal musim selalu bermain cantik dan impresif, dan permainan itu pula yang diperlihatkan oleh MetroTV pada malam hari ini. Ini masih ditambah lagi dengan cemerlangnya permainan bakat-bakat individu MetroTV seperti Najwa Shihab, Meutya Hafid, Eva Julianti, dan Gadiza Fauzi. Di sini kita lihat bagaimana serangan-serangan MetroTV berhasil menembus organisasi pertahanan SCTV yang selama ini dikenal cukup solid sehingga mereka bisa mnguasai permainan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;DP&lt;/strong&gt;       Bahkan kalau kita luhat, Bung Kus, sepertinya SCTV tidak menunjukkan pola permainan yang cukup rapi seperti biasanya, ya?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kus&lt;/strong&gt;      Memang seperti ada yang salah dalam permainan SCTV malam hari ini. SCTV yang biasanya selalu ngotot dan bermain dengan amat sistematis, solid, dan rapi, namun malam ini kita lihat begitu mudahnya MetroTV menembus lini permainan mereka, Bung Dian. Seolah-olah tidak terlihat jejak SCTV yang selama ini selalu bermain dengan organisasi yang rapi dan amat kuat. Amat disayangkan bahwa hal ini terjadi justru pada saat final, saat menghadapi lawan yang amat sangat tangguh.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;DP&lt;/strong&gt;       Menurut Bung Kus, apakah ini berhubungan dengan terkurasnya stamina para pemain SCTV akibat sebelumnya bermain hingga perpanjangan waktu 2x15 menit melawan TransTV, Bung Kus?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kus&lt;/strong&gt;      Faktor fisik saya yakin pasti berpengaruh, apalagi MetroTV memiliki waktu recovery sehari lebih lama daripada SCTV, dan MetroTV jugatidak perlu bermain dalam perpanjangan waktu ketika melawan RCTI di semifinal. Namun di sini saya juga melihat adanya faktor mental yang ikut bermain. Para pemain setelah berhasil unggul akhirnya mulai mengendorkan permainannya sehingga sangat mudah bagi MetroTV untuk mengambil alih inisiatif permainan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;DP&lt;/strong&gt;       Di sini kita tadi melihat juga bagaimana terciptanya gol yang amat spektakuler yang dibuat oleh Najwa Shihab dengan melewati hingga lima pemain. Sebuah gol yang saya yakin akan disamakan dengan gol indah Maradona di Piala Dunia 1986. Bagaimana menurut Bung Kus tentang gol ini?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kus&lt;/strong&gt;      Ini memang gol yang amat spektakuler, Bung Dian, sekaligus menunjukkan betapa berbahayanya seorang Najwa Shihab ketika sudah membawa bola. Tidak diragukan lagi bahwa Najwa Shihab adalah penyerang terbaik di AnchorLiga musim ini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;DP&lt;/strong&gt;       Bagaimana kira-kira pertandingan Babak kedua nanti, Bung Kus? Apa yang harus dilakukan oleh SCTV untuk bisa membalikkan keadaan?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kus&lt;/strong&gt;      Yang pasti SCTV harus membenahi sektor mental mereka, dan kembali kepada ciri permainan yang rapi, disiplin, dan taktis yang selama ini telah berhasil membawa SCTV hingga mencapai babak final. Tentu pekerjaan yang cukup berat dalam jeda selama 15 menit ini bagi Rosianna Silalahi untuk bisa menemukan cara untuk membalikkan keadaan, Bung Dian.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Rangkuman Babak Pertama:&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;SCTV FC vs MetroTV FC: 1-3&lt;br /&gt;Gol: Anastasya Putri 10’ (SCTV); Najwa Shihab 22’, 34’; Meutya Hafid 42’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Statistik Permainan&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Gol: 1 (SCTV); 3 (MetroTV)&lt;br /&gt;Tendangan mengarah gawang: 8 (SCTV); 12 (MetroTV)&lt;br /&gt;Tendangan sudut: 2 (SCTV); 6 (MetroTV)&lt;br /&gt;Pelanggaran: 10 (SCTV); 8 (MetroTV)&lt;br /&gt;Kartu Kuning:   &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7185873180086207103-5418600760892066078?l=brethrencourtstories.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://brethrencourtstories.blogspot.com/feeds/5418600760892066078/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7185873180086207103&amp;postID=5418600760892066078' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7185873180086207103/posts/default/5418600760892066078'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7185873180086207103/posts/default/5418600760892066078'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://brethrencourtstories.blogspot.com/2007/12/cerita-6c.html' title='Cerita #6c'/><author><name>stories_of_brethren_court</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03021158763061146397</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7185873180086207103.post-2719231618845100767</id><published>2007-11-18T23:17:00.000-08:00</published><updated>2007-11-22T20:13:49.153-08:00</updated><title type='text'>Cerita #6b</title><content type='html'>Ini adalah cerita dengan menggunakan tokoh-tokoh dari “The Brethren Court” sebagai pemeran utamanya dengan selingan anchor-anchor sebagai pemanis. Cerita ini adalah fiksi belaka, dan dengan begitu tidak bisa dikaitkan dengan kenyataan. Kepada anchor-anchor yang bersangkutan, apabila kurang berkenan di hati, penulis mohon maaf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;===================================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lanjutan dari Preview&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;SCTV NewsAnchor FC vs MetroTV NewsAnchor FC&lt;br /&gt;(Final AnchorLiga 2007)&lt;br /&gt;“I Grande Classico Finale”&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komentator pada petang hari ini adalah Bung Dian Purba (DP) dan Bung M. Kusnaeni (Kus).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;DP&lt;/strong&gt;: Salam Olahraga! Pemirsa setia AnchorLiga yang terhormat, pada hari ini kembali saya, Dian Purba menemani Anda sekalian di sini dalam siaran langsung pertandingan final AnchorLiga 2007 yang akan mempertemukan antara tim favorit juara, MetroTV, menghadapi mantan juara liga 4 kali SCTV. Tentu saja saya masih ditemani dengan rekan saya, Bung M. Kusnaeni. Apa kabar, Bung Kus, selamat malam!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kus&lt;/strong&gt;: Selamat malam, Bung Dian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;DP&lt;/strong&gt;: Bung Kus, pertandingan malam ini amat menarik sekali yaitu MetroTV FC, yang dikenal sebagai Los Galacticos, akan menghadapi tim yang punya sejarah juara panjang dalam turnamen yaitu SCTV. Bagaimana menurut Bung Kus mengenai pertandingan malam ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kus&lt;/strong&gt;: Yah, bisa kita lihat Bung Dian bahwa pertandingan malam ini cukup menarik. Meskipun SCTV memiliki sejarah juara yang cukup panjang dalam turnamen, namun dalam beberapa tahun terakhir ini SCTV sangat sulit sekali untuk mengulangi kejayaan tim ini di masa lalu. Kendalanya antara lain adalah dengan hengkangnya beberapa pemain pilar SCTV seperti Ira Koesno, lalu Ariana Herawaty, Indy Rahmawatie, dan juga Grace Natalie, Bung Dian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;DP&lt;/strong&gt;: Termasuk juga pelatih mereka saat ini, yaitu Rosianna Silalahi, yah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kus&lt;/strong&gt;: Iya, betul sekali, Bung Dian. Rosianna dulu dikenal sebagai ujung tombak paling berbahaya dalam tim SCTV dan kini sebagai pelatih, Rosi tampaknya ingin berupaya mengembalikan kejayaan SCTV di masa silam. Permasalahannya, secara karakter sulit bagi pemain-pemain baru SCTV untuk dapat menyamai senior mereka terdahulu, Bung Dian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;DP&lt;/strong&gt;: Apakah ini sebab dari menurunnya prestasi SCTV dalam beberapa musim terakhir?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kus&lt;/strong&gt;: Kurang lebihnya seperti itu, Bung Dian. Namun kita harus mengacungkan jempol juga pada Rosi, bagaimana tim SCTV yang di awal-awal musim ini sempat terseok-seok, akhirnya malah melaju dan meraih kemenangan demi kemenangan untuk mencapai final. Ini tentu saja adalah raihan yang cukup luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;DP&lt;/strong&gt;: Dan lawan mereka di final adalah MetroTV, tim yang disebut-sebut sebagai tim terkuat musim ini. Nah, membicarakan MetroTV ini menarik sekali Bung, karena MetroTV sudah menunjukkan permainan yang cukup impresif semenjak awal musim, antara lain dengan menggilas Trans7 FC 3-0 di TransCorp Stadium, betul-betul favorit juara, Bung Kus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kus&lt;/strong&gt;: Iya, MetroTV memang menjadi tim dengan kualitas individu yang berkelas dunia. Ini juga karena Presiden mereka, yaitu MetroTV yang cukup jeli untuk mengumpulkan pemain-pemain terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;DP&lt;/strong&gt;: Macamnya Roman Abramovich begitu, Bung Kus? &lt;tertawa&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kus&lt;/strong&gt;: &lt;tertawa&gt;Memang benar sekali, Bung Dian. Secara tim, MetroTV memang amat tangguh dan kuat, namun bukan berarti tak dapat dikalahkan. Pengalaman ketika MetroTV berhasil dikalahkan oleh MNC All-Stars FC 1-0 di MNC Stadion menunjukkan bahwa dengan semangat serta kedisiplinan, Metro pun bisa dikalahkan. Inilah yang harus dipahami oleh kedua tim yang akan berlaga malam hari ini, Bung Dian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;DP&lt;/strong&gt;: Yak, sudah kita lihat Bung Kus, bagaimana antusiasme dari masyarakat menyambut pertandingan final ini, Bung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kus&lt;/strong&gt;: Memang ini adalah final yang saya rasa final paling ramai sepanjang sejarah AnchorLiga…tim-tim pada musim ini sudah menunjukkan level permainan yang dalam hemat saya cukup impresif, dan memang menjadi hiburan sendiri bagi penontonnya, Bung Dian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;DP&lt;/strong&gt;: Kembali ke pertandingan, bagaimana menurut Anda peluang dari kedua tim untuk memenangkan pertandingan pada malam hari ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kus&lt;/strong&gt;: Tidak bisa dipungkiri bahwa MetroTV memiliki komposisi pemain kelas dunia, namun itupun bukan jaminan bahwa MetroTV bakal dengan mudah mengambil kemenangan dari SCTV. Saya yakin seorang Rosianna Silalahi pasti mengetahui cara untuk membangkitkan motivasi anak-anak asuhannya untuk menghadapi lawan yang di atas kertas lebih kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;DP&lt;/strong&gt;: Baiklah Bung Kus, kita lihat dulu profil dari kedua tim yang akan berlaga pada malam hari ini disertai dengan catatan perjalanan mereka hingga ke Final…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Profil Tim&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Nama : MetroTV NewsAnchor FC&lt;br /&gt;Homebase : Metro Nueva-Estadio de Kedoya (65.000 seats)&lt;br /&gt;Berdiri : 26 November&lt;br /&gt;Presiden : Surya Paloh&lt;br /&gt;Pelatih : Andy F Noya&lt;br /&gt;Seragam kandang: Putih (atasan), Putih (bawahan)&lt;br /&gt;Seragam tandang: Hitam-kuning (atasan), Hitam-kuning (bawahan)&lt;br /&gt;Seragam ketiga: Ungu (atasan), Ungu (bawahan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Road To Final:&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;First Round&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;MetroTV NaFC vs Trans7 C de F: 2-0.&lt;br /&gt;Gol: Najwa Shihab 24’, 56’(Metro)&lt;br /&gt;Venue: Nueva-Estadio de Kedoya (40.000 penonton)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trans7 C de F vs MetroTV NaFC: 0-3&lt;br /&gt;Gol: Najwa Shihab 32’; Meutya Hafid 76’; Elvita Khairani 84’(Metro)&lt;br /&gt;KM: Ratna Budi Hapsari (2 KK)(Trans7)&lt;br /&gt;Venue: TransCorp Stadium (52.000 penonton)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Aggregat 5-0)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Quarter final&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;MNC All-Stars FC vs MetroTV NaFC: 1-0&lt;br /&gt;Gol: Vina Mubtadi 46’(MNC)&lt;br /&gt;Venue: MNC Stadium (38.000 penonton)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MetroTV NaFC vs MNC All-Stars FC: 4-1&lt;br /&gt;Gol: Najwa Shihab 5’, 18’, 67’; Eva Julianti 55’p (Metro); Virgianty Kusumah 58’(MNC)&lt;br /&gt;Venue: Nueva-Estadio de Kedoya (49.000 penonton)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Aggregat 4-2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Semi final&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;MetroTV NaFC vs RCTI NaFC: 3-2&lt;br /&gt;Gol: Prita Laura 22’; Najwa Shihab 48’, 53’(Metro); Isyana Bagoes Oka 14’; Chantal della Concetta 74’ (RCTI)&lt;br /&gt;Venue: Nueva-Estadio de Kedoya (58.000 penonton)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RCTI NaFC vs MetroTV NaFC: 1-3&lt;br /&gt;Gol: Ledy Simarmata 59’ (RCTI); Najwa Shihab 19’, 44’; Meutya Hafid 64’ (Metro)&lt;br /&gt;Venue: MNC Stadium (50.000 penonton)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Aggregat 6-3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama : SCTV NewsAnchor FC&lt;br /&gt;Homebase : Grha Stadium SCTV (57.500 seat)&lt;br /&gt;Berdiri : 24 Agustus&lt;br /&gt;Presiden : Keluarga Sariatmadja&lt;br /&gt;Pelatih : Rosianna Silalahi&lt;br /&gt;Seragam kandang: Putih-Merah (atasan), Putih (bawahan)&lt;br /&gt;Seragam tandang: Biru gelap-Biru langit (atasan), Biru gelap-Biru langit (bawahan)&lt;br /&gt;Seragam ketiga: Kuning emas (atasan), Hitam (bawahan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Road to Final&lt;/strong&gt;:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;First Round&lt;/em&gt;:&lt;br /&gt;SCTV NaFC vs Indosiar FC: 0-0&lt;br /&gt;Gol: -&lt;br /&gt;KM: Ajeng Kamaratih (SCTV)&lt;br /&gt;Venue: Grha Stadium SCTV (31.000 penonton)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indosiar FC vs SCTV NaFC: 0-1&lt;br /&gt;Gol: Sella Wangkar 7’p (SCTV)&lt;br /&gt;Venue: Indosiar Stadium (34.000 penonton)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Aggregate 1-0)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Quarter final&lt;/em&gt;:&lt;br /&gt;SCTV NaFC vs SpVgg ANTV: 3-1&lt;br /&gt;Gol: Anastasya Putri 6’, 19’; Sondang Sirait 38’ (SCTV); Fessy Alwi 66’&lt;br /&gt;Venue: Grha Stadium SCTV (42.000 penonton)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SpVgg ANTV vs SCTV NaFC: 2-2&lt;br /&gt;Gol: Jasmine Valentine 48’; Anastasya Putri 82’ (SCTV); Rahma Alia 12’, 33’ (ANTV)&lt;br /&gt;Venue: BakrieTV Stadium (50.000 penonton)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Aggregate 5-3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Semi final&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;SCTV NaFC vs TransTV C de F: 1-1&lt;br /&gt;Gol: Sella Wangkar 42’ (SCTV); Githa Nafeeza 81’ (TransTV)&lt;br /&gt;Venue: Grha Stadium SCTV (55.000 penonton)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TransTV C de F vs SCTV NaFC: 1-2&lt;br /&gt;Gol: Ratna Dumila 32’ (TransTV); Jasmine Valentine 78’; Nova Rini 110’ (SCTV)&lt;br /&gt;Venue: TransCorp Stadium (51.000 penonton)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Aggregat 3-2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;DP&lt;/strong&gt;: Kalau melihat dari perjalanan kedua tim, tampak sekali yah, Bung Kus betapa MetroTV telah menampilkan permainan yang amat impresif sekali yah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kus&lt;/strong&gt;: Betul sekali, kita melihat bagaimana MetroTV berhasil mencetak 15 gol, sementara SCTV hanya mencetak 9 gol…hampir dua kali lipatnya sendiri. Sementara kedua tim mengalami kebobolan yang sama, yaitu 5 gol. Ini tentu saja menjadi perhatian yang amat serius, bagaimana hebatnya penyerangan dari MetroTV.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;DP&lt;/strong&gt;: Padahal kalau kita lihat MetroTV hanya bermain dengan seorang penyerang murni, yah? Yaitu Najwa Shihab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kus&lt;/strong&gt;: Kedua tim sebenarnya bermain dengan hanya satu orang penyerang murni, Bung Dian. SCTV hanya memakai Anastasya Putri di sana dengan didukung oleh dua penyerang sayap, yaitu Sondang Sirait dan Nova Rini atau Gadis Parengkuan, sementara Najwa Shihab di MetroTV didukung oleh tiga gelandang serang, yaitu Prita Laura, Meutya Hafid, Frida Lidwina, atau mungkin bisa bergantian dengan Fiona Yuan…dalam pola ini, tentu saja MetroTV memiliki penguasaan terhadap lini tengah yang amat baik, selain tiga gelandang serang, masih ada Eva Julianti sebagai gelandang jangkar, juga ada mungkin Gadiza Fauzi kalau dia diturunkan malam hari ini, dan mereka ini adalah gelandang-gelandang yang cukup piawai dalam pengaturan tempo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;DP&lt;/strong&gt;: Nah, kalau kita lihat mengenai Eva Julianti, kita ingat bahwa dulu MetroTV identik sekali dengan seorang Chantal della Concetta. Sekarang setelah Chantal pada awal musim secara mengejutkan memutuskan untuk pindah ke RCTI, seberapa besar menurut Bung Kus pengaruh kehilangan Chantal pada skema permainan MetroTV sekarang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kus&lt;/strong&gt;: Yang paling jelas adalah diubahnya formasi, bagaimana ketika MetroTV dahulu ketika masih ada Chantal selalu bermain dengan pola 4-4-2, namun kini setelah Chantal berpindah ke RCTI, mereka mengganti formasi dengan 4-2-3-1. Ini menunjukkan betapa peran Chantal di lini tengah MetroTV amat signifikan sehingga hampir-hampir sulit tergantikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;DP&lt;/strong&gt;: Lalu mengenai Eva sendiri, Bung Kus, ada yang menarik bahwa Eva ini dulunya adalah pemain tim SCTV, dan bahkan ada beberapa pemain MetroTV yang juga adalah bekas pemain SCTV. Rasanya ini cukup menarik, Bung Kus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kus&lt;/strong&gt;: Memang benar, ada beberapa pemain MetroTV yang merupakan bekas pemain SCTV, yaitu antara lain adalah Eva sendiri, lalu Kania Sutisnawinata, juga Elvita Khairani, dan kala kita masih ingat, dulu pun ada Valerina Daniel. Selain itu, sebelum dilatih oleh Andy F Noya, MetroTV juga pernah dilatih oleh Don Bosco Selamun, yang mana Don Bosco Selamun ini juga adalah mantan pelatih SCTV.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;DP&lt;/strong&gt;: Kalau begitu, adakah kira-kira kemungkinan bahwa pola SCTV mungkin akan dapat dibaca oleh MetroTV?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kus&lt;/strong&gt;: Kemungkinan itu tetap ada, Bung Dian, namun harus kita ingat pula bahwa SCTV era ketika Eva Julianti tentu saja berbeda dengan SCTV sekarang. Begitupun Rosianna Silalahi juga memiliki gaya kepelatihan yang berbeda dari Don Bosco Selamun, sehingga mungkin MetroTV tidak bakal begitu mudahnya untuk membaca permainan SCTV. Pastinya SCTV pun akan memberikan perlawanan yang cukup ketat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;DP&lt;/strong&gt;: Kalau kita lihat statistik lagi, Bung Kus, meskipun SCTV lebih sedikit dalam mencetak gol, akan tetapi justru tim SCTV ini malah yang belum pernah sekali pun kalah musim ini, sementara MetroTV sudah pernah mengalami kekalahan sekali. Bagaimana bisa begini, Bung Kus?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kus&lt;/strong&gt;: Memang setelah ditangani oleh Rosianna Silalahi, SCTV bermain lebih agresif, akan tetapi Rosi juga membenahi mengenai lini pertahanan, yang mana sebelum ini selalu menjadi titik lemah permainan SCTV. Selain itu, tidak seperti Don Bosco Selamun dulu, Rosi tidaklah terlalu fanatik dengan sepakbola indah, dan dia selalu menekankan kepada anak buahnya mengenai pentingnya sebuah kemenangan, Bung Dian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;DP&lt;/strong&gt;: Yah, kita potong pembicaraan kita ini sebentar karena kita sudah terhubung dengan rekan kita Bung Rayana Djakasurya langsung dari Stadion Utama tempat partai final akan dilangsungkan sebentar lagi. Selamat malam, Bung Ray!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;gambar&gt;&lt;strong&gt;Ray&lt;/strong&gt;: Yah, selamat malam Bung Dian, Bung Kus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;DP&lt;/strong&gt;: Bagaimana keadaan di sana, Bung Ray, apakah ramai seperti di tempat-tempat nonton bareng tadi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ray&lt;/strong&gt;: Yah, memang betul sekali, Bung Dian. Suasana stadion sudah penuh sesak, padahal di luar pun masih banyak yang mengantri untuk membeli tiket. Antusiasme suporter untuk menyaksikan pertandingan ini betul-betul luar biasa, Bung Dian, dan suasana semacam ini terakhir kali dirasakan adalah ketika perhelatan Piala Asia lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;DP&lt;/strong&gt;: Kabarnya di sana sempat terjadi insiden, Bung Ray, bisa tolong diceritakan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ray&lt;/strong&gt;: Yah, seperti yang saya bilang tadi, masih banyak suporter yang mengantri untuk membeli tiket dan rupanya salah satu suporter yang tidak kebagian tiket sempat mengamuk dan membahayakan orang lain, tapi untungnya berhasil diamankan oleh Pihak Yang Berwajib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;DP&lt;/strong&gt;: Oh ya, Bung Ray, apakah ada informasi mengenai siapa-siapa yang akan diturunkan oleh SCTV dan MetroTV kali ini? Kabarnya ada beberapa pemain yang mengalami cedera ketika berlatih kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ray&lt;/strong&gt;: Memang betul, Bung Dian. Ada beberapa pemain seperti Nova Rini yang memang cedera akibat pada pertandingan semifinal lalu dilanggar dengan cukup keras oleh pemain TransTV. Namun keterangan terakhir dari tim medis kedua tim menyatakan bahwa semua pemain sudah bisa diturunkan. Jadi kemungkinan besar kedua pelatih akan bisa menurunkan kekuatan terbaiknya pada malam hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;DP&lt;/strong&gt;: Tentunya ini akan menjadi pertandingan final yang cukup menarik ya, Bung Ray. Baiklah Bung Ray, kita lanjutkan bincang-bincang kita nanti, selamat bertugas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;=============&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;DP&lt;/strong&gt;: Kedua tim akan menurunkan kekuatan terbaiknya, Bung Kus, tandanya bakal berlangsung serukah pertandingan malam ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kus&lt;/strong&gt;: Kalau dari segi kualitas individu, memang SCTV masih kalah dari MetroTV, namun kita patut memperhatikan bahwa Rosi berhasil meramu keseluruhan pemain SCTV menjadi sebuah tim yang amat solid, serta memiliki organisasi permainan yang amat bagus. Kedua tim rasanya memilik peluang yang sama untuk memenangkan pertandingan final musim ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;DP&lt;/strong&gt;: Baiklah Bung Kus, kita sudah mendapatkan sambungan satelit langsung dari Stadion Utama tempat berlangsungnya pertandingan final AnchorLiga 2007 antara MetroTV melawan TransTV, dan ini adalah susunan pemain dari kedua kesebelasan yang akan turun pada malam hari ini, kita saksikan bersama:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;MetroTV NewsAnchor FC&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;(&lt;em&gt;4-2-3-1&lt;/em&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12-Dian Krishna (GK)&lt;br /&gt;-----------------------&lt;br /&gt;2-Zelda Savitri (D/DMR)&lt;br /&gt;6-Rahma Sarita (DC) (&lt;strong&gt;C&lt;/strong&gt;)&lt;br /&gt;5-Virgie Baker (DC)&lt;br /&gt;3-Kania Sutisnawinata (DL)&lt;br /&gt;-----------------------&lt;br /&gt;4-Gadiza Fauzi (MC)&lt;br /&gt;14-Eva Julianti (DM)&lt;br /&gt;-----------------------&lt;br /&gt;9-Meutya Hafid (AMRL/ST)&lt;br /&gt;7-Frida Lidwina (AMLC)&lt;br /&gt;8-Prita Laura (AMR/ST)&lt;br /&gt;-----------------------&lt;br /&gt;10-Najwa Shihab (FC)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Cadangan:&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;1-Amelia Ardan (GK)&lt;br /&gt;19-Lucia Saharui (DC)&lt;br /&gt;11-Fiona Yuan (AMC)&lt;br /&gt;18-Elvita Khairani (SC)&lt;br /&gt;20-Sumi Yang (SC)&lt;br /&gt;21-Fifi Aleyda Yahya (D/DMC)&lt;br /&gt;16-Catherine Keng (D/MR)&lt;br /&gt;Pelatih: Sir Andy F Noya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;DP&lt;/strong&gt;: Rupanya betul sekali bahwa MetroTV menurunkan kekuatan terbaiknya, ada Najwa Shihab di sana, Gadiza Fauzi, Eva Julianti, juga Meutya Hafid. Yang menarik ini adalah bukankah Meutya Hafid sebelum ini adalah ujung tombak penyerang, Bung?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kus&lt;/strong&gt;: Memang, perubahan posisi Meutya Hafid musim ini cukup menarik, dari seorang penyerang tengah, berubah menjadi gelandang serang. Namun kita lihat bahwa Meutya tampaknya lebih nyaman berada di posisi barunya itu. Selain itu juga nalurinya sebagai seorang penyerang tengah juga masih tajam sehingga seringkali Meutya bisa melakukan tusukan-tusukan tak terduga. Sebenarnya bukan Eva, melainkan Meutya-lah yang menggantikan peran Chantal di MetroTV musim ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;DP&lt;/strong&gt;: Kita lihat kembali Bung Kus, kali ini adalah susunan pemain dari SCTV, kita lihat bersama:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;SCTV NewsAnchor FC&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;(&lt;em&gt;4-3-3&lt;/em&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1-Winny Arnold (GK)&lt;br /&gt;-----------------------&lt;br /&gt;2-Ajeng Kamaratih (DRC)&lt;br /&gt;5-Linda Putri Mada (DRC)&lt;br /&gt;13-Dwi Anggia (SW/DC)&lt;br /&gt;3-Nastiti Lestari (SW/DLC)&lt;br /&gt;-----------------------&lt;br /&gt;6-Rike Amru (DM) (C)&lt;br /&gt;11-Jasmine Valentine (AMRC)&lt;br /&gt;10-Sella Wangkar (AMRLC)&lt;br /&gt;-----------------------&lt;br /&gt;8-Nova Rini (AM/FRLC)&lt;br /&gt;9-Anastasya Putri (SC)&lt;br /&gt;7-Sondang Sirait (SC)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Cadangan&lt;/em&gt;:&lt;br /&gt;12-Sufiani Tanjung (GK)&lt;br /&gt;16-Dian Ardianti (DL)&lt;br /&gt;14-Yenny Rosalinda (AML)&lt;br /&gt;4-Juanita Wiratmaja (DM)&lt;br /&gt;19-Gadis Parengkuan (AML/SC)&lt;br /&gt;15-Christina Odorus (D/MR)&lt;br /&gt;18-Inka Prawirasasra (AMR/SC)&lt;br /&gt;Pelatih: Rosiana Silalahi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;DP&lt;/strong&gt;: Kita lihat Bung Kus, juga pemirsa di rumah, tampaknya Rosi tidak mengubah susunan tim dari pertandingan semifinal lalu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kus&lt;/strong&gt;: Memang benar, dan seperti yang biasa kita anut, yaitu “Don’t change the winning team”. Maka Rosi tampaknya tidak berani mengambil resiko untuk bereksperimen di malam hari ini. Meskipun awalnya SCTV memang tanpa target, namun setelah sampai di Final, mungkin Rosi juga sudah menginginkan SCTV untuk sekalian juara, karena sudah “terlanjur basah”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;DP&lt;/strong&gt;: Namun apakah tidak akan menjadi masalah, seperti kita ingat pertandingan semifinal lalu SCTV bermain hingga perpanjangan waktu melawan TransTV? Saat itu pun Rosi menurunkan formasi yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kus&lt;/strong&gt;: Memang di satu sisi ada dilema mengenai masalah kebugaran pemain, namun kita juga harus ingat bahwa ini adalah komposisi terbaik yang bisa ditampilkan oleh SCTV dalam menghadapi tim sekelas MetroTV. Bukannya saya mengatakan kualitas pemain pelapis mereka jelek, namun agak terlalu riskan untuk bereksperimen sekarang, pada waktu final, apalagi melawan tim seperti MetroTV. Sementara soal kebugaran para pemain, saya yakin semua pemain SCTV bisa bersikap profesional dan menjaga kondisi mereka sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;DP&lt;/strong&gt;: Baik SCTV maupun MetroTV sama-sama hanya mengandalkan satu penyerang murni, ada Anastasya Putri di SCTV dan Najwa Shihab di MetroTV. Apakah Bung Kus melihat bahwa ini adalah ajang adu tajam antara dua penyerang ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kus&lt;/strong&gt;: Sedikit banyak memang seperti itu, Bung Dian. Selama ini memang Najwa Shihab lebih unggul dengan mencetak 10 gol dan menjadi kandidat kuat untuk capocanonieri musim ini. Tapi ini sedikit banyak dipengaruhi juga oleh permainan lawan MetroTV yang cenderung hampir selalu bermain terbuka…sementara satu-satunya kekalahan MetroTV terjadi dari MNC All-Star yang mana pada waktu itu MNC menerapkan pressing yang amat ketat sehingga baik seorang Najwa Shihab pun tak mampu berbuat banyak.&lt;br /&gt;Selain itu MNC juga hanya menyisakan satu orang striker di depan yaitu Virgianty Kusumah, yang mana gol Vina Mubtadi pada saat itu terjadi akibat pemain belakang MetroTV terlalu fokus untuk menjaga ViVi dan melupakan Vina Mubtadi dan Risca Indah yang mendukung di belakang.&lt;br /&gt;Besar sekali kemungkinan kalau SCTV bakal menerapkan taktik serupa untuk mematikan MetroTV. Mereka memiliki jago-jago pressing dalam diri Rike Amru dan Sella Wangkar, yang pastinya tahu apa yang harus dilakukan untuk memenangi duel lini tengah melawan Meutya Hafid dkk. Selain itu penyerang SCTV, yaitu Anastasya Putri juga amat berbahaya karena memiliki kombinasi positioning dan first touch yang amat bagus, yang mana pemain dengan tipe seperti ini tentu akan sangat susah untuk dijaga secara efektif. Faktor berbahaya lainnya adalah pendukung serangan yaitu Nova Rini dan Sondang Sirait yang pastinya pergerakan mereka harus diantisipasi oleh lini pertahanan MetroTV. Sekali MetroTV lengah, maka kejadian waktu MetroTV dikalahkan oleh MNC All-Stars bisa kembali terulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;DP&lt;/strong&gt;: Oke, Bung Kus, pertanyaan terakhir. Siapa yang menurut Bung Kus bakal memenangkan pertandingan pada malam hari ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kus&lt;/strong&gt;: Kedua tim memiliki skill kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Meskipun kurang diunggulkan rasanya hal ini justru akan lebih memacu motivasi SCTV untuk bisa unjuk gigi dan berusaha sekuat mungkin untuk mengalahkan MetroTV. Terlepas dari siapapun yang menang, saya memprediksikan bahwa pertandingan malam hari ini bakal berlangsung amat ketat dan menarik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;DP&lt;/strong&gt;: &lt;kepada&gt;Baiklah pemirsa, sekian dulu perbincangan antara saya dengan Bung Kusnaeni, karena para pemain kedua tim kini sudah memasuki lapangan permainan dan kita akan kembali lagi pada jeda permainan nanti, jadi selamat menyaksikan dan salam olahraga!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Review Terakhir:&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;MetroTV NaFC&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;(+) Kemampuan individu setiap pemain merata.&lt;br /&gt;(+) Najwa Shihab sedang on-fire&lt;br /&gt;(+) Kepercayaan diri berlipat setelah mengalahkan RCTI di semifinal&lt;br /&gt;(-) Cenderung kesulitan menghadapi lawan yang bertahan&lt;br /&gt;(-) Pemain bertahan terlalu sering overlap ke depan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;SCTV NaFC&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;(+) Motivasi berlipat untuk mengalahkan tim yang lebih kuat&lt;br /&gt;(+) Koordinasi antar lini semakin solid&lt;br /&gt;(+) Faktor sejarah panjang dalam turnamen&lt;br /&gt;(-) Kebugaran fisik diragukan setelah bertanding hingga perpanjangan waktu di semifinal&lt;br /&gt;(-) Kualitas pemain pelapis agak timpang&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7185873180086207103-2719231618845100767?l=brethrencourtstories.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://brethrencourtstories.blogspot.com/feeds/2719231618845100767/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7185873180086207103&amp;postID=2719231618845100767' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7185873180086207103/posts/default/2719231618845100767'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7185873180086207103/posts/default/2719231618845100767'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://brethrencourtstories.blogspot.com/2007/11/cerita-6b.html' title='Cerita #6b'/><author><name>stories_of_brethren_court</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03021158763061146397</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7185873180086207103.post-512576056476725022</id><published>2007-11-12T22:15:00.000-08:00</published><updated>2007-11-13T22:58:22.936-08:00</updated><title type='text'>Cerita#6</title><content type='html'>Ini adalah cerita dengan menggunakan tokoh-tokoh dari “The Brethren Court” sebagai pemeran utamanya dengan selingan anchor-anchor sebagai pemanis. Cerita ini adalah fiksi belaka, dan dengan begitu tidak bisa dikaitkan dengan kenyataan. Kepada anchor-anchor yang bersangkutan, apabila kurang berkenan di hati, penulis mohon maaf.&lt;br /&gt;&lt;div align="left"&gt;===================================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalkan ada pertandingan sepakbola antara anchor cewek, apa yang terjadi? Dibuat dengan segenap fantasi Andrade_Silva akibat kesenangannya dengan sepakbola dan newspresenter wanita di TV. Menggunakan metode heuristic yang cukup sederhana tetapi diusahakan dengan penuh detail teknis. &lt;em&gt;We’ve seen them presenting news, howbout if they play football&lt;/em&gt;?&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;TONIGHT’S MATCH-UP&lt;br /&gt;SCTV NewsAnchor FC vs MetroTV NewsAnchor FC&lt;br /&gt;(Final AnchorLiga 2007)&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Ilustrasi: SCTV dan MetroTV ditandingkan sebagai pertandingan lintas generasi. SCTV adalah pionir dari metode news-presenting yang sekarang banyak dipakai, sementara MetroTV adalah jagonya dalam hal berita umum dan konvensional. Bumbu penyedap pertandingan ini adalah adanya fakta bahwa MetroTV merekrut orang-orang bekas SCTV untuk bisa menjadi sebesar sekarang, so pastinya pertandingan ini pasti bakalan lebih cocok untuk diberi titel: Guru vs Murid!&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;SCTV NAFC vs MetroTV NAFC&lt;br /&gt;“Classico Finale”&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta memanas! Bukan hanya karena cuaca yang cerah, melainkan juga karena akan digelarnya pertandingan puncak AnchorLiga 2007 antara SCTV NaFC melawan MetroTV NaFC. Dan walaupun kick-off belum lagi digulirkan, namun pertandingan antara dua tim elite ini sudah diprediksikan bakal berlangsung alot! Apalagi MetroTV dengan “The Dream Team”-nya sudah sejak jauh-jauh hari berambisi untuk merebut gelar juara!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi banyak orang, pertemuan antara SCTV melawan MetroTV adalah sebuah duel antar penganut “mazhab Klasik”. SCTV memiliki latar belakang sejarah yang amat mendalam, sementara itu skuad “Dream Team” MetroTV tengah panas-panasnya. Mengalahkan SCTV di final akan menjadi sebuah pembuktian sahih bagi MetroTV untuk menegaskan posisinya sebagai tim terbaik. Modal ke arah itu sudah ada, kemenangan 3-1 MetroTV atas RCTI di semifinal dalam pertandingan yang amat ketat dan berdarah-darah telah menunjukkan betapa MetroTV lebih dari siap untuk menjadi juara, sekaligus merebut hegemoni itu dari tangan SCTV, lawan yang akan mereka hadapi di final.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Full Team&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Serunya partai ini adalah fakta bahwa baik SCTV maupun MetroTV bisa menurunkan pemain terbaik mereka, menjanjikan pertandingan yang amat dahsyat di musim ini antara kekuatan baru dan kekuatan lama. Di bawah Sir Andy F Noya, Rahma Sarita cs sudah menunjukkan penampilan yang sangat impresif di Liga musim ini, selain itu, dari segi skill individu, tidak ada yang perlu dipertanyakan lagi…hampir semua pemainnya berkelas dunia dan kualitas pemain cadangan pun tak kalah hebatnya dari pemain inti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ini akan menjadi pertandingan yang amat ketat, karena SCTV memiliki sejarah yang hebat,” seru Sir Andy, “tapi kami tetap datang untuk menang,”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SCTV sendiri tampil kurang begitu impresif di awal musim ini, setelah hanya bermain imbang 0-0 dengan Indosiar FC di pertandingan perdana. Bagaimanapun, SCTV yang memasang pola agresif 4-3-3 pun kemudian maju tak terbendung di pertandingan-pertandingan selanjutnya. Salah satu yang dikhawatirkan adalah pertandingan terakhir melawan TransTV FC berlangsung hingga babak perpanjangan waktu sebelum striker Nova Rini mencetak gol untuk kemenangan SCTV 2-1.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kami menjalani pertandingan yang berat melawan TransTV kemarin, mereka memiliki skill individu yang tangguh, gol kemarin lebih merupakan faktor keberuntungan semata,” kata Nova Rini, “tapi kami harus menatap ke depan, karena MetroTV jauh lebih tangguh,”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat ini pun diamini oleh kapten SCTV, Rike Amru. Ia bahkan memandang MetroTV sebagai lawan yang tidak boleh sama sekali diremehkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kami beberapa kali membuat kesalahan waktu melawan TransTV kemarin,” kata Rike Amru, “melawan MetroTV besok, maka pemain tidak boleh lagi membuat kesalahan serupa, karena MetroTV akan menghukum kita untuk itu,”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Faktor Eva&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pemain yang bakal mendapat sorotan dalam duel kali ini adalah Eva Julianti. Eva adalah mantan pemain handal SCTV beberapa musim lalu sebelum keluar, dan akhirnya memilih membela MetroTV. Sedikit banyak, Eva pasti mengenal pemain-pemain dan metode permainan SCTV, mengingat dulu dia juga pernah bermain bersama dengan pelatih SCTV saat ini, Rosianna Silalahi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“SCTV sudah banyak berubah dibandingkan dengan ketika saya masih di sana dulu,” kata Eva, “Rosi (Rosianna Silalahi-red) telah berhasil membuat sebuah tim yang tangguh dari sisa-sisa kejayaan tim di masa lalu,”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eva Julianti memang masuk di awal musim ini untuk menggantikan Chantal della Concetta yang dilego ke RCTI dengan banderol mencapai 15 juta Euro. Kedatangan Eva di Metro memang sempat mengubah formasi standar MetroTV yang tadinya memakai 4-4-2 kini menjadi 4-2-3-1. Apakah Eva terbiasa dengan peran barunya sebagai gelandang jangkar bersama Gadiza Fauzi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Posisi manapun bagi saya tidak masalah, karena itu adalah kebijakan pelatih,” kata Eva, “sekarang saya memiliki kebebasan untuk mengatur tempo permainan dan merusak irama permainan lawan; Gadiza juga adalah pemain yang bagus, dan kami sudah mengembangkan saling pengertian yang baik di antara kami,”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun sudah tidak lagi bersama SCTV, Eva mengaku masih mengikuti perkembangan bekas timnya tersebut. Lalu siapa menurut Eva yang paling berbahaya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Anastasya Putri cukup berbahaya, karena dia memiliki feeling dan positioning yang cukup bagus…para bek kami harus bekerja lebih keras untuk mengawal dia,” kata Eva, “selain itu Sondang Sirait pun layak untuk diperhitungkan mengingat dia sudah cukup lama di Amerika…tapi satu orang yang menjadi fokus kami adalah Sella Wangkar, karena dialah nyawa permainan SCTV,”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ambisi Rosi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sebagai mantan pemain di era kejayaan SCTV dahulu, maka pelatih Rosianna Silalahi diyakini oleh manajemen SCTV mampu untuk membangkitkan kembali kejayaan SCTV yang kini tengah meredup. Rosi cukup mengenal SCTV luar dan dalam sehingga Rosi tentu paham apa yang dibutuhkan oleh timnya untuk sukses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ini tentu adalah misi sulit, apalagi secara individu pemain-pemain yang ada sekarang tidaklah se-berkarakter seperti beberapa musim yang lalu,” kata Rosi, “tapi kami cukup yakin dengan metode latihan kami, dan jika tim ini bisa lebih fokus, maka tak ada yang menghentikan kami,”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Naluri sebagai bekas penyerang andalan tim SCTV membuat Rosi menerapkan formasi agresif 4-3-3 dalam setiap pertandingan. Meskipun sedikit kesulitan dalam mencetak gol, tapi SCTV selalu berupaya untuk menampilkan sepakbola menyerang yang cukup atraktif. Masuknya Sondang Sirait jelas menambah ketajaman lini depan SCTV. Sondang memang diberi harapan besar untuk membangkitkan SCTV, terutama apabila mengingat SCTV ngotot untuk memboyongnya ke Grha Stadium dari VOA FC senilai 18 Juta Euro.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sondang pemain bagus, dan dia cukup piawai untuk menutupi kelemahan kami selama ini dalam sektor penyerang sayap kanan,” kata Rosi, “yang paling penting adalah dia bisa bekerjasama dengan baik dengan Anastasia Putri, Nova Rini, ataupun Gadis Parengkuan,”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“SCTV menaruh harapan besar kepada saya, dan saya berusaha untuk tidak mengecewakan rekan satu tim, pelatih, manajemen, dan seluruh tifosi,” kata Sondang menanggapi pujian pelatihnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Lini Per Lini&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Penjaga Gawang:&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Dian Krishna&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dian Krishna atau biasa dipanggil DK cukup cekatan dalam tugasnya sebagai kiper. Kegemilangannya cukup membantu langkah MetroTV hingga ke final. Selain berbakat, DK pun juga sangat ekspresif sehingga sering dijuluki sebagai “Higuitinhita” atau “Higuita Kecil”, mengacu pada kiper legendaris Kolombia, Rene Higuita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Winny Arnold&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Winny Arnold adalah salah satu kiper muda yang tidak begitu banyak polah. Ia selalu cermat dan penuh perhitungan serta dingin dan piawai dalam menangani bola-bola mati. Aksinya yang paling spektakuler musim ini adalah ketika dia menahan dua kali tendangan penalti dari Ratna Dumila dan Woro Windrati pada semifinal melawan TransTV lalu yang mencegah TransTV menggandakan keunggulannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Bek Tengah:&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Rahma Sarita&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sebagai bek senior sekaligus kapten di MetroTV, Rahma Sarita memiliki pembawaan yang dingin, tetapi sekaligus juga wibawa yang tinggi sebagai jenderal di lini pertahanan. Beberapa kali pula RaRa, begitu dia biasa dipanggil, terlihat selalu memompa semangat rekan-rekannya ketika permainan timnya menurun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Dwi Anggia&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Anggi adalah bek tengah paling dinamis dari SCTV, dan beberapa kali tusukan ke depannya merepotkan pertahanan lawan. Staminanya bagai tak pernah habis, dan dia selalu pintar dalam membaca arah umpan lawan. Beberapa lawan yang pernah berduel dengannya mengaku tak berkutik ketika harus berhadapan dengan Anggia. Bersama dengan Linda Putri Mada, Anggi membentuk sebuah tembok yang kokoh di depan gawang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Bek Sayap:&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;Zelda Savitri&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sektor full-back adalah kekuatan sebenar-benarnya dari lini pertahanan MetroTV, dan di sini bercokol dua pemain full-back kelas dunia, yaitu Zelda Savitri dan Kania Sutisnawinata. Berbeda dari Kania yang hampir selalu bergerak secara metodis, metode bermain Zelda lebih lugas dan (cenderung) berangasan. Beberapa kali Zelda melakukan manuver tak terduga yang mampu membingungkan lawan, dan dalam menjaga wilayahnya, Zelda juga tak segan-segan untuk melakukan pelanggaran apabila dirasa perlu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Nastiti Lestari&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Tidak seperti lini pertahanan MetroTV yang lebih dinamis, maka lini pertahanan SCTV sedikit lebih konservatif dan cenderung tidak begitu sering untuk overlap ke depan. Dalam metode bermain ini, posisi full-back amat vital untuk bisa ikut menentukan irama permainan tim, dan sejauh ini Nastiti melakukannya dengan amat baik. Kadang-kadang pula Nastiti sering mengawali serangan balik SCTV lewat umpan panjangnya yang khas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Gelandang Jangkar:&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;Gadiza Fauzi&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Dalam usianya yang masih muda, Gadiza sudah memainkan peran yang amat penting dalam MetroTV. Peran Gadiza ini menjadi semakin penting setelah Chantal pergi. Sebagai seorang gelandang jangkar yang harus mengatur permainan, maka Gadiza yang berpasangan dengan pemain senior Eva Julianti, selalu berhasil untuk mengacaukan irama permainan lawan sekaligus menjaga ritme permainan tim sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sella Wangkar&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Pemain ini cukup serba bisa dan merupakan salah satu pemain protagonista yang cukup diwaspadai oleh semua lawan SCTV. Skill-nya terbilang cukup komplet, mulai dari pengaturan tempo, pembagi bola, hingga ke peran pendobrak dan eksekutor bola mati. Musim ini Sella Wangkar sudah mencetak 6 gol dari bola mati, dan merupakan momok yang ditakuti di dekat kotak penalti lawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Gelandang Serang:&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;Frida Lidwina&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Selepas kepergian Chantal, MetroTV tak perlu terlalu lama bersedih, karena Frida yang muncul, cukup piawai untuk menggantikan posisi Chantal sebagai gelandang serba bisa. Frida memiliki kemampuan untuk bermain di beberapa posisi yang berbeda, dan dalam pertandingan, aplusan posisi inilah yang seringkali membingungkan lawan main. Selain itu susah bagi lawan untuk bisa selalu menghambat pergerakan Frida dengan efektif.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Jasmine Valentine&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Jasmine yang merupakan pindahan dari Trans7 merupakan pemain muda penuh bakat yang memang dinominasikan oleh SCTV untuk bisa bersinar musim ini. Beberapa pembuktian sudah dia lakukan, dan perannya sebagai pengatur serangan SCTV cukup memudahkan pelaksanaan strategi dari Rosi. Jasmine juga selalu diandalkan untuk memecah kebuntuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Winger:&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;Meutya Hafid&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Meutya Hafid tadinya berposisi sebagai penyerang mendampingi Najwa Shihab, tetapi setelah Chantal pergi, Mut2 menjadi penyerang sayap dalam formasi 4-2-3-1. Dengan posisinya yang baru, Mut2 memiliki keleluasaan untuk bergerak naik turun dan membagi bola kepada pemain lain. Sebagai bekas penyerang tengah, nalurinya dalam mencetak gol pun tidak perlu diragukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sondang Sirait&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Sondang ditransfer dari VOA yang memecahkan rekor pembelian tertinggi SCTV untuk musim ini. Sebagai pemain yang malang melintang bermain di Amerika Serikat, tentunya Rosi mengharapkan Sondang sebagai kartu joker untuk membantu memecahkan kebuntuan yang dialami oleh SCTV. Sama seperti Meutya Hafid, Sondang juga pernah berposisi sebagai penyerang utama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Penyerang:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;strong&gt;Najwa Shihab&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Inilah striker paling panas musim ini! Najwa Shihab dikenal dengan gayanya yang ngotot serta memiliki tendangan yang tajam, terarah, dan cukup bertenaga. Visinya juga amat bagus dalam menyambut umpan maupun mencetak gol. Musim ini Nana sudah mencetak 10 gol, dan menjadi kandidat kuat untuk meraih gelar Capocanonieri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Anastasya Putri&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Didukung dengan postur tubuhnya yang cukup semampai, Putri adalah tipikial striker murni yang cukup tajam. Ia amat piawai dalam menyambut umpan, serta memiliki gerakan yang cukup lincah pula. Satu hal yang ditakuti dari Putri adalah karena dia memiliki kombinasi yang baik antara positioning dan heading, yang oleh rekan maupun lawannya dijuluki sebagai “reinkarnasi Oliver Bierhoff”.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Next:&lt;/strong&gt; &lt;em&gt;Komentar Pra-pertandingan&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7185873180086207103-512576056476725022?l=brethrencourtstories.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://brethrencourtstories.blogspot.com/feeds/512576056476725022/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7185873180086207103&amp;postID=512576056476725022' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7185873180086207103/posts/default/512576056476725022'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7185873180086207103/posts/default/512576056476725022'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://brethrencourtstories.blogspot.com/2007/11/cerita6.html' title='Cerita#6'/><author><name>stories_of_brethren_court</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03021158763061146397</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7185873180086207103.post-1881773295795380387</id><published>2007-10-09T23:24:00.000-07:00</published><updated>2007-10-09T23:34:23.578-07:00</updated><title type='text'>Cerita #4</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Ini adalah cerita dengan menggunakan tokoh-tokoh dari “&lt;em&gt;The Brethren Court&lt;/em&gt;” sebagai pemeran utamanya dengan selingan anchor-anchor sebagai pemanis. Cerita ini adalah fiksi belaka, dan dengan begitu tidak bisa dikaitkan dengan kenyataan. Kepada anchor-anchor yang bersangkutan, apabila kurang berkenan di hati, penulis mohon maaf.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;============================================&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;THE BRETHREN COURT&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;PANGERAN TAMPAN&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;MJE&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Mje uring-uringan dan hampir saja dia membanting gelas minuman tepat di wajah Andrade_Silva. Masalahnya, harusnya ini menjadi janji ketemuan antara Mje dan Andrade saja, tidak ada yang lain. Setelah lama sering kontak-kontakan, Mje dan Andrade sering sekali bertemu hanya berdua saja, tanpa adanya anggota &lt;em&gt;Brethren Court&lt;/em&gt; yang lain. Sedikit banyak hal ini menimbulkan spekulasi, tapi baik Mje maupun Andrade selalu membantahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai satu-satunya anggota cewek di &lt;em&gt;Brethren Court&lt;/em&gt;, Mje memang mendapat perhatian secara khusus oleh Andrade_Silva. Alasannya, sebagai satu-satunya cewek, maka seluruh anggota Brethren Court lainnya haruslah lebih memperhatikan Mje, apalagi di Forum Mje tergolong orang yang pendiam, jadi dia tak pernah menuntut seandainya dia tidak diberikan gambar idolanya. Malah Andrade yang kemudian turun tangan meminta seluruh &lt;em&gt;Brethren Court&lt;/em&gt; untuk menyempatkan diri memberikan Mje “sesuatu yang dia mau”. Mengenai ini, semua anggota &lt;em&gt;Court&lt;/em&gt; tahu itu, tapi bagaimana kedekatan Mje dan Andrade di luar Forum resmi, tidak ada yang tahu bagaimana pastinya. Hanya saja, bagi Andrade, posisinya sebagai seorang “&lt;em&gt;Steward and Keeper of The Thread&lt;/em&gt;” membuatnya harus mengayomi semua pihak, termasuk Mje.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Demi Tuhan, Ndre!! Jij gak bisa apa, cari orang lain??” tanya Mje sambil naik pitam.&lt;br /&gt;“Maaf, Mje, tapi aku nggak tahu lagi kudu cari siapa? Cuma untuk beberapa jam saja, janji deh,” kata Andrade dengan penuh perasaan bersalah.&lt;br /&gt;“&lt;em&gt;Mein Got&lt;/em&gt;! Jij itu sudah gila, ya!!?? Kenapa ik harus ngejagain sepupu jij itu?? Istri bukan, pacar bukan, emangnya ik ini siapa??? Baby sitter???” hardik Mje lagi.&lt;br /&gt;“Ayolah Mje, mau ya, please??” kata Andrade sambil menghiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mje hanya menarik nafas saja penuh kejengkelan. Tadinya dia pikir disuruh kemari mau dikasi apa atau gimana, gitu, eh, malah disuruh ngejagain sepupunya si Andrade. Hmpfh! Kenapa sih anak kecil ini tidak diajak aja ke Dufan atau Ancol, kenapa malah diajak ke mall? Kenapa pula Andrade harus menitipkannya pada Mje?? Apa sih yang hendak Andrade lakukan hingga harus meninggalkan “kewajibannya” dan melemparkannya ke Mje? Lalu, kenapa Andrade “memberikannya” ke Mje?? Pacar jelas bukan, istri apalagi…tidak ada angin tidak ada hujan, eh…suruh njagain anak kecil. Jelas ini bukan hari yang diingikan oleh Mje. Akan tetapi…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Baik, tapi hanya beberapa jam aja, kan??” tanya Mje sambil menunjuk ke Andrade.&lt;br /&gt;“Iya, aku janji, setelah urusanku selesai, aku bakal ngejemput dia,” kata Andrade.&lt;br /&gt;“Oke, tapi nggak gratis, lho!” ancam Mje.&lt;br /&gt;“Anything lah!” kata Andrade, “jadi mau, nih?”&lt;br /&gt;“Nggak ada plihan lain,” kata Mje sambil menghela nafas, “mana anaknya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andrade lalu memanggil seorang anak kecil, dan anak kecil itu langsung datang dan mendekti Andrade. Anak laki-laki, sepupunya Andrade, masih seumuran SD kalau Mje tak salah taksir. Dan…hei, ini anak lucu juga. Mje lalu tersenyum pada bocah itu, dan begitu juga bocah itu pada Mje dengan senyumnya yang masih polos dan malu-malu, khas anak kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Namanya Krishna,” kata Andrade.&lt;br /&gt;“Halo, Krishna,” sapa Mje dengan ramah, “aku Mje,”&lt;br /&gt;Krishna kecil pun membalas Mje dengan senyuman yang malu-malu.&lt;br /&gt;“Nah, Krishna, kamu entar ama Mbak Mje dulu yah, aku mau pergi sebentar,” kata Andrade.&lt;br /&gt;“Lama nggak?” tanya Krishna.&lt;br /&gt;“Nggak koq, sayang,” kata Andrade, “kamu nggak papa, kan?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Krishna hanya menggeleng, tampaknya dia cukup tidak keberatan dengan hal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Eh, Ndre, dia nakal nggak?” tanya Mje.&lt;br /&gt;“Oh, nggak koq, dia orangnya nurut,” kata Andrade, “nggak senakal sepupuku yang lain,”&lt;br /&gt;“Emangnya jij punya sepupu berapa orang?” tanya Mje.&lt;br /&gt;“Ah, you don’t want to know,” kata Andrade.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka Andrade pun segera pergi meninggalkan sepupunya Krishna untuk bersama dengan Mje. Hmm, Mje hanya menggeleng-gelengkan kepala saja. Urusan apa sih bagi Andrade yang amat penting sehingga dia harus meninggalkan sepupunya? Mje tidak mau tahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Mje mulai kebingungan. Waduh, apa yang harus dia lakukan dengan anak ini? Mje memang punya pengalaman mengurus anak kecil, keponakannya, tapi anak ini jelas bukan keponakannya. Mje tidak tahu apa yang dia suka, bagaimana kebiasaannya, dan lain sebagainya dan lain sebagainya. Bagaimana pula kalau ternyata anak ini merepotkan Mje? Aduh, bingung deh. Tapi, ah…ya Mje tahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dik, ke toko buku aja, yuk?” ajak Mje.&lt;br /&gt;“Toko buku?” tanya Krishna.&lt;br /&gt;“Iya,” ajak Mje.&lt;br /&gt;“Ayuk!” balas Krishna dengan bersemangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah baguslah, pikir Mje, bagian pertama terlewati, dan semoga dia bisa menjalani keseluruhan hari ini tanpa harus merusaknya, karena Mje sudah amat sangat mendongkol hari ini. Semoga saja hari ini tidak menjadi lebih buruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampainya di toko buku di mall itu, Mje pun “melepaskan” Krishna untuk bermain dn membaca buku-buku, yah, setidaknya Andrade benar, kalau anak ini tidak nakal. Mje sendiri mencari kesibukan dengan browsing buku-buku di sini. Hei, ada buku &lt;em&gt;Lord of The Ring&lt;/em&gt;. Andrade sering merekomendasikan buku ini, apa iya sebagus filmnya? Hmm, ada juga &lt;em&gt;The Hobbit&lt;/em&gt;, prequelnya, bagus lah, tidak terlalu tebal lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Krishna!!” seorang anak kecil memanggil Krishna. Baik Krishna maupun Mje pun menoleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Rara!” balas Krishna dengan senang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu seorang anak kecil perempuan, sepertinya sebaya dengan Krishna pun berlari menghampiri Krishna. Wah, rupanya Krishna bertemu dengan temannya, baguslah, jadi dia bisa sedikit lebih tenang, begitu pikir Mje. Mje hanya tersenyum-senyum sendiri melihat dua anak kecil itu hingga…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Rara!! Jangan lari-lari!!” teriak seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jantung Mje hampir saja berhenti. Astaga, dia mengenal betul suara itu! Suara bass yang berat lagi sexy dan menampakkan kemachoan, suara yang selama ini setiap malam selalu membuai Mje sebelum Mje tidur. Mje sekilas melihat sesosok pria tegap, tinggi besar menghampiri Krishna dan temannya, Rara. Mje memalingkan muka, tak berani melihat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Astaga, beneran nggak sih? Apa aku cuman mimpi??” tanya Mje dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nama kamu siapa?” tanya sang pria kepada Krishna.&lt;br /&gt;“Krishna, Om!” jawab Krishna mantap.&lt;br /&gt;“Ini temen sekelas Rara, Om!” tambah Rara.&lt;br /&gt;“Krishna datang ke sini sendirian?” tanya sang pria.&lt;br /&gt;“Nggak, tuh ama Mbak-nya,” kata Krishna sambil menunjuk ke arah Mje.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mje tetap tak berani melihat dan malah pura-pura membaca. Ayolah, Mje! Bukannya kamu selama ini selalu terbayang-bayang suara itu? Ah, tapi bisa aja itu cuman halusinasi, bisa saja itu suara orang lain, belum tentu dia lah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mbak! Diajakin kenalan, noh!” kata Krishna tiba-tiba sudah menarik rok Mje.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mje lalu memutar kepalanya dan…deg! Wajah itu, suara itu, rambut itu…astaga…astaga, ini tidak mungkin! Tidak mungkin! Mje pasti bermimpi, tapi ini betul-betul dia, itu Ralph Tampubolon! Anchor MetroTV yang selama ini selalu membuainya setiap malam dengan suara beratnya yang sexy. Sekarang dia berdiri tepat di depan Mje, dengan wajahnya, senyumnya, dan aduuh….Mje hampir saja tidak bisa bernafas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Halo,” sapa Ralph dengan ramah.&lt;br /&gt;“Ha…halo juga…” kata Mje dengan agak gugup.&lt;br /&gt;Saking gugupnya Mje, maka buku yang dibawanya terjatuh. Mje buru-buru berjongkok untuk mengambilnya, tapi ternyata Ralph pun ikut pula berjongkok untuk mengambil. Kedua tangan mereka pun bertemu di buku itu dan ketika tangan Mje bersentuhan dengan tangan Ralph, Mje merasa jantungnya berhenti berdetak, lalu berdetak kembali tapi dengan lebih kencang sehingga Mje bisa merasakan denyutan itu amat jelas. Perlahan-lahan, wajah Mje pun merona merah. Dengan cepat Mje lalu menarik tangannya, dan ia tampak seperti putri malu yang baru saja disentuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maaf, ini…” kata Ralph sambil memberikan buku itu kepada Mje.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aduh, Mje! Ralph tersenyum lagi! Oh, entahlah dimana Mje berada saat ini, tapi sepertinya dia sudah melayang di antara awan. Dengan malu-malu, Mje menerima buku itu, tapi kemudian tangan Ralph kembali diulurkan ke arahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku Ralph,” kata Ralph, “dan kamu…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mje melihat sejenak, dan masih dengan malu-malu, ia pun membalas uluran tangan Ralph.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“M…Mje,” kata Mje.&lt;br /&gt;“Oke, Mje…ini adik kamu?” tanya Ralph.&lt;br /&gt;“Iya…oh, eh, bukan…aku cuman njagain dia ampe kakaknya yang asli mbalik,” kata Mje salah tingkah…aduuh…tololnya.&lt;br /&gt;“Wah, sama kalau gitu,” kata Ralph, “kita jaga bareng-bareng, yuk,”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hah?? Jaga bersama-sama? Ralph? Dengan Mje?? Entah mana yang lebih buruk bagi Mje.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ayolah, aku lagi &lt;em&gt;off duty&lt;/em&gt; nih, jadi nggak ada temen buat ngobrol,” kata Ralph, “mau ya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mje lalu di luar kesadarannya sendiri, mengangguk. Waah…apa yang akan terjadi hari ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Mje dan Ralph pun browsing buku bersama-sama. Well, Ralph tampaknya berminat juga dengan membaca buku, dan pengetahuannya pun luas juga. Berkali-kali ia menerangkan mengenai sebuah buku pada Mje, tapi Mje hanya bisa mengangguk-angguk saja. Maklumlah, perhatian Mje saat ini sedang tidak berada pada buku atau anak-anak, melainkan pada Ralph. Ya ampun…dekat sekali dia dengan Mje, dan Mje pun bisa mencium bau minyak wangi yang kuat dan macho itu sehingga membuat darah Mje berdesir…wow… Sekarang Mje berharap semoga Andrade tidak kembali terlalu cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;==================================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Om! Kita maen ice-skating, yuk!!” pinta Rara kemudian kepada Ralph.&lt;br /&gt;“Boleh,” kata Ralph.&lt;br /&gt;“Si Krishna boleh ikut juga, nggak?” tanya Rara lagi.&lt;br /&gt;“Boleh nggak, Mje?” tanya Ralph pada Mje.&lt;br /&gt;“Hah? Eh, iya…boleh,” kata Mje.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya Mje tak tahu apakah si Krishna ini suka maen skating atau tidak. Jujur juga, dia tak bisa maen ice-skating. Orang waktu dulu maen sepatu roda biasa saja dia sering sekali jatuh. Satu-satunya alasan Mje mengiyakan ajakan itu adalah supaya dia bisa tetap dekat dengan Ralph.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih sambil terus mempertanyakan keputusannya sendiri, Mje pun melangkah bersama dengan Ralph ke arena ice-skating. Wow, Ralph menggandeng Krishna dan Rara bersama-sama, sepertinya pria ini lebih tahu cara mengasuh anak-anak daripada dirinya. Tanpa sadar, mereka pun sudah ada di ruang ganti arena ice skating, memakai sepatu skating dan sarung tangan serta syal, karena katanya di dalam cukup dingin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mje melangkah dengan agak canggung di atas sepatu skate itu. Tidak biasa dia, dan hampir seperti pinguin yang tengah belajar berjalan. Aduh, moga-moga saja teman-temannya tidak melihatnya dalam keadaan seperti ini, secara, dia kan paling malas kalau diajakin ice-skating.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rara dan Krishna langsung saja meluncur denga amat mulus dan sepertinya dia menikmatinya. Waduh, rupanya anak kecil itu bisa juga, jangan-jangan diajari ama Andrade, nih. Begitu pula Ralph pun ikut turun dan meluncur. Walah…tinggal Mje sendirian nih. Oke, nggak boleh keliatan kalau nggak bisa…anak kecil aja bisa pasti Mje bisa, maka Mje masuk ke arena dan…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WHOOPS!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mje tiba-tiba saja meluncur cepat dan dia tidak bisa mengendalikannya, AIIH!! Rupanya permukaan es ini lebih licin daripada dugaannya. Mje berteriak histeris, dia berusaah menjaga keseimbangannya, tapi gagal,…aduh jatuh deh…yah-yah..AAA!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“PLOK”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eh, koq tidak sakit? Mje membuka matanya dan ternyata Ralph sudah ada diatasnya. Hah! Mje hampir kaget sekali melihat wajah itu begitu dekat dengannya. Dengan kecepatan yang luar biasa, Ralph pun berhasil menangkap Mje tepat sebelum Mje jatuh terhempas ke atas permukaan es. Saat itulah Mje merasa seolah-olah waktu berhenti berputar, dan seluruh dunia seolah bergerak dengan cepat mengitari mereka. Semua suara seolah-olah terdiam, dan hanya ada Mje dan Ralph, tidak ada orang lain. Mje pun menikmati wajah Ralph yang berlatar belakangkan lampu neon putih yang temaram. Satu detik pun terasa seperti berabad-abad baginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kamu nggak papa?” tanya Ralph.&lt;br /&gt;“Oh, nggak papa,” jawab Mje setelah tersadar dari keterkejutannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ralph pun segera membantu Mje berdiri kembali, dan kini Mje merasakan seluruh dunia kembali berputar dengan normal. Wow, apa itu tadi? Ralph hanya tersenyum saja melihat Mje, tapi dia tampaknya tidak sedang mengolok-olok Mje, padahal beberapa orang tampak tidak dapat menahan geli ketika melihat Mje. Wajah Mje pun kembali memerah, merona karena malu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pertama kali, yah?’ tanya Ralph.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mje hanya mengangguk pelan, masih malu-malu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya udah, yuk aku ajarin,” kata Ralph.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba Ralph mendekap Mje dari belakang, dan tangannya menjaga kedudukan Mje agar tidak jatuh, sehingga Mje tepat bersandar pada tubuh Ralph yang terasa hangat dan nyaman. Mje merasa seolah seluruh darahnya kembali mengalir kencang. Ralph pun memegang tangannya, dan mulai bergerak, saat itu pula Mje bergerak bersama-sama dengan Ralph.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mje seolah tak mau merasakan apa-apa lagi, dan ia seperti putri salju dalam drama-drama balet yang pernah ia tonton. Mereka berputar mengitari arena, yang meskipun banyak ada orang tetapi Mje merasakan arena ini seolah hanya dihuni oleh mereka berdua. Apalagi saat itu musik mengalun…yah, &lt;em&gt;The Swan Lake&lt;/em&gt;, karya Tchaikovsky. Fixmanius begitu menyukai lagu ini, dan kini Mje pun menyukainya, apalagi bila dinikmati bersama dengan orang yang tepat. Mje menutup mata, ia merasakan hembusan angin dingin yang menerpa wajahnya ketika mereka bergerak, dan ia pun menikmati pula hembusan anfas Ralph yang memainkan rambutnya yang berkibar-kibar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seiring dengan &lt;em&gt;Swan Lake&lt;/em&gt; yang terus mengalir, mereka berdua pun bagaikan dua ekor angsa yang terbang dan meluncur anggun menembus awan. Kini Mje betul-betul merasakan lagu gubahan Tchaikovsky itu seolah mengalir dalam setiap pembuluh nadinya, lagu itu begitu sendu dan mengalir, dan menyentuh sisi perasaan Mje yang paling dalam, maka Mje pun membiarkan dirinya terbawa oleh lagu itu, terbang melayang, dibawa oleh Ralph, yang selama ini selalu menemani mimpinya. Andai saja ia bisa menghentikan waktu dan saat ini bisa berlangsung selamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;==================================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu jam kemudian, mereka sudah berada di kedai es krim. Ah…Mje masih terbuai, terhanyut dalam utopia ketika ia menjadi putri salju yang tengah meluncur bersama dengan seorang pangeran tampan. Dan yah, Ralph memang orang yang tepat sebagai pangeran tampan itu. Sambil melepaskan lelah akibat bermain tadi, Ralph pun bercerita…oh, rupanya si Rara ini anaknya kerabatnya yang kebetulan hari ini sedang dititipkan kepada Ralph. Wah, koq story-nya sama dengan punya Mje? Hmm, kini Mje amat sangat mensyukuri hari ini. Ia berbincang-bincang lama sekali dengan Ralph hingga…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wah, Mje, kita pergi duluan nih, soalnya Ibunya Rara udah ngebel,” kata Ralph.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mje hanya mengangguk saja. Yah, akhirnya saat-saat itu pun berakhir pula. Mje hanya menatap Ralph, betapapun tak relanya, tetap dia harus membiarkan Ralph pergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku minggu depan bakal ngejagain Rara lagi, mungkin kita bisa ketemu lagi?” tanya Ralph.&lt;br /&gt;“Yah, kita lihat saja,” kata Mje sambil tersenyum senang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mje pun melepas Ralph dengan lambaian tangan yang amat hangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa menit kemudian, Andrade pun kembali, tergopoh-gopoh dia, seolah merasa agak bersalah dengan Mje. Yah, Andrade kembali di saat yang tepat, pikir Mje.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Gimana, Mje? Si Krishna ngerepotin, nggak?” tanya Andrade.&lt;br /&gt;“Oh, nggak koq, jij nggak usah khawatir, Ndre,” kata Mje.&lt;br /&gt;“Ya sudah kalau gitu...” kata Andrade lega.&lt;br /&gt;“Eh ya, Ndre, minggu depan jij disuruh njagain Krishna lagi, nggak?” tanya Mje.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andrade tampak tidak mengerti dengan pertanyaan Mje.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kenapa, ik?” tanya Andrade menyelidik.&lt;br /&gt;“Oh, nggak papa,” kata Mje.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Mje mulai mendendangkan sebuah lagu yang membuat dahi Andrade berkerut…yah, lagu yang didendangkan adalah lagu &lt;em&gt;Swan Lake&lt;/em&gt; dari Tchaikovsky. Dan Mje pun melihat ke arah Andrade sambil tersenyum dengan penuh arti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;THE BRETHREN COURT&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;***FIN***&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;PS&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;: &lt;em&gt;Special thank’s and smile to Krishna, my lovely cute little-cousin&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Next on The Brethren Court:&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Maman198 harus mengambil les bahasa mandarin untuk mengisi waktu, tapi di sana, justru dia menemukan sebuah kejutan. Kejutan apakah itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petualangan Mje, Maman198, Charlie368, Fixmanius, Janissary, dan Andrade_Silva terus berlanjut. Apakah kali ini mereka bisa bertemu lagi dengan Lucky Savitri dkk?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suasana nonton bareng antara Manchester United vs Chelsea menjadi ramai dengan kehadiran Dian Krishna, tapi, mengapa dia malah ribut dengan Fixmanius dan Janissary?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah kapal misterius muncul, dan armada gabungan Inggris, Perancis, Belanda, dan Spanyol mulai menghancurkan Tortuga. Tujuan mereka hanya satu, yaitu memburu habis &lt;em&gt;The Brethren Court&lt;/em&gt;! Bisakah &lt;em&gt;The Brethren Court&lt;/em&gt; menyelamatkan diri mereka, juga bisakah mereka menyelamatkan &lt;em&gt;The Anchors&lt;/em&gt;? Lalu kapal misterius apakah yang muncul dan menghancurkan semua bajak laut yang dia temui di Karibia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan lewatkan di episode-episode berikutnya dari “&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Brethren Court: The Series&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;”!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7185873180086207103-1881773295795380387?l=brethrencourtstories.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://brethrencourtstories.blogspot.com/feeds/1881773295795380387/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7185873180086207103&amp;postID=1881773295795380387' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7185873180086207103/posts/default/1881773295795380387'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7185873180086207103/posts/default/1881773295795380387'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://brethrencourtstories.blogspot.com/2007/10/cerita-4.html' title='Cerita #4'/><author><name>stories_of_brethren_court</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03021158763061146397</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7185873180086207103.post-3096612155801905499</id><published>2007-10-01T20:59:00.000-07:00</published><updated>2007-10-03T21:05:05.335-07:00</updated><title type='text'>Cerita#3</title><content type='html'>&lt;div align="left"&gt;Ini adalah cerita dengan menggunakan tokoh-tokoh dari “The Brethren Court” sebagai pemeran utamanya dengan selingan anchor-anchor sebagai pemanis. Cerita ini adalah fiksi belaka, dan dengan begitu tidak bisa dikaitkan dengan kenyataan. Kepada anchor-anchor yang bersangkutan, apabila kurang berkenan di hati, penulis mohon maaf. &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;===============================================&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;THE BRETHREN COURT&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;LADY GAS STATION&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;(Based on A True Event with necessary changes and dramatisations in order to meet the storyline purposes)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;ANDRADE_SILVA&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;“Serius! Ini mirip bener ama dia!” kata Andrade_Silva pada ShadowX.&lt;br /&gt;“Yang bener lu, Ndre? Jangan-jangan kamu salah lihat, kali?” kata ShadowX.&lt;br /&gt;“Aku udah lihat dia pake mata kepala sendiri dan juga udah lama, makanya aku berani bilang kayak gitu,” kata Andrade.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir-akhir ini memang ada sesuatu yang menghebohkan dari Andrade. Dalam pesan terakhirnya kepada Janissary, Andrade mengatakan bahwa dia baru menyadari kalau di SPBU langganannya selama ini ada petugasnya (cewek) yang mirip sekali dengan Lucia Saharui. Wah, orang mirip memang biasa, tapi berhubung ini mirip dengan Lucia Saharui, maka hal ini cukup menghebohkan bagi Andrade.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam beberapa kali postingan Andrade di thread jelas-jelas mengindikasikan hal itu. Intinya, Andrade mengetahui (atau setidaknya mengira) bahwa dia telah menemukan kembarannya Lucia Saharui. Permasalahannya, Andrade sendiri belum bisa mengkonfirmasikan hal itu dengan lebih jelas. Maka untuk ini, Andrade meminta bantuan kepada “teman sekota”, yaitu ShadowX.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obsesi Andrade_Silva terhadap Lucia Saharui sendiri sebenarnya agak aneh. Pertama, Andrade_Silva bukanlah anggota Brethren Court pertama yang melihat Lucia Saharui. Janissary dan Aschu sudah mengikuti Lucia Saharui semenjak dia masih menjadi presenter Gapura di RCTI, sementara, kesempatan pertama Andrade melihat Lucia Saharui justru pada pertengahan 2006, yaitu ketika dia menjadi reporter di MetroTV. Setelah itu Andrade “lupa”, dan baru menemukan Lucia Saharui kembali pada akhir 2006, masih sebagai reporter, dan di forum Andrade menuliskan seperti ini: “Lucia Saharui cantik juga, yah”. Mungkin dari situlah pertama kali Andrade_Silva menyukai Lucia Saharui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanapun, Andrade selalu menganggap bahwa dirinya adalah yang pertama kali memergoki Lucia Saharui saat menjadi anchor. Saat itu hari sabtu dinihari pukul 01.00 pagi, dan Andrade tengah menunggu serial kesayangannya, Charmed. Ketika mengganti ke MetroTV, Andrade sebenarnya berharap untuk menemukan Gadiza Fauzi, tapi ternyata malah menemukan Lucia Saharui, dan ketika dia mem-post hal ini untuk pertama kali di Forum, tidak ada yang merespon hingga dua bulan kemudian. Saat itulah pilihan hati Andrade sudah bergeser, tidak lagi pada Gadiza Fauzi, melainkan sudah ada orang lain yang berposisi sama…yah, seorang Lucia Saharui, atau dalam ejaan Gaelic selalu Andrade sebut dengan nama “Loi-s’eagh Saogharroaich”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjuangan “mengejar” seorang Lucia Saharui bagaimanapun juga, bukan hal yang mudah bagi Andrade. Profil FS-nya di-private, dan akhirnya “menghilang” sebelum sempat di-add. Foto-foto Lucia yang dipegang oleh Janissary pun menghilang karena force majeur. Akhirnya, Andrade musti “hidup” dengan foto-foto capture-an dari TV yang secara rutin disediakan oleh Jhariman, Jawe, ShadowX, atau Fixmanius. Dalam perbincangan rahasia antara Mje dengan Andrade, Andrade juga sering menyebut Lucia Saharui sebagai “kesayangannya”… “My precious!” atau kata yang dia dapat dari Mje adalah “Mijn Vrouw” (sementara dari Andrade, Mje mendapatkan kata “Mo Run”). Sinyalemen itu semakin kuat ketika dalam pemilihan “playmate”, Andrade dengan jelas dan tegas mengambil Lucia Saharui sebagai pasangannya, mengalahkan Frida Lidwina, Prita Laura, bahkan Gadiza Fauzi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;========================================&lt;br /&gt;“Aku nggak tahu yang mana orangnya, Bro!” kata ShadowX beberapa hari kemudian, “aku udah ke sana tapi nggak ketemu,”&lt;br /&gt;“Masa sih?” tanya Andrade.&lt;br /&gt;“Tapi aku ketemu emang cewek petugas SPBU, orangnya agak mirip dengan yang kamu kasi ciri-cirinya ke aku, cuman aja rambutnya diiket,” kata ShadowX.&lt;br /&gt;“Elu lihat siapa namanya?” tanya Andrade.&lt;br /&gt;“Waduh, enggak tuh, Bro,” kata ShadowX, “kelupaan,”&lt;br /&gt;“Hmm, anaknya gimana? Kecil? Mungil? Agak kurusan?” tanya Andrade, “aku merhatiin dia soalnya dia itu cewek yang paling manis dan paling imut dari semua cewek petugas SPBU di sono,”&lt;br /&gt;“Kayaknya sih gitu, kulitnya agak item, ya?” tanya ShadowX.&lt;br /&gt;“Nggak tuh, Bro,” kata Andrade, “kalau menurut aku sih dia termasuknya putih…mustinya kamu lihat namanya, koq,”&lt;br /&gt;“Iya, Ndre,” kata ShadowX.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;===============================================&lt;br /&gt;“Udah deh, Bro, pacarin aja,” kata Aschu ketika berbicara dengan Andrade.&lt;br /&gt;“Enak aja, ntar cewekku gimana?” elak Andrade.&lt;br /&gt;“Putusin aja, demi yang mirip Lucia,” jawab Aschu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Andrade, tentu saja perkataan Aschu itu hanya dianggap sebagai candaan saja, dan oleh karena itu tidak ditanggapi dengan serius. Bagaimanapun juga, itu kemungkinan yang amat menarik untuk dilamunkan. Terlepas dari pekerjaan cewek itu sebagai Petugas SPBU, seorang manusia tetaplah seorang manusia, dan bagi Andrade, cewek itu tetaplah cantik, manis, dan imut, mirip seperti Lucia. Betul sekali, sama nama tapi beda nasib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemunculan cewek Petugas SPBU itu sedikit banyak semakin membangkitkan kerinduan Andrade kepada seorang Lucia Saharui. Apabila menilik usia, jelas sekali bahwa usia Lucia jauh di atas Andrade, tapi bagi Andrade itu bukan masalah. Fixmanius sendiri jelas-jelas menyukai Chantal della Concetta dan Kania Sutisnawinata yang dalam kenyataannya lebih cocok sebagai Kakak atau Tante. Apabila Lucia Saharui memang belum menikah, maka kenapa tidak? Bahkan sampai sekarang juga Andrade masih mencari kemungkinan dengan Fiona Yuan yang sudah hampir 34 tahun itu. Namanya suka dan ngefans, sah-sah saja, toh?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lucia…sejak awal Andrade memang cenderung posesif apabila berkaitan dengan masalah Lucia. Dia memang tidak pernah berkeberatan berbagi dengan anggota Brethren Court soal Lucia, tapi di luar BC? Andrade selalu bersikap agresif. Setiap kali selesai men-download gambar Lucia Saharui yang dikirimkan oleh teman-teman “pemburu” di thread, Andrade pasti selalu menghapus file itu di komputer warnet, seolah tidak ingin gambar-gambar itu dipakai oleh user lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lucia, dan wajah ini selalu menghiasi pikiran Andrade. Suaranya yang lembut selalu terngiang-ngiang, yang bahkan Andrade selalu bisa mengenali pemilik suara ini meskipun nama tidak tersebutkan. Lesung pipitnya yang menambah manis wajah nan elok dan ayu, serta senyumannya, yang meskipun tidak khas seperti halnya senyum tikus milik Gadiza Fauzi, tetapi senyum ini memberikan ketenteraman kepada siapa saja yang melihatnya. Beruntunglah rekan kerjanya yang bisa mendapatkan senyum itu secara langsung. Lucia…bagi Andrade, dialah wanita yang benar-benar diinginkannya untuk menjadi pendamping, yang selalu ingin dilihatnya setiap kali membuka mata, dan wanita yang cocok untuk menjadi ibu dari anak-anaknya…Lucia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;===================================&lt;br /&gt;“Wah, ternyata Lucia itu mungil juga yah?” kata Andrade pada Janissary, “sama kayak Gadiza,”&lt;br /&gt;“Tahunya?” tanya Janissary.&lt;br /&gt;“Abis liat di Metro tadi pas Top 9 News, dia liputan,” kata Andrade, “saking mungilnya sampai bajunya keliatan kedodoran,”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin lama, Andrade berpikir bahwa yah…cewek di SPBU iu betul-betul mirip dengan Lucia. Tadinya Andrade hanya mengira senyum cewek itu saja yang mirip dengan Lucia, tapi lambat laun, semua aspek dalam diri cewek itu mulai mirip dengan Lucia. Bahkan, cewek ini memiliki satu nilai plus, karena pastinya usianya jauh lebih muda dari Lucia. Padahal Lucia, dengan usia segitu, wajahnya hampir tidak mengindikasikan bahwa dia tengah memasuki early-30. Ia seolah terlihat 5 tahun lebih muda, bahkan terlihat lebih muda, dari Prita Laura ataupun Elvita Khairani sekalipun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;==================================&lt;br /&gt;“Kayaknya kita udah kudu hunting bareng, Bro!” kata ShadowX.&lt;br /&gt;“Kenapa?” tanya Andrade.&lt;br /&gt;“Soale kan kamu yang tahu siapa orangnya,” kata ShadowX.&lt;br /&gt;“Oke, boleh, tapi ntar di-capture, ya,” kata Andrade.&lt;br /&gt;“Oke, boleh, aku kan bisa candid,” kata ShadowX.&lt;br /&gt;“Tapi jangan pake HP, orang HP aja dilarang dinyalain di Pom Bensin,” kata Andrade.&lt;br /&gt;“Waduh, padahal kalau pake kamera biasa ntar dikira nyolot,” kata ShadowX, “bukannya dapet bisa-bisa malah diusir ama satpam,”&lt;br /&gt;“Kalau aja ada kamera tersembunyi macam punyanya James Bond,” kata Andrade.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ShadowX pun berpikir keras soal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aha! Bisa!” kata ShadowX.&lt;br /&gt;“Ada alatnya?” tanya Andrade.&lt;br /&gt;“Ada, punya temen aku, ntar kamu yang spot, biar aku yang eksekusi,” kata ShadowX.&lt;br /&gt;“Jangan ampe gagal, lho,” kata Andrade.&lt;br /&gt;“So pasti, percaya deh ama aku,” kata ShadowX.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;=======================================&lt;br /&gt;Maka hari yang ditentukan itu tibalah juga, dan…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Beneran itu, ya?” tanya ShadowX yang tengah mengintai dari kejauhan.&lt;br /&gt;“Iya, emang bener, itu yang namanya Mega,” kata Andrade.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mega adalah nama cewek Petugas SPBU yang dikatakan oleh Andrade mirip dengan Lucia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Gimana?” tanya Andrade.&lt;br /&gt;“Nggak jelas sih, Bro,” kata ShadowX.&lt;br /&gt;“Sayangnya dia lagi ada di Premium motor,” kata Andrade, “salah kita, kudunya pake motor, bukan mobil,”&lt;br /&gt;“Udah, Bro,” kata ShadowX, “motor kamu kan diparkir deket sini, tuker sebentar abis itu ke sini lagi,”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andrade setuju. Beberapa menit kemudian, rencana pun dimulai. Antrian di bagian motor cukup panjang, seperti biasanya, dan Andrade selalu bisa bersabar menantikan giliran mengisi bensin, hanya saja kali ini selain mengisi bensin, juga ada “batu di balik udang”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antrian pun berjalan perlahan tapi pasti, dan makin lama Andrade dan ShadowX makin bisa melihat dari dekat sosok Mega, orang yang Andrade kira mirip dengan Lucia Saharui. Mega selalu melayani pelanggan dengan wajah yang cerah dan juga senyumnya. Setiap kali Mega tersenyum, jantung Andrade serasa berdetak lebih kencang dan darahnya pun mengalir lebih cepat. Oh My God! Betul-betul mirip kali dengan Lucia anak yang satu ini. Postur, wajah, rambut, senyuman, semuanya mengingatkan Andrade pada Lucia. Hanya saja kulit Mega tidaklah semulus Lucia. Wajar saja lah, seorang reporter atau anchor seperti Lucia pastilah punya skedul untuk pergi ke salon untuk perawatan diri, tidak seperti petugas SPBU seperti Mega.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mau isi berapa, Mas?” sapa Mega dengan ramah begitu Andrade sampai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andrade puas, karena posisi antriannya tepat sehingga dia bisa dilayani oleh Mega, dan bukan oleh Risma, rekannya. Tuhan rupanya memberkati rencana mereka hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sepuluh ribu, Mbak,” jawab Andrade.&lt;br /&gt;“Oke,” kata Mega sambil memasukkan jumlah yang diinginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dari 0, ya Mas!” kata Mega lagi setelah memasukkan ujung nozle ke dalam tangki bensin Andrade, dan Mega pun menunjukkan bahwa angka di LCD penunjuk berada ada posisi “0”.&lt;br /&gt;“Yup!” kata Andrade.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan cekatan, Mega menekan kenop nozle, dan bensin pun mengalir masuk ke dalam tangki bensin motor milik Andrade. Andrade menyerahkan satu lembar sepuluh ribuan kepada Mega. Biasa saja Andrade berinteraksi dengan Mega, karena ia sering sekali melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tumben, Mbak, koq nggak jaga Pertamax?” tanya Andrade berbasa-basi.&lt;br /&gt;“Iya, Mas, gilirannya yang lain,” jawab Mega dengan ekspresi polos.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenop bensin itu lalu secara otomatis menutup. Mega mengangkat nozle dan memastikan bahwa semua bensin sudah dimasukkan ke dalam lubang tangki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Makasih, Mas,” kata Mega sambil memberikan senyuman pada Andrade.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah, itu senyuman yang mirip sekali dengan Lucia, dan sekali lagi jantung Andrade berdegup amat kencang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;====================================&lt;br /&gt;“Jadi gimana, Bro?” tanya Andrade kepada ShadowX beberapa saat kemudian setelah mereka agak jauh dari SPBU itu, sambil mengamati hasil buruan mereka, di dalam mobil ShadowX.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ShadowX dari tadi memang membonceng Andrade, dan ketika mengisi bensin, ia pun turun dan berdiri tidakjauh dari tempat pengisian bensin, sehingga dia bisa leluasa memotret Andrade dan Mega dengan kamera tersembunyinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau menurut aku sih nggak mirip-mirip amat, sih,” kata ShadowX, “tapi cukup mirip…apalagi senyumnya,”&lt;br /&gt;“Iya, justru di situ daya tariknya,” kata Andrade lagi, "Btw, ini gak usah di-aplot ke forum ya? Soalnya kan off-topic,&lt;span style="font-size:0;"&gt;"&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;“Oke. Terus rencana kamu apa, Ndre?” tanya ShadowX.&lt;br /&gt;“Rencana aku? Ke Jakarta,…kejar Lucia,” kata Andrade.&lt;br /&gt;“Nggak ama yang ini aja?” tanya ShadowX.&lt;br /&gt;“Menggoda sih…tapi tetep aja aku masih pengin Lucia,” kata Andrade.&lt;br /&gt;“Oke, Bro! Salut!” kata ShadowX.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ShadowX lalu memacu mobilnya yang bergerak maju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau kamu ama siapa, Bro?” tanya Andrade.&lt;br /&gt;“Aku? Kalau aku sih, penginnya ama si Lolo Siregar,” kata ShadowX.&lt;br /&gt;“Nggak ama Anastasya Putri aja?” tanya Andrade.&lt;br /&gt;“Anastasya Putri mah gampang, dia kan orang Semarang juga,” kata ShadowX, “cuman sayang, bodinya kayak papan setrikaan, mending aku ama Lolo, lebih mantap,”&lt;br /&gt;“Hahaha, ya wis, kalau gitu Anastasya Putri aku ambil aja yah,” kata Andrade.&lt;br /&gt;“Wah, sialan lu! Trus Lucia gimana? Masa dua-duaan gitu, sih?” tanya ShadowX.&lt;br /&gt;“Poligamy lah, kan privilege Threadkeeper,” kata Andrade sambil tertawa, “abisnya, daripada si Anastasya Putri dianggurin; tapi tetep, istri pertama dan utama masih ama Lucia,”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, bagi Andrade, sosok Mega, yang mirip dengan Lucia Saharui cukup menggoda, dan Andrade juga tidak menampik kemungkinan untuk mendapatkan Mega sebagai pengganti Lucia. Bagaimanapun, cinta Andrade tetap tertuju pada Lucia, dan tak ada yang bisa membelokkannya, meskipun itu oleh orang yang mirip dengannya sekalipun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;THE BRETHREN COURT&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;***FIN***&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;PS&lt;/strong&gt;:&lt;/em&gt; &lt;em&gt;This story is dedicated to someone out there which has smile like Lucia, and also to Lucia herself.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;PPS&lt;/strong&gt;:&lt;/em&gt; Mega sampai sekarang masih bekerja sebagai &lt;em&gt;gas station attendant&lt;/em&gt; di salah satu SPBU di kota Semarang. Lokasi, alamat, dan nomor SPBU sengaja dirahasiakan demi menjaga kerahasiaan klien.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;PPPS:&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; Beberapa bagian dialog dalam cerita ini adalah dialog asli yang pernah dilakukan oleh Andrade_Silva kepada beberapa orang teman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Next on The Brethren Court:&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Petualangan Mje, Maman198, Charlie368, Fixmanius, Janissary, dan Andrade_Silva terus berlanjut. Apakah kali ini mereka bisa bertemu lagi dengan Lucky Savitri dkk?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang bidadari tertangkap oleh kamera ketika Aschu sedang melakukan hunting di Stasiun Bandung, bagaimana kelanjutan petualangan Aschu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jhariman mendapatkan undangan makan malam, tapi kenapa dia menolak memenuhinya? Lalu, siapa yang mengundangnya, dan mengapa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanakah kisah Mje ketika dia harus menjaga adik sepupu Andrade_Silva yang masih SD?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan lewatkan di episode-episode berikutnya dari “&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Brethren Court: The Series&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;”! &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7185873180086207103-3096612155801905499?l=brethrencourtstories.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://brethrencourtstories.blogspot.com/feeds/3096612155801905499/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7185873180086207103&amp;postID=3096612155801905499' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7185873180086207103/posts/default/3096612155801905499'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7185873180086207103/posts/default/3096612155801905499'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://brethrencourtstories.blogspot.com/2007/10/cerita3.html' title='Cerita#3'/><author><name>stories_of_brethren_court</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03021158763061146397</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7185873180086207103.post-2889073114418837253</id><published>2007-09-30T20:20:00.000-07:00</published><updated>2007-09-30T22:14:36.827-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='janissary'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='buka'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='the brethren court'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='maman198'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='candice anggunadinata'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lucky savitri'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='elvita khairani'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mje'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='andrade_silva'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='charlie368'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='fixmanius'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mehulika sitepu'/><title type='text'>Cerita #2</title><content type='html'>&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Ini adalah cerita dengan menggunakan tokoh-tokoh dari “The Brethren Court” sebagai pemeran utamanya dengan selingan anchor-anchor sebagai pemanis. Cerita ini adalah fiksi belaka, dan dengan begitu tidak bisa dikaitkan dengan kenyataan. Kepada anchor-anchor yang bersangkutan, apabila kurang berkenan di hati, penulis mohon maaf.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;===============================================&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;THE BRETHREN COURT&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;BUKA PUASA BERSAMA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Mje memasuki ruangan di Pizza Hut ini dengan santai. Ia lalu memesan meja untuk 6 orang. Waitress tampak agak heran, karena bagaimanapun juga, Mje datang seorang diri, dan baru bergerak ketika Mje mengatakan bahwa teman-temannya akan segera datang. Setelah mendapatkan meja, Mje tidak tergesa-gesa untuk memesan, karena selain teman-temanya juga belum datang, ini masihlah jam 04.44 sore, waktu berbuka masih lama tentunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sore ini, rencananya The Brethren Court menggelar buka puasa bersama, tapi tentu saja tidak seluruh anggota The Brethren Court yang ikut, karena jumlah total anggotanya adalah 15 orang. Sesuai kesepakatan, maka buka puasa sekaligus gathering sore hari ini akan diikuti oleh Mje sendiri, Maman198, Charlie368, Fixmanius, Janissary, dan Threadkeeper Andrade_Silva. Kebetulan tempat kerja Mje paling dekat dengan tempat ini sehingga ia bisa tiba paling cepat dan (konsekuensinya) harus memesan tempat. Mje adalah satu-satunya anggota wanita di The Brethren Court saat ini, yang membuat dirinya (menurut Andrade) berhak mendapatkan perlakuan khusus. Oh yah, perlakuan khusus apaan, dari dulu foto yang di-upload di Thread selalu saja foto cewek. Mana fotonya Ralph Tampubolon??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sorry, Mje, dah lama yah, nunggunya?” kata Maman198 yang datang kemudian.&lt;br /&gt;“Nyantai aja lagi, Man, orang ini juga aku barusan dateng,” kata Mje sambil tersenyum manis, “lho, yang lainnya ke mana?”&lt;br /&gt;“Nggak tahu ya, Mje, aku kan baru dateng,” kata Maman198.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maman198 lalu mengeluarkan sebuah laptop dan memasang modem portabel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Walah, Man, sempet-sempetnya sih, jij ol?” tanya Mje, “&lt;em&gt;waroom&lt;/em&gt;??”&lt;br /&gt;“Yah, sambil nungguin, Mje,” kata Maman198, “siapa tahu ada yang baru di Forum,”&lt;br /&gt;“Yang baru apaan?? Orang ini dedengkot Forumnya aja pada mau ke sini semua,” kata Mje sambil tertawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fixmanius dan Charlie368 datang kemudian, dan langsung saja bergabung dengan Mje dan Maman198 yang sudah terlebih dahulu duduk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sorry, Mpok Mje, jalanan macet,” kata Charlie368, “tambah lagi si Fix ini mandinya kayak tuan putri,”&lt;br /&gt;“Eh, siapa, ya??” protes Fixmanius.&lt;br /&gt;“Hei…sudah &lt;em&gt;das is OK&lt;/em&gt;!” kata Mje dengan logat Belandanya yang khas, “trus, Andrade ama Janissary mana?”&lt;br /&gt;“Nggak tahu, Mje, kita dari tadi coba ngubungin nggak bisa-bisa,” kata Fixmanius.&lt;br /&gt;“Kena macet kali?” kata Maman198.&lt;br /&gt;“Ya udah, kita tunggu sebentar lagi aja,…apa mau pada pesen dulu?” tanya Mje.&lt;br /&gt;“Pesen dulu juga makannya ntar pas buka,” kata Maman198, “nanti Pizza-nya nggak anget, dong, ntar aja J-15 menit aja,”&lt;br /&gt;“Oke, oke, whatever,” kata Mje.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat itulah seseorang datang dan duduk di meja seberang mereka. Anggota The Brethren Court tampak amat sibuk dengan cengkerama mereka masing-masing, sehingga tidak memperhatikan kedatangan orang ini. Juga ketika teman-teman dari orang ini mulai berdatangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kayaknya Bos Silva udah nyampe deh, ini lagi jalan ke mari, katanya,” kata Maman198 selepas memeriksa HP-nya.&lt;br /&gt;“Ya udah yuk, kita pesen aja,” kata Mje.&lt;br /&gt;“Bos Silva tadi nitip, minta dipesenin Milk Shake Coklat, trus Janissary Cappucino; juga Garlicheese ama Spaghetti Ayam Oriental,” kata Maman198.&lt;br /&gt;“Ya udah itu aja didobelin,” kata Charlie368, “cukup kali, buat semua,”&lt;br /&gt;“Pizza-nya apa?” tanya Mje.&lt;br /&gt;“Terserah, katanya,” kata Maman198.&lt;br /&gt;“Anu aja, gimana kalau Chicken Fiesta ukuran Gede yang ada Cheesebite plus Mayonaise Cream Mayo?” kata Fixmanius.&lt;br /&gt;“Nah, itu dia! Gue setuju!” kata Charlie368.&lt;br /&gt;“Yo’i!” kata Mje, “aku minumnya Avocado Float, yah,”&lt;br /&gt;“Cola Float!” kata Maman198.&lt;br /&gt;“Coffee Frappe!” kata Fixmanius.&lt;br /&gt;“Lemon Tea!” tambah Charlie368.&lt;br /&gt;“Plus air mineral 6 botol,” kata Mje kepada waitress sambil tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andrade_Silva dan Janissary baru datang setelah mereka selesai memesan makanan.&lt;br /&gt;“Waduh, Guys! Sorry, nih,” kata Andrade, “kelamaan, yah?”&lt;br /&gt;“Nggak lama-lama juga sih, Ndre,” kata Mje, “belum bedug juga; oh ya, pesanan jij berdua udah ik pesenin,”&lt;br /&gt;“Wah, &lt;em&gt;Dank Je&lt;/em&gt;, ya, Mje,” kata Andrade_Silva.&lt;br /&gt;“Weleh, nungguin buka puasa enaknya kita ngapain, nih?” tanya Janissary.&lt;br /&gt;“Cari-cari cewek cakep, gimana?” usul Charlie368.&lt;br /&gt;“Nah! Itu aku setuju!” kata Maman198.&lt;br /&gt;“Aduh, Guys! Please dong, ah! Dasar ya, jij semua itu cowok-cowok,” kata Mje, “gak liat pa ya, ada cewek manis, di sini!”&lt;br /&gt;“Huuu!!!” kata Maman198, Fixmanius, Janissary, dan Charlie368 bersamaan.&lt;br /&gt;“Waduh, si Bos udah mulai matanya ke mana-mana, nih!” kata Maman198 melihat Andrade_Silva yang tampaknya pandangan matanya tengah terpaku ke satu tujuan.&lt;br /&gt;“Waduh, ceweknya cakep ya, Bos Silva?” tanya Charlie368.&lt;br /&gt;“Psst!” kata Andrade sambil menempatkan telunjuknya ke bibir, “Guys, pada nggak sadar ya, dari tadi??”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andrade lalu menunjuk ke arah yang dari tadi dia lihat, ke arah meja seberang. Semua orang pun mengikuti petunjuk arah dari Andrade_Silva itu, dan saat itu terkejutlah mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lho,…mereka kan…” kata Charlie368 tak percaya pengelihatannya.&lt;br /&gt;Semua yang melihat pun tak percaya dengan pengelihatan mereka. Ada empat orang duduk di meja di seberang mereka itu, semuanya cewek, manis-manis lagi, dan jarak antara kedua meja hanya kurang dari 2 meter saja dan tak ada yang menghalangi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Candice Anggunadinata!” gumam Charlie368 sambil berbisik.&lt;br /&gt;“Elvita Khairani…” gumam Janissary.&lt;br /&gt;“Wah, si LS juga ada,” kata Mje.&lt;br /&gt;“Lucia Saharui?” tanya Maman198, “ah, ngaco kamu!”&lt;br /&gt;“Bukan LS yang itu! LS yang lain!” kata Mje lagi.&lt;br /&gt;“Leonard Samosir?” tanya Maman198 lagi.&lt;br /&gt;“Bukan, O’on! Lucky Savitri!” kata Mje dengan nada agak tinggi meskipun tetap lirih.&lt;br /&gt;“Terus satunya siapa tuh, ya?” tanya Janissary, “rambutnya kriwil-kriwil gitu,”&lt;br /&gt;“Mehulika Sitepu…” kata Andrade, “anjrit…deket banget lagi!”&lt;br /&gt;“Psst! Kira-kira mereka tahu nggak, ya, kalau kita Brethren Court?” tanya Fixmanius.&lt;br /&gt;“Kayaknya nggak deh, jij ngawur aja, mana mereka tahu,” kata Mje.&lt;br /&gt;“Wah, gini mending eksekusi di tempat, Bos!” kata Charlie sambil mengeluarkan HP kamera-nya.&lt;br /&gt;“Hooi! Jangan mencolok gitu dong!” kata Andrade, “sembunyi-sembunyi napa?”&lt;br /&gt;“Gimana caranya, Bos?” tanya Charlie.&lt;br /&gt;“Pura-pura aja motret Mje, padahal motret yang di belakangnya,” kata Andrade.&lt;br /&gt;“Cuuapeek, deh!” keluh Mje, “jadi ik cuman jij-jij jadiin bumper doang??”&lt;br /&gt;“Apa gunanya ada kamu, Mje,” kata Maman sembari bercanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Candice Anggunadinata mengenakan baju casual &lt;em&gt;you-can-see&lt;/em&gt; sehingga membebaskan semua orang melihat postur torso bagian atasnya yang memang sexy (apalagi dengan ukuran dadanya yang membuat semua lelaki normal bisa panas dingin) dengan kulit yang seputih pualam. Mehulika, si sexy berambut ombak, memakai baju santai warna kuning cerah dengan hiasan bunga-bunga, pita warna-warni, dan renda di bagian leher, dan ujung lengan…ambooy manisnya! Elvita sendiri mengenakan baju kemeja biasa warna ungu dengan ornamentasi garis-garis payet ringan dan sebuah bros bunga mawar tersemat di dada kiri. Sedangkan Lucky Savitri…hmm,…koq memakai seragam MetroTV, ya? Jangan-jangan baru saja dari kerja langsung “hinggap” kemari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ayo, Mje! Senyum dong!” kata Charlie sambil pura-pura memotret Mje.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mje sendiri agak kurang begitu ikhlas, masa sih dia digunakan sebagai bumper dalam “pelampiasan hasrat” para lelaki ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Gak keliatan. Bos!” bisik Charlie “kalau aku tinggiin lagi pasti ketahuan,”&lt;br /&gt;“Makanya, Jij ini dasar aya-aya wae!” kata Mje.&lt;br /&gt;“Tapi dapet?” tanya Andrade.&lt;br /&gt;“Lumayan, Bos!” kata Charlie.&lt;br /&gt;“Bos! Pake kamera laptop aja,” kata Maman, “tapi Bos yang eksekusi yah, soalnya sudutnya Bos kan paling jernih, tuh,”&lt;br /&gt;“Oke deh, Man, bawa ke sini,” kata Andrade.&lt;br /&gt;“Aduuh,…Cuaapeek deh,” keluh Mje sambil geleng-geleng kepala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hati, Mje berharap semoga saja ada Ralph Tampubolon sekalian nangkring di sini, jadinya dia bisa ikut-ikutan gila seperti anggota Brethren Court yang lain. Kalau semacam ini sih…dia yang ngaplo sendirian!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nah! Ini dia, berkah Buka puasa, nih!” kata Charlie sambil melihat foto-foto hasil jepretan mereka. Charlie sendiri langsung memindahkan semua hasil foto dari HP-nya ke laptop Maman.&lt;br /&gt;“Cakep-cakep, ya? Candice…ajiib bener,” kata Janissary sambil geleng-geleng kepala.&lt;br /&gt;“Kamu ngeliatin ‘itu’-nya, ya, Jan?” tanya Andrade.&lt;br /&gt;“Kayak kamu enggak aja, Ndre!” balas Janissary.&lt;br /&gt;“Kalau buat aku sih, Candice itu matanya yang sexy,” kata Fixmanius.&lt;br /&gt;“Wah, ini sih kata-katanya Aschu, ya?” tanya Maman, “coba kalau didot10 yang ngomong njawabnya pasti deh…”&lt;br /&gt;“Aduh, Guys, please dong ah, belum buka nih!” protes Mje.&lt;br /&gt;“Iya, Guys, kasian, si Mje ngaplo,” kata Andrade.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua orang pun tertawa kecuali Mje. Andrade melirik sepintas ke arah meja para reporter itu, dan ia melihat bahwa Lucky Savitri pun melirik ke arah mereka, sementara Candice dan Mehulika berbisik-bisik. Hmm, sepertinya mereka tahu nih, kalau lagi diomongin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Si Malika ini sexy juga, yah? Koq aku jarang ngeliat, ya?” tanya Charlie.&lt;br /&gt;“Namanya Mehulika, Charlie,…dia itu reporter di Indonesia Now, wah, pasti kamu jarang liat, yah?” tanya Fixmanius, “ati-ati lho, dia udah di-cup ama &lt;em&gt;The Great Andrade&lt;/em&gt;,”&lt;br /&gt;“Lho, Bos, udah nyerah ya, ama si Lucia?” tanya Maman.&lt;br /&gt;“Nggak lah, si Lucia tetep, cuman kalau buat si Bos sih, ya Lucia, ya Mehulika,” kata Fixmanius.&lt;br /&gt;“Waduh, Bos jangan dua-duaan kayak gitu, dong!” protes Maman, “jangan-jangan si Gadiza Fauzi juga nih,”&lt;br /&gt;“Emang,” balas Andrade.&lt;br /&gt;“Waduh, si Bos ngajakin ribut nih!” kata Maman, “bukannya Bos sendiri bilang supaya si Gadiza jangan diutak-atik sama siapapun??”&lt;br /&gt;“Iya, tapi Threadkeeper punya &lt;em&gt;privilege&lt;/em&gt;, dong!” kata Andrade sambil bercanda, "hak &lt;em&gt;Prima Noctes&lt;/em&gt;,"&lt;br /&gt;“Huu! Dasar si Bos!” kata Maman.&lt;br /&gt;“Hahahaha, kasian deh jij, Maman,…baru tahu ya kalau Andrade itu gak pernah pilih-pilih?” kata Mje, “dia itu paling tahuuu aja tiap kali ada daun muda, en asal ada anchor atau reporter, bahkan produser sekalipun, pasti disosor aja duluan…abis Frida, Gadiza, Lucia, Elvita juga, Mehulika juga, sampai-sampai Alice Budisatriyo juga!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembicaraan terhenti, suara bedug maghrib terdengar dari radio yang memang diset oleh Pizza Hut agak keras supaya mereka yang berpuasa bisa mengetahui kapan waktunya berbuka. Bersamaan dengan itu pula, makanan pun datang, dan semua orang langsung saja mengalihkan pandangan pada makanannya dan dalam sekejap…nyam nyam nyam!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andrade mengambil milk shakenya, dan ia melirik sejenak ke meja para reporter. Andrade lalu mengangkat gelasnya tanda memberi “salut”, dan dari seberang, Candice dan Mehulika membalasnya. Hmm, lalu Elvita dan Lucky kembali saling berbisik. Waduh,…jangan-janagn mulai ngerumpiin orang-orang ini kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu, wah, Brethren Court rupanya lemah pada soal makanan enak, jadilah mereka menyikat makanan yang ada di hadapan mereka. Lagipula, bukankah Rasul sendiri bersabda untuk menyegerakan berbuka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Waduh, kenyang deh,…” kata Charlie sambil mengelus perutnya, “enak juga ya, buka puasa ditemenin reporter,”&lt;br /&gt;“Pastinya,” kata Maman, “eh ya, daripada cuman gini-gini aja, gimana kalau kita samperin?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Deg! Tiba-tiba semua di meja itu terdiam. Wah, untuk membicarakan para reporter ini, memang Brethren Court paling jago, tapi ketika sampai pada bagian untuk menghampiri dan mengajak ngobrol secara langsung, tiba-tiba semua orang mengkerut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya udah, samperin, sono!” kata Andrade.&lt;br /&gt;“Wah,…enggak ah, malu,” kata Charlie, “gimana kalau Bos Andrade duluan?”&lt;br /&gt;“Aku?” tanya Andrade, “kenapa Aku, kan aku cuma ‘mengantarkan ke depan pintu gerbang kemerdekaan’?”&lt;br /&gt;“Kalau gitu sesepuh deh, bukain jalan,” kata Maman.&lt;br /&gt;“Aiss! Sembarangan aja,” kata Janissary, “ogah ah,…gimana kalau Mje, aja??”&lt;br /&gt;“Nei nei nei! Enggak lah, udah cukup ik kalian pake jadi bumper,” kata Mje, “yang jantan dong, ah! Samperin sono,”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi wacana tinggal wacana, dan tidak ada dari mereka yang berani maju. Sementara itu, Andrade hanya berani bermain kontak mata dengan para reporter itu, dan salah satunya adalah Lucky Savitri. Entah, tapi sepertinya Andrade paling sering melihat ke arah Lucky, padahal ada Candice dan Mehulika yang sama-sama hot dan sexy. Sampai akhirnya, keempat reporter itu pun menyelesaikan makanan mereka, dan segera beranjak pergi. Para anggota Brethren Court pun menatap kepergian mereka dengan tatapan mata kecewa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yah, penonton kecewa,” kata Maman.&lt;br /&gt;“Mau gimana lagi,” kata Charlie.&lt;br /&gt;“Guys! Kecian deh luu!” sindir Mje, “makanya, jangan cemen!”&lt;br /&gt;“Udah, yang penting dapet fotonya, ntar kita aplot di Forum aja,” kata Andrade.&lt;br /&gt;“Yo’i!” kata Janissary, “eh, kita udah selesai, kan? Bayar sono,”&lt;br /&gt;“Oke, aku bayar,” kata Mje, “mana duitnya kumpulin!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua orang segera mengumpulkan uang. Setelah itu, Mje pun meminta bon kepada waitress, dan segera membayarnya di kasir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maaf, Mbak, tadi ada titipan dari yang ada di meja seberang,” kata kasir kepada Mje.&lt;br /&gt;“Oh ya?” kata Mje, “makasih, ya!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mje pun menerima sebuah notes dari kasir. Hmm, dari siapa ya? Pasti dari para reporter itu. Soalnya Mje tahu bahwa para reporter itu mengetahui bahwa dirinya sedang dibicarakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Udah?” tanya Andrade sesampainya di luar.&lt;br /&gt;“Udah dong, Guys!” kata Mje, “eh ya, ada titipan nih, dari Candice dkk,”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langsung saja para pria berebutan ingin melihat notes yang ditinggalkan oleh para reporter kesayangan mereka. Setelah dibuka, ternyata notes itu berbunyi seperti ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;em&gt;HAVE A GREAT MEAL, GUYS! TO BAD YOU WEREN’T COME HERE TO JOIN US&lt;/em&gt;.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semuanya pun menepuk dahi masing-masing begitu membaca notes ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aduuh!” kata Charlie, “coba ya dari kita tadi ada yang berani sedikit,”&lt;br /&gt;“Ya udah, nasib emang,” kata Andrade, “eh ya, Guys, aku ke kamar kecil dulu, yah,”&lt;br /&gt;“Oke, kita tunggu ntar di bioskop yah! Jam 8, kan?” kata Mje.&lt;br /&gt;“Oke, deh!” kata Andrade.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang setelah buka puasa, Brethren Court hendak melanjutkan acara plesir mereka dengan menonton film. Andrade pun berpisah sejenak untuk “memenuhi panggilan alam”. Pada saat menuju ke ruang toilet itu, ia harus melewatis ebuah koridor sempit yang hanya cukup untuk perpapasan dua orang. Toilet cowok ada setelah toilet cewek. Dan pada saat itulah pintu toilet cewek terbuka, dan seseorang keluar dari sana. Andrade kaget, begitu pula dengan cewek itu…&lt;em&gt;Voila&lt;/em&gt;! Itu Lucky Savitri, tampaknya baru saja mengganti seragamnya dengan pakaian kaus hitam yang lebih kasual. Andrade tak bisa mengelak, jadi…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oh, hai!” sapa Andrade memberanikan diri.&lt;br /&gt;“Hohoho, yang tadi, yah,” kata Lucky dengan gaya &lt;em&gt;tonguebiter&lt;/em&gt;-nya yang khas.&lt;br /&gt;“Iya,” kata Andrade.&lt;br /&gt;“Ngapain tadi pake sembunyi-sembunyi foto kita segala? Langsung aja kali, emangnya kita ini herder?” kata Lucky.&lt;br /&gt;“Ahaha, nggak sih, cuman…yah,…gimana yah, takut aja,” kata Andrade, “eh ya, boleh kenalan?”&lt;br /&gt;“Boleh aja,” kata Lucky Savitri sambil tersenyum, “kamu udah tahu nama aku, kan?”&lt;br /&gt;“Iya, kamu Lucky Savitri, kan?” tanya Andrade.&lt;br /&gt;“Yak, betul!” kata Lucky yang kemudian memberi senyuman “V”-nya yang khas, “nama kamu?”&lt;br /&gt;“Ah, saya bukan orang terkenal,” kata Andrade, “&lt;em&gt;I’m nobody&lt;/em&gt;,”&lt;br /&gt;“Oke, &lt;em&gt;nobody&lt;/em&gt;…” kata Lucky sambil tertawa.&lt;br /&gt;Hmm, Lucky Savitri ini ternyata orangnya ramah juga, begitu pikir Andrade&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Eh ya, Lucky, boleh minta foto bareng?” tanya Andrade.&lt;br /&gt;“Di daerah toilet sini?” tanya Lucky.&lt;br /&gt;“Iya...mumpung ketemu lah,” kata Andrade.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andrade lalu mengeluarkan HP kamera-nya, dan ia memotret dirinya sendiri bersama dengan Lucky Savitri. Lucky Savitri pun memberikan senyumannya yang amat khas kepada “penggemar rahasia”-nya ini. Beberapa jepretan dan, cukup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sudah?” tanya Lucky.&lt;br /&gt;“Sudah, terima kasih,” kata Andrade.&lt;br /&gt;“Oke, kalau begitu aku pergi dulu yah, Mr. &lt;em&gt;Nobody&lt;/em&gt;,” kata Lucky sambil tertawa kecil.&lt;br /&gt;“Nanti fotonya aku kirimin via FS,” kata Andrade.&lt;br /&gt;“Emang kamu tahu alamat FS-ku?” tanya Lucky.&lt;br /&gt;“Iya lah, tahu,…aku kan salah satu friend kamu di FS,” kata Andrade, “ah, masa kamu lupa, sih?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu juga Lucky kaget setengah mati. Apa?? Teman di FS?? Lupa? Apa jangan-jangan…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tunggu! Kamu siapa??” tanya Lucky menyelidik.&lt;br /&gt;“&lt;em&gt;Nice to finally meet you at last, Ms. Lucky&lt;/em&gt;!” kata Andrade, “&lt;em&gt;Slann go foil&lt;/em&gt;!”&lt;br /&gt;“Tunggu!!” kata Lucky.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lucky berusaha mengejar tapi Andrade langsung masuk ke dalam toilet cowok. Pada saat yang sama, HP Lucky juga berbunyi,..teman-temannya sudah menunggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;THE BRETHREN COURT&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;***FIN***&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Next on The Brethren Court:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perburuan Don Nicho mencari sosok Zelda Savitri yang misterius, dapatkah Don Nicho mendapatkannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jhariman mendapatkan undangan makan malam, tapi kenapa dia menolak memenuhinya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andrade_Silva dan ShadowX bergabung dalam misi mencari seseorang yang mirip dengan Lucia Saharui, betulkah apa yang dilihat oleh Andrade itu? Lalu siapakah orang itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, Maman198 mendapatkan kejutan ketika mengikuti Les Bahasa Mandarin. Apakah itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan lewatkan di episode-episode berikutnya dari “&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Brethren Court: The Series&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;”!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7185873180086207103-2889073114418837253?l=brethrencourtstories.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://brethrencourtstories.blogspot.com/feeds/2889073114418837253/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7185873180086207103&amp;postID=2889073114418837253' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7185873180086207103/posts/default/2889073114418837253'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7185873180086207103/posts/default/2889073114418837253'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://brethrencourtstories.blogspot.com/2007/09/cerita-2.html' title='Cerita #2'/><author><name>stories_of_brethren_court</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03021158763061146397</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7185873180086207103.post-1491088370842332028</id><published>2007-09-27T21:40:00.000-07:00</published><updated>2007-09-30T21:44:06.859-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tamu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kania sutisnawinata'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='fixmanius'/><title type='text'>Cerita #1</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;em&gt;Ini adalah cerita dengan menggunakan tokoh-tokoh dari “The Brethren Court” sebagai pemeran utamanya dengan selingan anchor-anchor sebagai pemanis. Cerita ini adalah fiksi belaka, dan dengan begitu tidak bisa dikaitkan dengan kenyataan. Kepada anchor-anchor yang bersangkutan, apabila kurang berkenan di hati, penulis mohon maaf.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;===============================================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;THE BRETHREN COURT&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;TAMU TAK TERDUGA&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;FIXMANIUS &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div align="justify"&gt;Fixmanius baru saja pulang dari warnet untuk mengunjungi situs Webgaul yang biasa di tongkrongin bersama teman-teman satu network. Argh,…pusing sekali. Baru saja Andrade_Silva yang agak rewel kembali memintanya untuk merekam kembali Lucia Saharui waktu membawakan Headline News. Tidak tanggung-tanggung, kali ini bukan hanya capture-an foto, tapi juga keseluruhan Headline News! Aduh…padahal terakhir kali dia melakukannya, ukuran file-nya sendiri tidak kurang dari 27 MB, dan Andrade sering mengeluh kalau dia membutuhkan waktu lebih dari 3 jam untuk men-download file itu. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dormitory milik Fixy, begitu dia biasa dipanggil, terletak di pinggir jalan, agak dekat dengan jalan utama. Sedikit keuntungan, karena kendaraan umum gampang didapat buat dia bolak-balik kampus ke dormitory vice versa. Kerugiannya? Panas dan bising! Padahal kota Bandung ini seharusnya dingin, tapi Fixy masih lebih suka duduk di kamar sambil menyalakan kipas angin sekencang-kencangnya. Hari ini Jhariman telah berbaik hati meng-upload gambar-gambar dari Chantal della Concetta, kesayangannya, dan lumayan lah, buat nambah koleksi di PC. Ia berencana membuat wallpaper baru dari gambar-gambar Chantal tersebut, sebagai penghias desktop PC, sehingga dia pun lebih bersemangat dalam membuat tugas. Oh yeah…&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jam sudah menunjukkan pukul 02.10 siang ketika dia pulang. Headline News sudah lewat, sial! Padahal tadi si Janissary bilang kalau yang jaga adalah Frida Lidwina. Ah, sudahlah, tak apa. Frida mungkin masih akan muncul di Bisnis Hari Ini jam 3 nanti. Atau…kalau bukan pasti Kania. Sambil menunggu jam itu terjadi, Fixy pun memejamkan matanya dan tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Saat itulah Fixy terbangun. Seseorang memencet bel-nya berkali-kali, mungkin dengan nada distress. Fixy mengusap-usap matanya ketika dia melihat jam…huah, baru jam 02.45, siapa pula siang-siang berani mengganggu ketentraman tidurnya? Fixy pun menuju ke pintu depan sambil menggerutu. Hampir saja dia menumpahkan kekesalannya ketika dia membuka pintu depan, dan saat itu terkejutlah dia.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“Permisi!” kata seorang wanita dengan ramah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Fixy hampir saja terpaku melongo. Wanita itu, berwajah bulat, dengan rambut bob yang di-highlight, dan senyum yang menawan yang sangat khas. Fixy hampir tak percaya siapa yang ada di depannya: Kania Sutisnawinata!!!&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“Boleh minta tolong?” tanya Kania dengan ramah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Fixy tidak menjawab, hanya melongo saja. Kania pun menatap Fixy dengan heran, tatapan matanya lembut sekali, dan Kania pun mengibas-ngibaskan tangannya di depan Fizy, memastikan bahwa yang diajak bicara masih sadar.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“Halo??” tanya Kania, “ada orang??”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Saat itulah Fixy baru tersadar dan agak gelagepan sejenak sebelum akhirnya dia berhasil menguasai dirinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“Oh ya…maaf…ada apa, ya?” tanya Fixy.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“Ah, syukurlah, akhirnya,” kata Kania lega. Tadinya dia kira orang ini bakalan tidak sadar sampai nanti.&lt;br /&gt;“Maaf, anda ini Kania Sutisnawinata, kah??” tanya Fixy.&lt;br /&gt;“Iya, Mas, koq tahu, sih?” jawab Kania sambil tersenyum.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“&lt;em&gt;Tentu saja tahu, kamu kan anchor favoritku…aduh&lt;/em&gt;!!” begitu pikir Fixy dalam hati.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“Euh, Mbak Kania, ada apa, ya?” tanya Fixy, berusaha untuk bersikap biasa, meskipun dalam hatinya sendiri dia melonjak-lonjak kegirangan.&lt;br /&gt;“Eh, iya, mesin mobil saya rusak, bisa kasi tahu nggak, ada bengkel dekat sini?” tanya Kania.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Bengkel? Waduh, bengkel motor ada lah, pasti, nggak begitu jauh. Tapi kalau mobil?? Fixy sendiri tak tahu, tapi dia akan berusaha mencari tahu.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“Waduh, saya sendiri agak nggak jelas, Mbak,” kata Fixy.&lt;br /&gt;“Oh, gitu, ya?” tanya Kania, “eh, kalau begitu, bisa pinjam telepon, tidak?”&lt;br /&gt;“Oh, bisa…bisa,” kata Fixy yang lalu segera mempersilakan Kania masuk ke dalam.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Fixy menunjukkan letak teleponnya, dan Kania pun mengucap terima kasih sambil menuju ke telepon itu. Ah, astaga, ketika dia melewati Fixy, bau parfumnya tercium menyegarkan, dan secara tidak sadar, ia pun makin terpesona dengan Kania.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dormitory itu sebenarnya lebih mirip sebuah kontrakan. Tadinya Fixy menyewanya bersama dengan 2 orang teman, tapi saat ini mereka sedang keluar, dan baru akan kembali besok pagi. Jadi deh, Fixy sendiri di sini, dan saat itu tiba-tiba ia bertemu dengan Kania Sutisnawinata, anchor yang juga diidolakannya selama ini.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Fixy lalu masuk ke dalam, mendekati Kania yang tengah menelepon. Mungkin untuk mengawasi berapa lama Kania memakai telepon, atau mungkin juga ia hanya ingin melihat Kania dengan lebih dekat lagi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“Jadi nggak bisa yah, Pak?” tanya Kania di telepon, “Oo…baru bisanya besok?”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Oh, mungkin Kania sedang menelepon bengkel.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“Ya sudah deh, Pak, saya tunggu besok,” kata Kania, “eh, sebentar…”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kania lalu mengesampingkan gagang teleponnya, lalu dia berbicara pada Fixy setengah berbisik.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“Mas, sini alamatnya di mana??” tanya Kania.&lt;br /&gt;“Oh ya ya…” kata Fixy gelagepan kembali.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Fixy pun lalu memberikan alamat dormitory itu kepada Kania, yang langsung diberikan kepada orang bengkel itu. Setelah semua oke, Kania pun menutup teleponnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“Mobil dereknya nggak mau ke sini sore ini, Mas,” keluh Kania, “baru mau besok pagi,”&lt;br /&gt;“Ooh,…” gumam Fixy.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“&lt;em&gt;Wah, kebetulan&lt;/em&gt;…” begitu pikir Fixy.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“Ada penginapan nggak ya, deket sini?” tanya Kania.&lt;br /&gt;“Waduh, penginapan nggak ada, Mbak, ada juga jauh di sono, kudu naik kendaraan,” kata Fixy, “di sini nggak ada kendaraan tapi,”&lt;br /&gt;“Iya ya…” keluh Kania, “lagipula kalau aku pergi trus ini mobil yang jaga siapa?”&lt;br /&gt;“Biar saya saja Mbak, yang jaga,” kata Fixy.&lt;br /&gt;“Ah, nggak enak ah, ngerepotin Mas, nanti,…oh ya, namanya siapa?” tanya Kania.&lt;br /&gt;“Oh, saya Fixmanius, panggil saja Fixy,” kata Fixy.&lt;br /&gt;“Kania,” kata Kania sambil tersenyum.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Maka Fixy dan Kania pun bersalaman, dan ketka itu jantung Fixy bergetar, karena tangan Kania amatlah halus, mungkin lebih halus daripada tangan teman cewek manapun yang pernah Fixy kenal. Apalagi Kania juga tersenyum dengan amat manis, membuat Fixy panas dingin; andai saja tidak dikuat-kuatkan, maka mungkin Fixy saat ini sudah pingsan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“Eh, Mas, boleh minta tolong, nggak? Tapi ini mungkin agak malu-maluin, sih,” kata Kania.&lt;br /&gt;“Apa aja, Mbak, selama saya bisa bantu,” kata Fixy bersemangat.&lt;br /&gt;“Boleh nggak ya, saya nginep di sini?” tanya Kania, “sekalian ngawasin mobil, soalnya di mobil banyak barang-barang berharga,”&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba saja jantung Fixy seolah berhenti berdetak. Astaga, Ya Tuhan, seorang Kania Sutisnawinata?? Menginap di tempat ini?? &lt;em&gt;Oh boy…damn&lt;/em&gt;! Wajah Fixy terlihat terbelalak seolah tidak percaya dengan pendengarannya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“Ngerepotin, ya??” tanya Kania agak cemas.&lt;br /&gt;“Oh nggak nggak,…silakan aja, Mbak!” kata Fixy dengan amat gembira, “kebetulan saya juga malem ini lagi sendirian, soalnya temen baru pada keluar ampe besok,”&lt;br /&gt;“Wah, bagus, dong,” kata Kania sambil tersenyum.&lt;br /&gt;“Lho, memangnya nggak kerja, Mbak?” tanya Fixy.&lt;br /&gt;“Siapa? Saya, toh? Oh, nggak, saya nggak ada jadwal; baru besok ada Acara Liputan di kampus; kamu kuliah juga?” tanya Kania.&lt;br /&gt;“Iya!” jawab Fixy.&lt;br /&gt;“Wah, berarti besok bisa dong sejalan,” kata Kania sambil tertawa renyah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Fixy pun ikut-ikutan tertawa sambil hatinya girang bukan kepalang. Anchor kesayangannya? Kania Sutisnawinata? Bakal menginap di sini??? Alamak, mimpi apa dia semalam?? Lagipula berarti malam ini hanya ada Fixy dan Kania sendirian di sini…wah…pikiran nakal mulai jalan nih.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“Mas, saya numpang mandi, boleh?” tanya Kania membuyarkan lamunan Fixy.&lt;br /&gt;“Oh iya, silakan, Mbak, kamar mandinya di belakang,” kata Fixy sambil menunjuk ke sebuah gang.&lt;br /&gt;“Makasih, saya mau ambil pakaian ganti dulu,” kata Kania.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Fixy hanya melongo saja ketika Kania berjalan keluar rumah, ke mobilnya yang tengah teronggok rusak, lalu mengambil sebuah tas pakaian. Tidak berat-berat sepertinya tas itu. Dari dalam tas itu, Kania mengeluarkan seperangkat peralatan mandi, juga pakaian ganti. Kania langsung saja berjalan ke kamar mandi seolah-olah ini adalah rumahnya sendiri, tanpa terlalu sungkan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Fixy pun kali ini kebingungan. Astaga…seorang Kania Sutisnawinata! Apa yang harus dia lakukan terhadap orang ini?? Orang satu thread pasti tak akan percaya dengan hal ini. Kania saat ini tengah mandi…hmm…kembali pikiran nakal bergerilya dalam batin Fixy. Kenapa tidak diambil saja gambar Kania pas sedang mandi? Lumayan kan, buat koleksi? Atau malah bisa di-upload di situs &lt;em&gt;Multiply&lt;/em&gt; milik &lt;em&gt;The Brethren Court&lt;/em&gt; yang pastinya aman dari “tangan-tangan jahil”. Astaga…tidak-tidak, itu dosa!&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Lama sekali Fixy merenung sehingga tak sadar kalau Kania sudah selesai mandi dan kini berdiri di dekatnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“Lho, koq ngalamun?” tanya Kania.&lt;br /&gt;“Oh, enggak, enggak koq,” kata Fixy mengelak.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kania sudah berganti pakaian, kali ini ia memakai pakaian santai lengan panjang dan casual, meskipun begitu, ia tetap terlihat anggun.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“Nanti saya tidur di mana, ya?” tanya Kania lagi.&lt;br /&gt;“Oh, anu, tidur di kamar saya saja,” kata Fixy cepat.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Iya, kamar Fixy berada di depan dan ada sebuah jendela besar yang menghadap ke luar, sehingga dari sana Kania bisa dengan leluasa mengamati mobilnya yang “teronggok” di depan. Sebenarnya ada kamar lain, milik temannya, tapi kamar Fixy adalah yang paling rapi, lagipula Fixy tidak rela kalau Kania sampai harus tidur di kamar lain selain kamarnya. Lagipula, toh dia bisa tidur di manapun.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“Kalau gitu, permisi, ya,” kata Kania.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kania lalu meletakkan tasnya di kamar Fixy. Fixy sebelumnya permisi sebentar untuk mengambil pakaian ganti, dan ia sendiri ikut mandi, meskipun hati ini dag-dig-dug tidak karuan. Astaga…astaga…tak henti-hentinya Fixy berucap. Apakah ini anugerah ataukah musibah? Lingkungan di sini super cuek. Orang sepertinya tak akan peduli kalau ada wanita menginap di rumah kos pria atau sebaliknya. Ia sendiri sering melihat rumah kost tetangganya berkali-kali memasukkan “pejantan” ke dalamnya, dan Fixy membencinya. Akan tetapi masalahnya kini lain, ini Kania.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Hari pun menjadi gelap, dan Kania masih ada di sana. Satu-satunya hiburan di sini adalah TV Tuner dalam komputer Fixy. Tidak ada TV permanen di sini. Sayang sekali, karena tetek bengek PC-nya agak berat, maka Fixy tidak sempat memindahkan komputernya ke luar. Jadinya yah, dia menonton TV Tuner itu di kamar bersama Kania. Seperti biasa, saluran di–set ke MetroTV. Kania tampak tersenyum melihatnya, dan malam ini Kania terlihat amat cantik sekali walaupun tanpa make-up, jauh lebih cantik daripada yang biasa Fixy lihat di TV.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“Suka lihat Metro, yah?” tanya Kania pada Fixy.&lt;br /&gt;“Iya, Mbak,” kata Fixy.&lt;br /&gt;“Favoritnya sapah?” tanya Kania lagi.&lt;br /&gt;“Mmm…Mbak Chantal,” kata Fixy tidak ragu-ragu.&lt;br /&gt;“Oh, pantesan,” kata Kania.&lt;br /&gt;“Pantesan apa, Mbak?” tanya Fixy.&lt;br /&gt;“Pantesan ada fotonya Chantal di mousepad-nya,” kata Kania.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Fixy kaget dan dengan gugup dia berusaha menutupi foto Chantal itu. Kania hanya tertawa saja melihatnya. Geli sekali tampaknya ia melihat tingkah Fixy yang lugu.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“Tapi kan Chantal udah keluar dari Metro,” kata Kania lagi.&lt;br /&gt;“Iya,…sayang yah,” kata Fixy.&lt;br /&gt;“Setelah Chantal di Metro kamu suka siapa lagi?” tanya Kania setengah memancing.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Fixy lalu melihat ke arah Kania. Pandangan matanya tampak agak tajam tapi takut-takut, dan Kania pun menanggapinya dengan pandangan mata yang teduh, seperti seorang kakak yang hendak mendengarkan curhat dari adiknya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“Mbak Kania,” jawab Fixy polos.&lt;br /&gt;“Alaa, bo’ong kamu,” kata Kania sambil tertawa, “mentang-mentang aku ada di sini, yah?”&lt;br /&gt;“Bener, Mbak, suer!” kata Fixy sambil mengacungkan dua jarinya membentuk “V”.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kania hanya tersenyum saja mendengarnya. Ia terlihat amat manis, sekali…benar-benar seperti seorang dewi.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“Fix, shalat Maghrib, yuk, kamu imam, ya,” ajak Kania lagi.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ooh…sekarang Fixy akan mengimami Kania Sutisnawinata shalat maghrib…Ya Tuhan, kalau ini mimpi, maka Fixy tak mau bangun. Mereka berdua pun segera berwudhlu dan bersiap-siap. Kania tampak amat sangat cantik ketika memakai Mukena, dan Fixy pun mengimami shalat maghrib dengan jantung yang masih berdetak kencang. Apalagi ketika selesai Shalat, Kania bersalaman dan mencium tangannya. Halus, hangat, ini lebih tidak nyata dari sebuah mimpi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Waktu pun berlalu, dan malam semakin larut. Tidak ada makan malam, maka Fixy hanya membuatkan Kania sebungkus mie instan. Mereka pun makan dengan lahapnya. Fixy sekarang serasa terbang ke langit ketujuh. Ia benar-benar tengah merasakan sebuah mukjizat yang amat sangat indah. Sayangnya, HP Fixy berbunyi dan…&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“Sekarang!!??” tanya Fixy kaget.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Rupanya seorang teman Fixy meneleponnya, meminta Fixy untuk membantunya mengerjakan sebuah tugas kuliah. Antara setuju dan tidak, bagaimanapun, itu tugas kelompok, dan Fixy adalah salah satu anggotanya, tapi meninggalkan Kania sendirian di sini??? Aduh, Fixy bingung. Bagaimanapun, Fixy ingat kalau pelajaran lebih penting.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“Mbak Kania, aku pergi sebentar, ya,” kata Fixy.&lt;br /&gt;“Mau ke mana, Fix?” tanya Kania.&lt;br /&gt;“Mau ngerjakan tugas kelompok, temen mintanya mendadak, koq,” kata Fixy.&lt;br /&gt;“Oh ya, gak papa, saya soalnya juga njagain mobil,” kata Kania.&lt;br /&gt;“Nanti Mbak Kania kalau ngantuk kunci saja pintu depannya, saya bawa kunci cadangan, koq,” kata Fixy.&lt;br /&gt;“Oke,” jawab Kania.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dengan amat sangat menggerutu, Fixy pun berganti baju dan berangkat ke rumah temannya yang sialan dan mengganggu kesenangannya malam ini bersama dengan Kania.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Fixy pulang ke rumah sudah agak larut, sekitar jam 11 malam. Untung dia bawa kunci cadangan, karena Kania rupanya mengunci pintunya. Fixy masuk rumah dengan agak heran. Rumah yang tadinya berantakan kini sudah rapi. Kania-kah yang melakukan semua ini? Ia pun menghempaskan tubuhnya ke atas karpet di ruang umum. Bajunya sudah mulai lengket, dan tanpa sadar, ia masuk ke kamarnya untuk mengambil baju ganti, dan setelah Fixy melepas bajunya, ia baru menyadari sesuatu.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Fixy kaget, ada seseorang di tempat tidurnya. Kamar Fixy menggunakan lampu tidur yang masih agak terang, sehingga Fixy bisa melihat siapa yang ada di sana. Itu adalah Kania! Ah, yah ia ingat kalau Kania memakai kamarnya untuk tidur. Kania tengah tertidur, miring, dan…oh, dia mengenakan sebuah kaus &lt;em&gt;you-can-see&lt;/em&gt; warna kelabu dengan celana pendek warna pink. Darah muda Fixy pun berdesir, dan tanpa sadar ia pun mulai menelan ludah melihat anchor kesayangannya tertidur pulas.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dalam keterpanaannya, Fixy meraih-raih sesuatu di dekat komputernya dan tangannya menangkap…sebuah kamera digital. Ah, betul, ambil saja gambarnya, kapan lagi ada kesempatan? Sambil menahan nafas, ia pun tanpa sadar mengambil gambar Kania yang tengah tidur itu. Kania terlihat begitu lembut, begitu polos, nyaris seperti bayi, dan pada saat tidur ini Fixy bisa melihat seolah seluruh aura kecantikan Kania pada keluar semua.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Fixy selesai mengambil gambar terakhir dengan sebuah tegukan ludah, dan kini di dalam benaknya ada sebah pertentangan. Suara setan dalam hatinya menyuruh seperti ini: “&lt;em&gt;Ayo Fixy! Eksekusi saja dia di tempat, kapan lagi kamu bisa merasakan tubuh seorang anchor, apalagi ini anchor favoritmu&lt;/em&gt;!”. Tapi baru saja tangan Fixy hendak maju, suara malaikat berbunyi: “&lt;em&gt;Jangan! Ingat, dia anchor favoritmu! Kamu tidak boleh merusak dia&lt;/em&gt;!”.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Fixy pusing ketika dua suara makin berkecamuk dan berperang tidak jelas. Hampir saja dia berteriak kalau tidak ingat bahwa Kania tengah tidur. Fixy kemudian menatap dalam-dalam Kania yang terlihat amat cantik, amat anggun, amat polos, dan juga amat sexy ini. Tubuhnya terlihat amat menggairahkan, apalagi wajahnya amat sangat manis. Ooh…Fixy tidak tahan!! Ia pun lalu mendekati Kania yang tengah tidur. Kepalanya didekatkan ke Kania, dan ah…bau parfum itu, wangi menggoda. Kania mendengkur halus dan sesekali melenguh perlahan. Fixy sudah tidak tahan lagi, dia akhirnya menurunkan kepalanya dan…&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“&lt;em&gt;Cup&lt;/em&gt;!…”&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Fixy menarik nafas lega. Sebuah kecupan yang hangat ia berikan di kening Kania, dan Kania pun seolah tampak tersenyum. Fixy menjauhkan diri kembali. Yah, cukup sebuah kecupan saja…Fixy kemudian membelai perlahan rambut Kania dengan amat lembut selembut yang ia bisa, lalu ia segera beringsut keluar dari kamar sambil sebelumnya membisikkan “&lt;em&gt;selamat malam, selamat tidur&lt;/em&gt;,” dengan amat lembut kepada Kania.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“Fixy, bangun!” kata Kania.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Oh, akhirnya Fixy terbangun. Rupanya sudah pagi. Ia melihat Kania berdiri di dekatnya sambil tersenyum hangat. Kania sudah tidak lagi memakai gaun malamnya yang tipis itu, melainkan berganti kembali dengan baju casual. Ia samar-samar juga mencium bau mie. Kania memasak makanan pagi untuknya?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“Fixy, sarapan, yuk,” ajak Kania.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Fixy lalu berjalan dengan gontai ke meja makan. Dua mangkuk mie instan ada di sana. Cucian piring kotor juga sudah menghilang, sepertinya Kania tadi pagi sudah membereskan semuanya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“Mobil dereknya bakal datang pagi ini,” kata Kania, “aku cuman mau ngucapin makasih udah mau nampung aku di sini,”&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Fixy pun tersipu malu, dan Kania untuk kesekian kalinya tersenyum manis kepadanya. Bagaimanapun, ada hal yang masih mengganggu pikirannya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“Mbak Kania, boleh nanya?” tanya Fixy.&lt;br /&gt;“Silakan,” kata Kania.&lt;br /&gt;“Ini kan rumah dormitory cowok, koq Mbak Kania mau sih, nginep di sini? Nggak takut apa?” tanya Fixy.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kania hanya tersenyum, yah, ia kembali tersenyum dengan senyumnya yang membuat Fixy amat sangat mabuk kepayang.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“Karena…pas pertama aku liat kamu, aku udah yakin kalau kamu itu orangnya baik dan bisa dipercaya,” kata Kania, “dan ternyata aku benar, kan?”&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kania tersenyum dengan amat ramah, dan Fixy pun membalasnya. Kembali kali ini Kania yang mencuci piring, sehingga Fixy merasa tak enak hati. Akan tetapi Kania hanya mengatakan: “Anggap saja ini bayaranku karena kamu udah ngizinin aku nginep di sini,”. Setengah jam kemudian, mobil derek pun datang, dan Kania mengucapkan selamat berpisah pada Fixy. Fixy pun kembali lesu. Ah…kemarin betul-betul bagai mimpi, dan kini sudah berlalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fixy lalu mengirim SMS kepada Andrade_Silva setelah itu.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“&lt;em&gt;Mate, I don’t know whether you’ll believe it or not, but last night, Kania stay over night in my dorm&lt;/em&gt;,” kata Fixy.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Di SMS, Fixy dan Andrade selalu berbicara dalam bahasa Inggris.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“&lt;em&gt;Ye’re not joking, right&lt;/em&gt;?” balas Andrade.&lt;br /&gt;“&lt;em&gt;No, I’m not. She’s really staying in my room&lt;/em&gt;,”&lt;br /&gt;“&lt;em&gt;Well, ye got something from her&lt;/em&gt;?”&lt;br /&gt;“&lt;em&gt;Hell yeah, I take pics of her while sleeping with her semi-transparent night gown&lt;/em&gt;,”&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Andrade tampak terdiam lama sekali dan tidak menjawab sebelum akhirnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“&lt;em&gt;Normally, I’ll ask you to post those at forum, but Kania is yer fave, right&lt;/em&gt;?” &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Fixy hanya menarik nafas panjang.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“&lt;em&gt;Yeah, ye’re right, I’ll delete those pics&lt;/em&gt;,”&lt;br /&gt;“&lt;em&gt;Good choice,…but, send me the pics before ye delete it, will ye? I promise I won’t share it to anybody else&lt;/em&gt;,”&lt;br /&gt;“&lt;em&gt;Hahaha, I know you won’t do that, Lol. Sure, I’ll send those via your mail&lt;/em&gt;,”&lt;br /&gt;“&lt;em&gt;God bless ye, Fixmanius, ye’re trully a lucky chap&lt;/em&gt;!”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Siangnya, Fixy berada di kampusnya yang ramai, duduk menunggu kendaraan umum bersama kedua orang roommate-nya. Kedua teman Fixy itu tertawa tergelak-gelak mendengar cerita Fixy. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“Ah, mimpi kamu!” kata si Adul, teman Fixy.&lt;br /&gt;“Beneran, koq!” sergah Fixy.&lt;br /&gt;“Mana buktinya!?” tanya si Badri sambil tertawa melecehkan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Hampir saja Fixy mengeluarkan kamera digitalnya kalau dia tidak ingat apa kata Andrade tadi, maka ia pun menarik nafas panjang sambil memasukkan kembali kameranya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“Ahahahaha! Pembohong, loe!” ejek si Adul dan si Badri bersamaan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Fixy jengkel sekali dibilang pembohong, tapi tidak masalah. Dia melakukannya demi Kania. Tiba-tiba…&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“Fixmanius!!” seseorang memanggilnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Fixy menoleh dan tiba-tiba tampaklah olehnya Kania Sutisnawinata! Dan ia tengah tersenyum manis kepadanya. Mobilnya sudah baik kembali, dan kini Kania tengah memakai baju blazer merah yang amat anggun. Fixy segera berlari mendekati Kania.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“Mbak Kania!” balas Fixy yang tiba-tiba saja hatinya kembali berbunga-bunga.&lt;br /&gt;“Butuh tumpangan pulang?” tanya Kania sambil tersenyum.&lt;br /&gt;“Boleh!” kata Fixy girang, karena dia bisa bertemu Kania lagi.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Fixy melirik ke belakang, dan tampaklah si Adul dan si Badri yang tidak percaya dengan pengelihatan mereka. Fixy lalu melihat ke arah Kania, dan Kania pun paham apa maksudnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“Kamu mau buat mereka cemburu?” tanya Kania dengan pandangan mata nakal.&lt;br /&gt;“Boleh,” kata Fixy.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kania tersenyum, lalu ia memberikan sebuah kecupan hangat di pipi Fixy, sambil berbisik:&lt;br /&gt;“Balasan buat tadi malam,”&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Fixy terkejut, rupanya Kania mengetahuinya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“Ayo naik, bengong aja,” kata Kania sambil tersenyum.&lt;br /&gt;“Oke!” kata Fixy girang.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Fixy pun segera naik mobil bersama dengan Kania, dan mobil Kania segera melesat kencang meninggalkan si Adul dan si Badri yang masih melongo keheranan. Dan Fixmanius tersenyum dengan penuh kemenangan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;THE BRETHREN COURT&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;***FIN***&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Next on The Brethren Court:&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Andrade_Silva dan ShadowX bergabung dalam misi mencari seseorang yang mirip dengan Lucia Saharui, betulkah apa yang dilihat oleh Andrade itu? Lalu siapakah orang itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Mje, Charlie368, Maman198, Fixmanius, Janissary, dan Andrade_Silva mengadakan acara buka puasa bersama di restoran Pizza Hut, mereka menemukan bahwa meja mereka bersebelahan dengan meja yang diisi oleh reporter-reporter MetroTV. Apa yang akan mereka lakukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perburuan Don Nicho mencari sosok Zelda Savitri yang misterius, dapatkah Don Nicho mendapatkannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, siapakah yang ditemui oleh Aschu dalam perjalanan mudiknya?&lt;br /&gt;Jangan lewatkan di episode-episode berikutnya dari “&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Brethren Court: The Series&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;”!&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7185873180086207103-1491088370842332028?l=brethrencourtstories.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://brethrencourtstories.blogspot.com/feeds/1491088370842332028/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7185873180086207103&amp;postID=1491088370842332028' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7185873180086207103/posts/default/1491088370842332028'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7185873180086207103/posts/default/1491088370842332028'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://brethrencourtstories.blogspot.com/2007/09/ini-adalah-cerita-dengan-menggunakan.html' title='Cerita #1'/><author><name>stories_of_brethren_court</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03021158763061146397</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
